Jakarta Dikepung Banjir, WFH dan Sekolah Online Diperpanjang hingga Februari

Jumat, 30 Januari 2026

Banjir Jakarta (CNA)

Jakarta kembali dibuat pusing oleh banjir yang merendam sejumlah titik vital pada pengujung Januari 2026. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur ibu kota belakangan ini membuat debit air naik drastis dan melumpuhkan akses transportasi.

Melihat situasi yang belum kondusif, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, gerak cepat mengambil langkah darurat demi keamanan warganya yang masih berjibaku dengan genangan air di berbagai wilayah.

Kondisi terparah salah satunya terpantau di Jalan Letjen Soeprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Di lokasi tersebut, ketinggian air mencapai 60 cm, yang otomatis bikin kendaraan roda dua maupun mobil pribadi nyerah untuk melintas.

Alhasil, jalur lambat sempat lumpuh total, menyisakan pemandangan dramatis di mana para pekerja terpaksa harus “numpang” truk petugas Satpol PP demi bisa menerobos banjir untuk sampai ke tempat kerja.

Evakuasi Pakai Truk Satpol PP dan Pengerahan Tangki Dinas

Pemandangan warga yang berdiri di atas bak truk petugas menjadi bukti betapa sulitnya mobilitas di Jakarta saat ini. Akses jalan yang terputus memaksa petugas Satpol PP turun tangan langsung menggunakan armada truk besar mereka sebagai moda transportasi darurat.

Tanpa bantuan truk tersebut, dipastikan ribuan pekerja bakal terjebak dan tidak bisa beraktivitas karena genangan air yang cukup tinggi dan arus yang lumayan kencang.

Untuk mempercepat surutnya air, Pemerintah Provinsi Jakarta tidak tinggal diam. Sebanyak sebelas unit truk tangki dari Dinas Pertamanan dikerahkan khusus ke wilayah Cempaka Putih untuk membantu proses penyedotan air.

Pengerahan alat berat ini diharapkan bisa segera menormalisasi jalur lalu lintas yang terganggu, mengingat wilayah tersebut merupakan urat nadi transportasi bagi masyarakat yang beraktivitas di pusat kota.

Kebijakan WFH dan PJJ Resmi Diperpanjang Pemerintah Provinsi

Menyikapi cuaca ekstrem yang diprediksi masih bakal bertahan hingga beberapa hari ke depan, Gubernur Pramono Anung akhirnya resmi memperpanjang masa berlaku kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Work From Home(WFH).

Kebijakan ini berlaku hingga tanggal 1 Februari 2026. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan untuk mengurangi risiko keselamatan dan dampak lanjutan yang mungkin timbul akibat mobilitas warga di tengah banjir.

Gubernur menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama di atas segalanya.

Dengan perpanjangan masa sekolah daring dan kerja dari rumah ini, beban jalanan diharapkan berkurang sehingga petugas bisa lebih fokus melakukan penanganan banjir di titik-titik krusial.

Prediksi cuaca dari BMKG pun menjadi acuan utama pemerintah dalam memperpanjang durasi kebijakan darurat ini agar masyarakat tetap terlindungi di rumah masing-masing.

Mitigasi Cuaca Ekstrem dan Imbauan untuk Warga Jakarta

Perpanjangan WFH dan PJJ ini menjadi sinyal kuat bahwa Jakarta sedang berada dalam status siaga satu cuaca ekstrem. Pemerintah terus mengimbau warga agar tetap waspada dan sebisa mungkin membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak.

Koordinasi antarinstansi, mulai dari BPBD, Dinas Damkar, hingga petugas kebersihan, terus diperkuat untuk memastikan titik-titik banjir segera tertangani dengan bantuan mesin pompa yang bekerja maksimal.

Meski kebijakan ini sedikit menghambat rutinitas, langkah ini dinilai paling efektif untuk mencegah kemacetan total dan jatuhnya korban jiwa akibat terseret arus atau kecelakaan saat banjir.

Jakarta memang sedang diuji oleh alam, namun dengan kesiapsiagaan pemerintah dan kedisiplinan warga menaati imbauan, diharapkan dampak banjir kali ini bisa segera teratasi sebelum memasuki bulan Februari mendatang.

Statement:

Pramono Anung, Gubernur Jakarta 

“Untuk mengurangi risiko banjir dan dampak lanjutan akibat cuaca ekstrem yang masih berlangsung, kami memutuskan untuk memperpanjang kebijakan pembelajaran jarak jauh dan work from home hingga 1 Februari 2026. Kebijakan ini menyusul tingginya curah hujan yang diprediksi masih terjadi di wilayah Jakarta.”

3 Poin Penting:

  • Banjir setinggi 60 cm di Jakarta Pusat melumpuhkan akses jalan, memaksa evakuasi pekerja menggunakan truk Satpol PP dan pengerahan 11 unit truk tangki penyedot.

  • Gubernur Pramono Anung resmi memperpanjang masa PJJ dan WFH hingga 1 Februari 2026 sebagai langkah mitigasi keselamatan warga.

  • Kebijakan darurat diambil berdasarkan prediksi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang masih akan mengguyur ibu kota dalam beberapa hari ke depan.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir