Guys, menjaga pesisir itu enggak cuma soal menanam pohon, tapi juga membangun masa depan yang lebih tahan banting terhadap perubahan iklim. Buktinya, intip aja Ekowisata Mangrove Cuku Nyinyi di Desa Sidodadi, Pesawaran, Lampung.
Kawasan ini dalam beberapa tahun terakhir sukses banget jadi role model sinergi keren antara lingkungan dan ekonomi lokal.
Kawasan konservasi ini enggak sendiri, lho. Mereka didukung penuh oleh PT Bukit Asam Tbk, anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID.
Berkat kolaborasi solid bareng masyarakat, sudah sekitar 30.000 bibit mangrove berhasil ditanam di lahan seluas 10 hektare!
Hutan mangrove yang terbentuk ini enggak main-main, diperkirakan mampu menyerap hingga 370.000 kilogram karbon per tahun dan pastinya, ampuh melindungi garis pantai dari ancaman abrasi.
Dari Lahan Kritis Jadi Nursery Ground dan Sumber Penghasilan
Awal mula gerakan ini lahir dari kegelisahan warga melihat pesisir yang makin terdegradasi.
Ketua Pengelola Ekowisata Cuku Nyinyi, Andi Sofiyan, bercerita bahwa lahan kritis ini berhasil disulap jadi pusat konservasi berkat dukungan corporate seperti PT Bukit Asam.
Mangrove jenis Rhizophora stylosa kini menjadi fokus konservasi utama di sana.
Manfaatnya enggak cuma sebatas ekologi aja. Berubahnya kawasan ini menjadi destinasi ekowisata membuka keran ekonomi baru bagi warga pesisir.
Mereka kini dapat pendapatan tambahan dari menyewakan perahu, jualan kuliner lokal, hingga mengelola fasilitas wisata.
Keluarga yang dulu cuma bergantung pada hasil laut, sekarang punya sumber nafkah alternatif yang jauh lebih stabil.
Mandiri Bikin Bibit, Ekonomi Rolling Terus
Kabar baiknya lagi, konservasi mangrove yang sehat di sana juga memulihkan ekosistem perikanan. Hutan mangrove yang subur berfungsi sebagai nursery ground alias tempat berkembang biak yang ideal bagi berbagai biota laut.
Alhasil, produktivitas perikanan warga setempat pun kembali meningkat! Udah ramah lingkungan, ikan jadi banyak!
Untuk memastikan program ini berjalan long-term, masyarakat Cuku Nyinyi bahkan membangun unit pembibitan mandiri.
Bibit yang mereka hasilkan enggak cuma buat kebutuhan lokal, tapi juga dikirim ke daerah lain. Hasil penjualannya? Diputar kembali buat operasional konservasi.
Ini adalah model usaha yang berkelanjutan banget! “Kami membuktikan bahwa konservasi mangrove adalah investasi jangka panjang,” tegas Andi Sofiyan.
Dukungan Pemerintah dan Strategi Blue Carbon
Upaya Cuku Nyinyi ini ternyata sejalan dengan strategi nasional. Direktur Rehabilitasi Mangrove Ditjen PDASRH Kementerian LHK, Ristianto Pribadi, mengapresiasi langkah ini.
Beliau menyebut bahwa Indonesia sudah merehabilitasi lebih dari 165 ribu hektare mangrove, menjadikan total luas ekosistem mangrove nasional mencapai 3,44 juta hektare—sekitar 23 persen dari total global!
Ristianto menekankan bahwa kerja sama multipihak seperti dukungan dari anggota MIND ID sangat penting.
Konservasi seperti di Cuku Nyinyi jelas menunjukkan bagaimana kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha bisa menghasilkan dampak nyata: pesisir terlindungi, emisi karbon berkurang, dan ekonomi lokal ikut bertumbuh. Keren abis!
3 Poin Penting Rangkuman
-
Sinergi Konservasi dan Ekonomi: Ekowisata Mangrove Cuku Nyinyi di Lampung menjadi model sukses kolaborasi antara masyarakat dan PT Bukit Asam, di mana 30.000 bibit mangrove ditanam untuk menyerap 370.000 kg karbon per tahun dan melindungi dari abrasi, sekaligus membuka peluang ekonomi baru (wisata dan kuliner) bagi warga.
-
Nursery Ground dan Kemandirian Bibit: Mangrove yang tumbuh sehat memulihkan ekosistem perikanan (nursery ground). Masyarakat juga membangun unit pembibitan mandiri yang hasilnya dijual untuk membiayai operasional konservasi, menciptakan model usaha yang berkelanjutan.
-
Dukungan Strategi Nasional: Program Cuku Nyinyi sejalan dengan rehabilitasi mangrove nasional (3,44 juta hektare) dan mendukung strategi iklim Indonesia menuju FOLU Net Sink 2030. Pemerintah mengapresiasi kolaborasi multipihak ini sebagai bagian dari pengembangan blue carbon.


![hari konservasi dunia [dok. Getty Images/iStockphoto/Farknot_Architect]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/hari-strategi-konservasi-sedunia_169-300x169.jpeg)
![berkebun [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/3841bb55-tin-700x394-1-300x169.jpg)