Di tengah pemadaman listrik yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Jawa dan Bali, warga Kampung Tangsijaya, Desa Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) justru tetap beraktivitas dengan tenang.
Rahasianya ada pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang telah mereka kelola secara mandiri selama puluhan tahun dengan memanfaatkan aliran Sungai Ciputri sebagai sumber energi utama.
Kemandirian energi tersebut bukanlah hasil instan. Jauh sebelum jaringan listrik negara menjangkau kawasan lereng Gununghalu, masyarakat setempat sudah berinisiatif membangun sistem pembangkit sederhana berbasis tenaga air.
Kini, PLTMH berkapasitas 30.000 watt yang dikelola oleh Koperasi Produsen Rimba Lestari (Kopbari) mampu memasok kebutuhan listrik bagi sekitar 90 rumah tangga di kampung tersebut.
Berawal dari Kincir Air Sederhana
Ketua Kopbari sekaligus pengelola PLTMH, Opan Sopandi, menjelaskan bahwa upaya memanfaatkan energi air sudah dimulai sejak awal 1990-an ketika warga masih mengandalkan lampu tempel dan minyak tanah untuk penerangan malam hari.
Keterbatasan akses listrik mendorong masyarakat untuk berinovasi dengan membuat kincir air berbahan kayu dan dinamo rakitan dari magnet bekas motor.
Pada masa itu, setiap rumah umumnya memiliki kincir air sendiri yang dipasang di aliran sungai. Meski daya yang dihasilkan hanya sekitar 100 hingga 300 watt, teknologi sederhana tersebut menjadi solusi penting bagi warga yang tinggal jauh dari pusat layanan listrik.
Keberadaan Sungai Ciputri dengan debit air yang stabil menjadi modal utama dalam membangun sistem energi mandiri yang berkelanjutan.
Dari Turbin Kecil Hingga PLTMH Modern
Perjalanan panjang menuju kemandirian energi memasuki babak baru pada 2004 ketika seorang warga dari Cihanjuang membantu membangun turbin mikrohidro sederhana berkapasitas 3.000 watt.
Untuk pertama kalinya, listrik di Kampung Tangsijaya dikelola secara terpusat dan mampu melayani sekitar 60 rumah warga. Meski hanya bertahan selama dua tahun, pengalaman tersebut menjadi titik awal pengembangan pembangkit yang lebih besar.
Warga kemudian mengajukan bantuan kepada pemerintah dan berhasil mendapatkan program PLTMH dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat pada akhir 2007.
Saat itu kapasitas pembangkit meningkat menjadi 18.000 watt dan mampu melayani 65 kepala keluarga.
Seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan listrik, kapasitas tersebut terus ditingkatkan hingga mencapai 30.000 watt melalui bantuan kementerian pada 2024.
Energi Hijau Murah dan Ramah Lingkungan
PLTMH terbaru memanfaatkan bendungan kecil yang dibangun di lereng gunung untuk menampung air sebelum dialirkan melalui pipa berdiameter 70 sentimeter menuju rumah pembangkit atau power house.
Setelah menghasilkan listrik, air dikembalikan lagi ke sungai sehingga tidak merusak ekosistem maupun mengurangi ketersediaan sumber daya air bagi masyarakat.
Menariknya, warga hanya membayar iuran sekitar Rp25.000 per bulan untuk menikmati listrik dengan rata-rata daya 450 watt per rumah. Angka tersebut jauh lebih murah dibandingkan biaya listrik konvensional yang bisa mencapai sekitar Rp100.000 per bulan.
Bagi masyarakat Tangsijaya, kemandirian energi bukan hanya soal listrik murah, tetapi juga cara menjaga kelestarian hutan dan sumber air agar pasokan energi tetap berkelanjutan untuk generasi mendatang.
Statement:
Opan Sopandi, Ketua Koperasi Produsen Rimba Lestari (Kopbari)
“Yang terpenting dari kemandirian energi ini, masyarakat jadi sadar bahwa mereka harus menjaga lingkungan, menjaga hutan, agar arus air tetap stabil dan listrik tetap menyala.”
“Kalau tetangga desa kami yang pasang dari PLN dengan daya segitu, rata-rata mereka bayar per bulan Rp100.000, tetapi di sini warga hanya dikenakan iuran Rp25.000 per bulan.”
3 Poin Penting:
- Kampung Tangsijaya di Bandung Barat memiliki PLTMH berkapasitas 30.000 watt yang melayani 90 rumah secara mandiri.
- Kemandirian energi dimulai sejak 1990-an melalui kincir air sederhana sebelum berkembang menjadi sistem mikrohidro modern.
- Warga hanya membayar iuran Rp25.000 per bulan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan agar pasokan listrik tetap berkelanjutan.



![Kebakaran Hutan KARHUTLA [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/pulau-rhodes-yunani-dikepung-kebakaran-hutan-ribuan-turis-dievakuasi-4_169-300x169.jpeg)