Jangan Asal Colok! Kenali Aturan Baru Pakai Power Bank di Kereta dan Pesawat

Senin, 22 Desember 2025

Ilustrasi isi ulang ponsel dan power bank (canva)

Sobat traveler, ada kabar penting nih buat kamu yang hobi bepergian jauh pakai transportasi umum. Ternyata bukan cuma di pesawat saja, sekarang PT KAI juga makin memperketat aturan main soal penggunaan perangkat pengisi daya atau power bank.

Pasalnya, baterai lithium-ion yang ada di dalam power bank itu sifatnya sangat sensitif. Kombinasi antara kerusakan fisik, usia perangkat yang sudah tua, atau salah penggunaan bisa bikin alat ini berubah jadi pemicu kebakaran yang membahayakan nyawa.

Baru-baru ini, PT KAI merilis instruksi khusus untuk meminimalisasi risiko kebakaran di gerbong kereta. Kebijakan ini diambil demi menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan seluruh penumpang selama perjalanan.

Jadi, buat kamu yang biasanya “nemplok” di dekat stopkontak, mendingan baca dulu aturan mainnya biar nggak kena tegur petugas atau malah memicu kejadian yang nggak diinginkan di tengah jalan.

Stopkontak Kereta Bukan untuk Isi Ulang Power Bank

Satu hal yang paling krusial adalah larangan keras mengisi ulang daya power bank menggunakan stopkontak di kereta api.

Ingat ya, stopkontak yang tersedia di kursi penumpang itu hanya didesain untuk perangkat dengan konsumsi daya rendah.

Perangkat yang boleh dicolok cuma sebatas ponsel pintar, pelantang telinga (earphone), tablet, dan laptop.

Mengisi ulang daya power bank di sana sangat dilarang karena berisiko membebani sistem kelistrikan kereta secara berlebihan.

Selain itu, kamu wajib memastikan power bank yang kamu bawa punya label kapasitas daya yang jelas. PT KAI meminta penumpang untuk menghitung kapasitas maksimal perangkat mereka dengan rumus sederhana: watt-jam (Wh) adalah hasil dari kapasitas miliampere-jam (mAh) dikali voltase (V) dibagi 1.000.

Kalau labelnya sudah hilang atau kapasitasnya melebihi batas yang ditentukan, lebih baik perangkat tersebut tidak digunakan selama berada di dalam gerbong.

Standar Ketat Maskapai Dunia Menghadapi Risiko Baterai

Nggak cuma di darat, aturan di udara bahkan jauh lebih ketat. Maskapai kelas dunia seperti Emirates sudah memberlakukan aturan baru yang efektif per 1 Oktober 2025.

Penumpang memang masih boleh membawa power bank ke dalam kabin, tapi statusnya cuma “numpang lewat” alias dilarang untuk digunakan sama sekali selama penerbangan.

Kamu nggak boleh memakai power bank untuk mengisi daya ponsel, apalagi mengisi ulang baterai power bank tersebut pakai sumber daya pesawat.

Alasan di balik aturan ini adalah meningkatnya insiden thermal runaway pada baterai litium di industri penerbangan global.

Thermal runaway adalah kondisi di mana sel baterai mengalami panas berlebih yang tidak terkendali, sehingga memicu ledakan atau pelepasan gas beracun.

Apalagi, banyak produk di pasaran yang tidak memiliki standar perlindungan pengisian daya berlebih (overcharge), sehingga risiko bahayanya menjadi berkali-kali lipat saat berada di ketinggian.

Letakkan di Tempat Terjangkau demi Keamanan Bersama

Emirates juga mewajibkan penumpang untuk meletakkan power bank di lokasi yang mudah dijangkau, bukan di dalam tas yang tertumpuk di bagasi kabin.

Tujuannya simpel: kalau sampai terjadi hal yang tidak terduga seperti munculnya asap atau percikan api, awak kabin bisa merespons dan memadamkan sumber api dengan cepat.

Keselamatan penerbangan sangat bergantung pada kedisiplinan kita dalam menyimpan perangkat elektronik yang mengandung bahan kimia aktif ini.

Dengan semakin ketatnya regulasi ini, kita sebagai anak muda yang melek teknologi harus lebih bijak dan disiplin.

Jangan sampai keinginan untuk tetap eksis dengan ponsel yang selalu penuh dayanya malah mengorbankan keselamatan orang banyak.

Selalu cek kondisi fisik perangkat kamu sebelum berangkat, pastikan kabelnya asli, dan patuhi semua rambu-rambu yang sudah ditetapkan oleh operator transportasi baik di darat maupun di udara.

3 Poin Penting:

  1. PT KAI secara tegas melarang penumpang mengisi ulang daya (charging) power bank menggunakan stopkontak di dalam kereta api demi mencegah risiko kebakaran.

  2. Maskapai penerbangan seperti Emirates melarang penggunaan power bank (baik mengisi atau diisi dayanya) selama penerbangan efektif mulai Oktober 2025.

  3. Kerusakan atau pengisian daya berlebih pada baterai lithium-ion dapat memicu thermal runaway yang mengakibatkan ledakan, kebakaran, dan gas beracun.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir