Jakarta Kembali Terendam, Cuaca Ekstrem Paksa BPBD Putar Otak

Senin, 19 Januari 2026

Banjir Jakarta (Kontan)

Kondisi cuaca di ibu kota sedang tidak baik-baik saja setelah hujan deras mengguyur tanpa ampun sejak akhir pekan. Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengungkapkan bahwa banjir Jakarta sebenarnya sudah mulai menggenangi sejumlah titik sejak Sabtu (17/01/2026) malam.

Meski sempat menunjukkan tanda-tanda akan surut pada dini hari, harapan warga untuk melihat aspal kering sirna seketika.

Memasuki Minggu (18/01/2026) pagi, ketinggian air justru terpantau kembali naik dengan drastis di beberapa wilayah krusial. Fenomena “banjir susulan” ini membuat warga yang sedang berbenah terpaksa kembali mengamankan barang berharga mereka ke tempat yang lebih tinggi.

Situasi ini menunjukkan betapa dinamis dan tidak menentunya kondisi hidrologis Jakarta saat menghadapi puncak musim hujan.

Kawasan Ancol dan Jakarta Barat Jadi Titik Terparah

Beberapa wilayah yang terdampak cukup signifikan dalam peristiwa kali ini mencakup kawasan wisata Ancol hingga pemukiman padat di Jakarta Barat.

Genangan air yang muncul tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga melumpuhkan akses transportasi di beberapa ruas jalan utama. Tim reaksi cepat pun sudah dikerahkan ke lokasi-lokasi tersebut guna memastikan proses evakuasi dan penanganan darurat berjalan tanpa hambatan.

Pemandangan air kecokelatan yang merendam jalanan menjadi peringatan keras bagi para pengendara untuk tetap waspada dan mencari jalur alternatif.

Pihak berwenang terus memantau pintu air dan pompa-pompa pembuangan agar berfungsi optimal demi mempercepat penurunan debit air. Namun, volume air yang sangat besar membuat proses drainase memerlukan waktu yang lebih lama dari biasanya.

Strategi Modifikasi Cuaca Masih Terus Diupayakan

Menariknya, BPBD DKI Jakarta sebenarnya tidak tinggal diam dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem ini. Mereka mengungkap bahwa upaya modifikasi cuaca telah dilakukan secara intensif selama beberapa hari terakhir guna memecah awan hujan sebelum mencapai daratan Jakarta.

Langkah preventif ini diambil sebagai bentuk ikhtiar teknologi untuk meminimalisir dampak curah hujan yang diprediksi akan melampaui batas normal.

Sayangnya, kekuatan alam terkadang sulit untuk dibendung sepenuhnya meskipun intervensi manusia sudah dilakukan secara maksimal. Prediksi dari BMKG pun terbukti akurat, di mana intensitas hujan hari ini tetap berada pada level tinggi.

Kombinasi antara fenomena alam dan kondisi geografis membuat tantangan pengendalian air di Jakarta menjadi semakin kompleks dan membutuhkan koordinasi lintas sektoral yang lebih kuat.

Prediksi BMKG Jadi Acuan Siaga Satu

Mohamad Yohan menegaskan bahwa koordinasi dengan BMKG terus diperketat guna memantau pergerakan awan dan potensi hujan susulan. Mengingat intensitas hujan yang diprediksi masih akan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan, status siaga tetap diberlakukan di seluruh wilayah rawan bencana.

Masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan selalu memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi pemerintah agar tidak termakan disinformasi.

Statement:

Mohamad Yohan, Kapusdatin BPBD DKI Jakarta

“Sesuai prediksi BMKG, intensitas hujan hari ini memang cukup tinggi hingga menyebabkan banjir kembali naik di beberapa titik. Kami tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai, karena cuaca masih sangat dinamis meski modifikasi sudah dilakukan.”

3 Poin Penting:

  1. Fluktuasi Ketinggian Air: Banjir Jakarta sempat surut pada Sabtu malam namun kembali naik signifikan pada Minggu pagi akibat intensitas hujan yang meningkat.

  2. Wilayah Terdampak: Kawasan Ancol dan Jakarta Barat menjadi titik fokus perhatian karena genangan air yang cukup tinggi dan mengganggu aktivitas warga.

  3. Upaya Mitigasi: BPBD telah melakukan teknologi modifikasi cuaca, namun curah hujan ekstrem sesuai prediksi BMKG tetap mengakibatkan genangan di beberapa wilayah.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir