Kejuaraan mobil listrik Formula E akan menghadapi perombakan besar-besaran menjelang musim 2025-2026.
Mundurnya tim McLaren dari kompetisi menjadi katalis utama, yang membuat beberapa pembalap veteran, termasuk Robin Frijns, Sam Bird, dan Jean-Eric Vergne, terancam kehilangan tempat.
Sejumlah pembalap telah mengamankan posisi mereka. Juara dunia Oliver Rowland akan tetap bersama Nissan, berduet dengan Norman Nato.
Sementara itu, Mahindra akan mempertahankan pasangan Nyck de Vries dan Edoardo Mortara. Juara bertahan Pascal Wehrlein juga dipastikan tetap di Porsche, namun rekan setimnya, Antonio Felix da Costa, masih menjadi teka-teki.
Da Costa dikabarkan memiliki pilihan antara tetap di Porsche atau pindah ke Jaguar bersama Mitch Evans.
Di sisi lain, pergerakan terbesar terjadi di tim-tim di bawah naungan Stellantis. Spekulasi mengarah pada Nick Cassidy, yang dikabarkan akan bergabung dengan salah satu tim Stellantis.
Kehadiran Cassidy membuat posisi para pembalap veteran seperti Jean-Eric Vergne dan juara musim 2021-2022 Stoffel Vandoorne menjadi tidak pasti.
Vergne berpotensi kehilangan kursinya meskipun telah menjadi duta merek DS Automobiles.
Nama Baru Mencuat
Beberapa nama baru juga mencuat dalam bursa pembalap. Dan Ticktum menjadi incaran Porsche, terutama jika da Costa pindah ke Jaguar, setelah ia berhasil meraih kemenangan pertamanya di Jakarta E-Prix.
Selain itu, Felipe Drugovich dan Zak O’Sullivan dikabarkan menjadi kandidat untuk mengisi kursi kosong di tim Envision yang ditinggalkan oleh Frijns.
Situasi paling sulit dihadapi oleh Sam Bird dan Jake Hughes. Bird, yang telah berkompetisi di Formula E sejak musim perdana, kemungkinan besar akan keluar dari kejuaraan setelah McLaren hengkang.
Nasib Hughes pun belum jelas, meskipun ada upaya negosiasi untuk mempertahankan posisinya.



