Kalau sejarah manusia tersimpan dalam buku, sejarah bumi ternyata tersimpan di dalam batuan. Gambaran itu terlihat jelas di Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah, yang menyimpan lebih dari 33.000 spesimen geodiversitas.
Koleksi tersebut menjadi arsip alam yang membantu ilmuwan menelusuri proses pembentukan Pulau Jawa hingga pergerakan lempeng yang berlangsung jutaan tahun lalu.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memanfaatkan puluhan ribu koleksi tersebut sebagai laboratorium alam untuk mempelajari berbagai proses geologi.
Batuan di kawasan ini juga menyimpan informasi mengenai aktivitas tektonik dan jejak patahan yang penting untuk memahami potensi kebencanaan, termasuk gempa bumi.
Membaca Perjalanan Bumi dari Sebongkah Batu
PIC Fungsi Layanan Koleksi Ilmiah, KKI Geodiversitas, Sukendar Asikin – Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN, Kristiawan Widiyanto, mengatakan batuan yang tersingkap di Karangsambung memiliki nilai penting untuk memahami evolusi bumi.
Peneliti tidak sekadar melihat bentuk batu, tetapi menelusuri informasi yang tersimpan di dalamnya melalui berbagai metode penelitian.
Dari penelitian tersebut, ilmuwan dapat mengidentifikasi lingkungan serta proses geologi yang pernah terjadi pada masa lalu.
Karangsambung menjadi lokasi penting karena menyimpan berbagai jenis batuan yang berkaitan dengan perjalanan geologi Indonesia, termasuk proses pembentukan Pulau Jawa yang dipengaruhi aktivitas subduksi lempeng.
Jejak Subduksi hingga Potensi Gempa
Sejumlah spesimen menjadi bukti menarik dari proses geologi tersebut, seperti fosil Radiolaria yang ditemukan pada batu rijang laut dalam, Sekis Mika yang diperkirakan berumur sekitar 117–125 juta tahun, serta batuan beku seperti diabas dan lava bantal atau pillow lava.
Bagi peneliti, keberadaan berbagai batuan itu seperti potongan puzzle yang membantu menyusun kembali sejarah geologi Pulau Jawa.
Informasi dari batuan juga tidak berhenti pada cerita masa lalu. Tekanan dari dalam bumi dapat menyebabkan lapisan batuan mengalami deformasi dan patahan.
Rekaman perubahan tersebut kemudian dapat digunakan untuk mengidentifikasi zona patahan serta wilayah yang pernah mengalami pergerakan, sehingga relevan dalam kajian kebencanaan.
Dari Sejarah Geologi ke Mitigasi Bencana
Dengan kata lain, batuan yang terbentuk jutaan tahun lalu masih memiliki kaitan dengan kehidupan manusia saat ini.
Selain membantu membaca potensi kebencanaan, koleksi geodiversitas juga dapat memberikan informasi mengenai mineral dan bahan galian yang berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan industri, konstruksi, hingga pengembangan teknologi.
Karangsambung Jadi Laboratorium Alam
Kekayaan geologi membuat Karangsambung telah lama menjadi lokasi pembelajaran ilmu kebumian. Sejak 1964, kawasan tersebut digunakan sebagai kampus lapangan untuk kegiatan pendidikan dan penelitian geologi.
Perannya kemudian semakin kuat setelah kawasan Karangsambung-Karangbolong ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada 2018 dan selanjutnya memperoleh status UNESCO Global Geopark melalui proses yang berlangsung hingga 2024.
Status tersebut menunjukkan bahwa kekayaan geologi Karangsambung bukan hanya penting bagi ilmuwan. Kawasan ini juga menjadi ruang belajar untuk mengenalkan geodiversitas kepada pelajar, mahasiswa, dan masyarakat.
BRIN pun mendorong agar puluhan ribu koleksi geologi yang tersedia dapat terus dimanfaatkan sebagai sumber data penelitian sekaligus media pendidikan.
Batu Biasa, Cerita Luar Biasa
Kristiawan berharap koleksi geologi Karangsambung dapat terus membuka peluang penelitian baru dan memperluas pemahaman masyarakat mengenai sejarah bumi.
Sebab, semakin banyak informasi yang berhasil dibaca dari batuan, semakin lengkap pula gambaran mengenai proses geologi yang membentuk wilayah Indonesia.
Pada akhirnya, 33.000 lebih spesimen geodiversitas di Karangsambung bukan sekadar kumpulan batu.
Di balik bentuknya yang terlihat sederhana, tersimpan rekaman perjalanan bumi selama jutaan tahun, mulai dari pergerakan lempeng, pembentukan Pulau Jawa, hingga jejak patahan yang masih relevan untuk memahami risiko gempa saat ini.
3 Poin Penting:
- Karangsambung menyimpan lebih dari 33.000 spesimen geodiversitas yang menjadi arsip alam untuk mempelajari sejarah dan evolusi bumi.
- Batuan di kawasan ini membantu penelitian kebencanaan, termasuk identifikasi zona patahan dan pergerakan geologi yang berkaitan dengan potensi gempa.
- Karangsambung memiliki nilai pendidikan dan penelitian tinggi, telah menjadi kampus lapangan sejak 1964 dan bagian dari UNESCO Global Geopark.



