Search

Jakarta Harus Ramah Disabilitas: Gubernur Pramono Anung Minta Maaf Soal Insiden Penumpang Transjakarta

Rabu, 14 Januari 2026

Layanan siaga disabilitas Transjakarta (berita jakarta)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara jantan menyampaikan permohonan maaf terbuka atas insiden memilukan yang menimpa seorang penumpang tunanetra pengguna layanan Transjakarta Care.

Kejadian yang sempat viral di media sosial ini memperlihatkan seorang perempuan disabilitas terjatuh ke saluran air saat hendak menuju halte bus.

Pramono menegaskan bahwa insiden seperti ini bener-bener gak boleh terulang lagi di Jakarta yang sedang berbenah menjadi kota global.

Baginya, keamanan warga adalah harga mati, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus dan sangat bergantung pada fasilitas transportasi publik yang disediakan oleh pemerintah provinsi.

Teguran Keras untuk Manajemen Transjakarta

Pramono mengaku kecewa karena masalah aksesibilitas disabilitas sebenarnya sudah berulang kali ia instruksikan kepada jajaran Pemprov DKI Jakarta.

Gubernur menginginkan Jakarta menjadi kota yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan tanpa terkecuali.

Insiden ini dianggap sebagai sinyal merah bahwa standar pelayanan di lapangan masih memiliki celah yang sangat berbahaya bagi keselamatan warga penyandang disabilitas.

Berdasarkan video yang beredar pada Senin (12/1/2026), perempuan tunanetra tersebut terlihat dengan pakaian kotor setelah terperosok ke selokan di sekitar area halte.

Kuat dugaan, peristiwa ini terjadi karena adanya kelalaian petugas yang tidak memberikan pendampingan hingga ke titik yang benar-benar aman.

Padahal, layanan Transjakarta Care seharusnya memberikan proteksi ekstra bagi pelanggan prioritas agar kejadian fatal seperti ini bisa dihindari.

Evaluasi Total Standar Pelayanan Publik

Menanggapi kemarahan Gubernur dan reaksi publik, pihak Transjakarta pun langsung angkat bicara dan menyatakan penyesalan mendalam.

Mereka mengaku sudah menjalin komunikasi langsung dengan korban untuk memberikan perhatian serta pendampingan kesehatan yang diperlukan.

Manajemen Transjakarta kini tengah melakukan audit internal besar-besaran untuk mencari tahu di mana letak kegagalan prosedur yang menyebabkan petugas absen saat dibutuhkan.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi DPM, menjelaskan bahwa penguatan standar pelayanan kini menjadi fokus utama mereka.

Evaluasi dilakukan agar setiap awak bus dan petugas halte lebih peka terhadap pelanggan berkebutuhan khusus.

Pihaknya berjanji akan memperketat pengawasan di lapangan sehingga layanan Transjakarta Care bener-benar sesuai dengan namanya, yaitu memberikan kepedulian nyata bagi penggunanya.

Komitmen Jakarta Kota Inklusif untuk Semua

Gubernur Pramono Anung menekankan bahwa permohonan maaf ini adalah bentuk tanggung jawab moral pemerintah kepada warga. Ia tidak ingin Jakarta hanya cantik di permukaan, tapi gagal melindungi warga yang paling rentan.

Transformasi Jakarta menjadi kota ramah disabilitas akan terus dikawal secara ketat agar tidak hanya menjadi slogan belaka, melainkan dirasakan manfaatnya secara langsung di trotoar dan halte bus.

Kini, publik menanti langkah konkret dari manajemen Transjakarta dalam memperbaiki fasilitas dan kesigapan petugasnya.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi seluruh penyedia layanan publik di ibu kota bahwa empati dan standar operasional prosedur (SOP) harus berjalan beriringan.

Jangan sampai ada lagi warga Jakarta yang merasa terancam keselamatannya saat hanya ingin menggunakan transportasi umum untuk beraktivitas sehari-hari.

Statement:

Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta

“Yang seperti ini tidak boleh terulang kembali. Saya akan memberikan teguran kepada jajaran direksi dan juga manajemen Transjakarta. Saya sudah berulang kali menyampaikan bahwa hal yang berkaitan dengan disabilitas, Jakarta harus lebih ramah. Dan secara khusus untuk ini saya minta maaf.”

3 Poin Penting:

  • Permohonan Maaf Gubernur: Pramono Anung secara resmi meminta maaf atas insiden penumpang tunanetra yang jatuh ke saluran air dan memberikan teguran keras ke manajemen Transjakarta.

  • Evaluasi Transjakarta: Pihak Transjakarta melakukan evaluasi internal total dan memperkuat standar pelayanan (SOP) bagi penyandang disabilitas agar kejadian serupa tidak terulang.

  • Komitmen Kota Ramah: Pemprov DKI Jakarta menegaskan kembali visi Jakarta sebagai kota yang inklusif dan ramah aksesibilitas bagi kelompok disabilitas.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan