Kabar mengejutkan datang dari panggung bisnis transportasi modern tanah air.
PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) baru saja mengumumkan bahwa kerja sama strategis mereka dengan PT Rekan Anak Bangsa (RAB), yang merupakan entitas usaha dari raksasa teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), resmi dinyatakan berakhir.
Hubungan kemitraan yang sempat digadang-gadang bakal menjadi poros baru transportasi ramah lingkungan ini ternyata hanya mampu bertahan kurang dari dua tahun saja.
Keputusan untuk menyudahi kolaborasi ini terjadi secara resmi pada awal bulan Juli ini. Pihak Express Group mengaku telah menerima surat resmi dari RAB mengenai pengakhiran Perjanjian Pengadaan Jasa yang mengikat kedua belah pihak selama ini.
Langkah perpisahan bisnis ini langsung mencuri perhatian para investor di lantai bursa serta para pengamat industri transportasi berbasis aplikasi digital karena momentum kebangkitan TAXI yang terancam melambat.
Dampak Signifikan Terhadap Pendapatan dan Langkah Antisipasi Perseroan
Pengakhiran kontrak kerja sama dengan GOTO Group ini diakui secara terbuka akan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap proyeksi keuangan perusahaan ke depan.
Mengingat ekosistem GOTO memiliki basis pengguna yang sangat masif, hilangnya jalur kolaborasi ini otomatis memotong salah satu keran pemasukan utama emiten berkode saham TAXI tersebut.
Meski demikian, manajemen perusahaan menegaskan tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah taktis untuk menjaga stabilitas bisnis.
Guna menyiasati potensi penurunan performa finansial tersebut, emiten transportasi legendaris ini sedang menyusun strategi baru untuk mengoptimalkan pendapatan dari sisa kontrak kerja dengan mitra-mitra strategis lainnya.
Perusahaan berkomitmen untuk tetap bergerak lincah di tengah dinamisnya kompetisi pasar moda transportasi darat. Kehilangan satu kontrak besar justru menjadi pemicu bagi perseroan untuk melakukan diversifikasi layanan secara lebih mandiri dan agresif.
Kilas Balik Momentum Kebangkitan TAXI Lewat Ekosistem Kendaraan Listrik Gojek
Jika menengok ke belakang, Taxi Express sebenarnya sempat mendapatkan angin segar dan momentum pertumbuhan baru pasca-menjalin kesepakatan dengan GOTO Group pada November 2024 silam.
Bisnis taksi konvensional mereka sebelumnya sempat hancur lebur akibat disrupsi massal taksi online sejak tahun 2015, yang kemudian diperparah oleh hantaman krisis pandemi global beberapa tahun lalu hingga hanya menyisakan lini bisnis bus pariwisata.
Melalui kerja sama pasca-pandemi tersebut, Express Group sebenarnya mendapatkan peluang emas untuk mengoperasikan sekaligus mengelola armada mobil listrik BYD M6 milik Gojek.
Proyek ambisius ini juga mencakup pengelolaan fasilitas komprehensif berupa pool penampungan kendaraan terpadu yang sudah dilengkapi dengan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Aliansi ini awalnya diproyeksikan menjadi batu loncatan besar bagi TAXI untuk kembali merajai jalanan.
Harapan Operasional Puluhan Ribu Armada GoCar Ramah Lingkungan yang Harus Pupus
Pada awal pembentukan kemitraan, manajemen perseroan menaruh ekspektasi yang sangat tinggi di mana mereka menargetkan mampu mengoperasikan hingga 24 ribu armada taksi modern guna memenuhi kebutuhan mobilitas penumpang di area Jabodetabek.
Sinergi ini dirancang untuk menyatukan keahlian Express dalam manajemen pengelolaan armada fisik dengan keunggulan teknologi aplikasi digital yang dimiliki oleh Gojek demi menghadirkan standar baru layanan GoCar yang lebih inovatif.
Namun, visi besar untuk menghadirkan opsi transportasi publik yang ramah lingkungan dan terintegrasi tersebut kini harus kandas di tengah jalan.
Kedua perusahaan raksasa ini akhirnya sepakat untuk mengambil jalan masing-masing dan menyudahi seluruh bentuk kerja sama operasional yang telah berjalan.
Dinamika ini menjadi bukti nyata betapa ketat dan menantangnya konsistensi bisnis di sektor teknologi transportasi modern saat ini.
Statement:
Johannes Triatmojo, Direktur Utama PT Express Transindo Utama Tbk
“Dalam surat tersebut disampaikan bahwa pengakhiran perjanjian akan berlaku efektif pada 2 Juli 2026. Kami mengakui bahwa kehilangan kontrak dari GOTO Group akan berdampak pada pendapatan perseroan. Namun, perseroan akan terus berupaya mengoptimalkan pendapatan dari kontrak kerja yang lain untuk menjaga kinerja operasional.”
3n Poin Penting:
-
Kerja Sama Resmi Berakhir: Emiten taksi TAXI dan GOTO Group resmi mengakhiri perjanjian pengadaan jasa terhitung efektif mulai tanggal 2 Juli 2026 setelah berjalan kurang dari dua tahun.
-
Pukulan Finansial Perseroan: Manajemen Express mengakui pemutusan kemitraan ini berdampak langsung pada penurunan pendapatan, namun mereka langsung bersiap memaksimalkan lini kontrak kerja dengan pihak lain.
-
Gagalnya Proyek Mobil Listrik: Perpisahan ini sekaligus memupuskan ambisi bersama untuk mengelola 24 ribu armada mobil listrik BYD M6 dan infrastruktur SPKLU untuk layanan GoCar di Jabodetabek.



