Jepang Gak Mau Nyerah, Siap Gaspol Produksi Chip Canggih 2027

Rabu, 17 Desember 2025

Ilustrasi cipset (ist)

Jepang udah lama banget kehilangan ‘taring’ di industri chip global, padahal dulu mereka adalah pemain dominan di era 1980-an.

Apalagi sekarang, popularitas teknologi kecerdasan buatan (AI) lagi melambung banget, bikin persaingan makin ketat.

Tapi, Jepang gak mau nyerah! Mereka punya rencana besar buat mengembalikan reputasinya sebagai pemain chip kawakan, mulai 2027 mendatang.

Gimana strateginya? Raksasa telekomunikasi Jepang, NTT, bilang mereka lebih milih pendekatan ‘niche’ ketimbang kompetisi soal skala dan harga. Ini dipilih karena mereka sadar gak bisa ngalahin pemain gede.

NTT sendiri adalah salah satu korporasi yang berinvestasi ke Rapidus, yakni produsen chip yang dibekingi pemerintah dan berencana memulai produksi massal chip canggih dua tahun lagi.

Rapidus Jadi Pahlawan: Dana US$65 Miliar Siap Digelontorkan

Rapidus, yang didirikan pada 2022, punya peran sentral banget dalam rencana besar pemerintah Jepang ini. Pemerintah menggelontorkan dana USD65 miliar buat menggenjot industri chip dan AI mereka.

Dukungan finansial ini jelas nunjukin keseriusan negara.

Gak cuma dana pemerintah, tiga bank besar Jepang juga berencana meminjamkan sekitar 2 triliun yen ke Rapidus.

Dukungan besar-besaran ini dimaksudkan agar Rapidus bisa fokus ke produksi massal chip canggih mulai tahun 2027 dan menghindari kesalahan masa lalu saat Jepang kehilangan daya saing karena terlalu fokus ke produksi berbiaya rendah.

Strategi Jitu: High Variety, Low Volume Demi Harga Premium

Jun Sawada dari NTT ngejelasin kenapa strategi mereka harus berubah. Makanya, mereka pilih jalan lain.

Strategi ini berarti mereka bakal memproduksi berbagai macam chip yang sangat khusus dalam volume yang lebih rendah.

Pendekatan niche ini memungkinkan Rapidus untuk menetapkan harga lebih tinggi untuk produk-produk spesialis tersebut, daripada bersaing harga dengan pemain raksasa lain.

Teknologi Cahaya: IOWN NTT Bikin Chip Makin Efisien

Gak cuma soal strategi pasar, Jepang juga siap dengan teknologi inovatif. NTT ingin Rapidus mengadopsi teknologi IOWN miliknya, yaitu teknologi yang menggunakan cahaya untuk transmisi data.

Sawada bilang teknologi ini lebih cepat dan efisien daya daripada teknologi chip standar saat ini.

Rencana Jepang buat mengembalikan kejayaannya di industri chip ini juga sejalan dengan upaya Washington yang ingin memastikan rantai pasok chip aman sebagai respons atas perkembangan teknologi canggih dari China.

Ini nunjukin bahwa strategi teknologi Jepang punya implikasi geopolitik yang besar.

Statement:

Jun Sawada, NTT

“Dalam hal skala ekonomi, kita tidak bisa mengalahkan TSMC Taiwan atau Samsung Electronics Korea Selatan. Kita harus mengincar variasi produk yang tinggi, volume produksi yang rendah.”

3 Poin Penting:

  1. Jepang berencana mengembalikan reputasi di industri chip mulai 2027 melalui strategi ‘niche’ dan tidak lagi bersaing dalam skala dan harga dengan Taiwan atau Korsel.

  2. Produsen chip Rapidus, yang didukung pemerintah Jepang dengan dana US$65 miliar, akan memimpin produksi massal chip canggih dengan fokus pada variasi produk yang tinggi dan volume rendah untuk pasar khusus.

  3. NTT ingin Rapidus mengadopsi teknologi IOWN miliknya yang menggunakan cahaya untuk transmisi data, yang diklaim lebih cepat dan efisien daya, sejalan dengan upaya pengamanan rantai pasok chip global.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir