Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bukan lagi sekadar pembahasan di dunia teknologi. Dampaknya mulai terasa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dunia kerja yang perlahan mengalami perubahan.
Fenomena ini menjadi inspirasi bagi Isyana Sarasvati dan Jason Ranti untuk berkolaborasi melalui lagu berjudul “Dogs Are Always True”, sebuah karya yang mengajak pendengar melihat sisi lain kemajuan teknologi.
Ide lagu tersebut berawal dari cerita Jason Ranti tentang tetangganya yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) karena pekerjaannya digantikan teknologi AI.
Kisah yang terdengar sederhana itu kemudian dibicarakan bersama produser Lafa Pratomo hingga berkembang menjadi gagasan musikal.
Dari pengalaman tersebut, mereka mencoba mengangkat persoalan yang lebih luas: bagaimana manusia harus bertahan dan menemukan perannya ketika teknologi semakin mampu mengambil alih berbagai pekerjaan?
Banjir Informasi dan Tantangan Kehidupan Digital
Tidak hanya membicarakan ancaman AI terhadap lapangan pekerjaan, “Dogs Are Always True” juga menyoroti kebiasaan manusia dalam menggunakan internet.
Isyana Sarasvati melihat ruang digital sebagai tempat yang memberikan kebebasan bagi siapa saja untuk menyampaikan pendapat.
Namun, kebebasan tersebut juga membawa tantangan karena informasi datang begitu cepat dan tidak semuanya dapat dipastikan kebenarannya.
Isyana mengingatkan pentingnya kemampuan memilah informasi sekaligus mengatur waktu ketika beraktivitas di dunia digital. Kesadaran untuk berhenti menggulir layar atau scrolling juga menjadi bagian dari kebijaksanaan menggunakan teknologi.
Pesan ini terasa relevan di tengah kebiasaan masyarakat yang semakin sulit melepaskan diri dari ponsel. Sebab, teknologi seharusnya membantu manusia menjalani kehidupan, bukan justru mengendalikan seluruh perhatian dan waktunya.
Rap, Electro-Pop, dan Kritik Sosial yang Ringan
Menariknya, isu serius tersebut tidak disampaikan melalui musik dengan nuansa yang terlalu berat. Isyana Sarasvati dan Jason Ranti memilih memadukan rap dengan sentuhan electro-pop.
Bagian chorus kemudian menjadi ruang refleksi mengenai kehidupan manusia modern. Perpaduan karakter musikal keduanya menghadirkan pendekatan yang berbeda sekaligus membuat pesan sosial dalam lagu lebih mudah dinikmati.
Produser Lafa Pratomo mengungkapkan bahwa proses kreatif lagu ini berkembang melalui sesi jamming dan metode call-and-response. Pola tersebut memungkinkan setiap musisi saling menanggapi ide hingga membentuk komposisi yang utuh.
Dari proses itu, kolaborasi tidak hanya menjadi pertemuan dua karakter musik, tetapi juga ruang bertukar pandangan mengenai perubahan sosial yang sedang berlangsung.
Sindiran Jason Ranti dan Pesan di Balik Judul Lagu
Salah satu bagian paling menarik justru hadir melalui judul “Dogs Are Always True”. Ketika ditanya alasan memilih judul tersebut, Jason Ranti memberikan jawaban khas dengan menyentil perilaku manusia yang kerap gemar berbohong.
Pernyataan itu menjadi semacam humor sekaligus kritik sosial. Di tengah dunia yang semakin dipenuhi teknologi dan informasi, kejujuran justru menjadi nilai yang perlu terus dipertanyakan dan dijaga.
“Dogs Are Always True” merupakan fragmen kelima dari EP Garis Tegak milik Lafa Pratomo. Lagu ini resmi dirilis pada 3 November 2026 dan sudah tersedia di berbagai platform musik digital.
Lebih dari sekadar kolaborasi Isyana Sarasvati dan Jason Ranti, karya ini menawarkan bahan renungan bahwa kemajuan AI perlu diimbangi dengan kesiapan manusia, literasi digital, serta kemampuan menjaga nilai-nilai kemanusiaan.
Teknologi boleh berkembang semakin canggih, tetapi manusia tetap perlu menentukan bagaimana teknologi itu digunakan.
3 Poin Penting:
-
Inspirasi lagu: “Dogs Are Always True” berangkat dari cerita tetangga Jason Ranti yang mengalami PHK karena pekerjaannya digantikan teknologi AI.
-
Pesan sosial: Lagu ini mengangkat isu perubahan dunia kerja, banjir informasi, literasi digital, dan pentingnya mengatur waktu menggunakan internet.
-
Kolaborasi musik: Isyana Sarasvati dan Jason Ranti memadukan rap serta electro-pop dalam lagu yang diproduseri Lafa Pratomo dan dirilis pada 3 November 2026.



