Di tengah isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta, muncul sebuah kisah humanis yang menghangatkan hati dari Bandung.
Para pemilik kendaraan, terutama roda dua, masih harus menunggu kapan bensin beroktan tinggi di SPBU berlogo kerang, Shell, akan kembali normal.
Saat ini, banyak SPBU Shell di Indonesia dilaporkan hanya menjual jenis diesel, berimbas pada sepinya transaksi jual beli bensin untuk motor dan mobil.
Kekosongan stok ini, yang seharusnya menjadi cerita kegagalan bisnis, justru diubah menjadi kisah solidaritas yang inspiratif. Sebuah SPBU Shell di kawasan Cihampelas, Bandung, mendadak ramai, tetapi bukan karena bensin, melainkan karena kopi darat (kopdar).
Sejumlah komunitas motor 2-tak di Bandung kompak menjadikan lokasi tersebut sebagai basecamp dadakan, dengan tujuan mulia untuk mendukung para pegawai di sana agar tidak terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Kopdar 2-Tak: Aksi Cerdas Melawan Ancaman PHK
Keramaian unik di SPBU Shell Cihampelas ini terekam dalam video yang diambil oleh Zaki Adzkia dan kemudian viral di media sosial pada Jumat (17/10/2025).
Video tersebut memperlihatkan puluhan motor 2-tak, dari Vespa hingga motor sport lawas, memadati area yang biasanya sibuk dengan antrean pengisian bensin. Mereka datang bukan untuk mengisi tangki, melainkan untuk berbagi tawa, cerita, dan support.
Aksi ini adalah bentuk dukungan humanis yang cerdas. Di tengah kekosongan bensin, banyak SPBU swasta terpaksa mengandalkan penjualan produk sampingan seperti oli, bengkel kecil, atau kafe untuk bertahan.
Dengan berkumpul dan ngopi di lokasi tersebut, komunitas motor 2-tak secara tidak langsung membantu meningkatkan pendapatan tambahan SPBU, mengurangi risiko PHK yang mengancam para petugas.
Zaki, sang perekam, mengakui kurang mengetahui siapa penggagas utamanya, namun inisiatif ini menunjukkan jiwa kesetiakawanan yang tinggi di kalangan penghobi motor.
Transformasi SPBU: Dari Tempat Mengisi Daya Menjadi Pusat Komunitas
Fenomena SPBU yang kosong bensin namun ramai oleh komunitas ini mencerminkan adaptasi humanis dalam menghadapi krisis.
SPBU Shell kini bertransformasi sementara dari sekadar tempat mengisi bahan bakar menjadi pusat komunitas yang menawarkan kenyamanan dan suasana hangat.
Hal ini terjadi juga di sejumlah SPBU swasta lainnya, seperti BP dan Vivo, yang mengalami kondisi serupa.
Laporan dari berbagai lokasi menunjukkan bahwa petugas SPBU yang bensinnya kosong kini menjajakan minuman dingin, kopi kekinian, makanan ringan, dan roti.
Mereka menunjukkan kegigihan luar biasa, mencari cara bertahan di tengah kondisi sulit. Kisah ini mengajarkan bahwa di balik masalah besar korporasi, ada perjuangan hidup sehari-hari para pegawai yang layak mendapat apresiasi dan dukungan.
Solidaritas Motor dan Harapan Akan Normalisasi BBM
Dukungan yang diberikan komunitas motor 2-tak ini melampaui batas kota.
Zaki juga menyebut bahwa komunitas yang datang ke Shell Cihampelas tidak hanya berasal dari Bandung, melainkan juga dari Garut dan wilayah luar Bandung lainnya, menunjukkan solidaritas yang meluas.
Ini adalah harapan kolektif bahwa situasi kelangkaan BBM yang terjadi di SPBU swasta ini dapat segera berakhir.
Meskipun pemilik kendaraan masih menunggu kapan pasokan BBM Shell, terutama jenis bensin, akan kembali normal, aksi kopdar ini memberikan energi positif.
Ini adalah contoh nyata bagaimana masyarakat sipil bisa turun tangan secara kreatif untuk membantu sesama yang terancam PHK.
Kisah di Bandung ini menjadi penanda bahwa di tengah dinamika bisnis dan kebijakan yang kompleks, semangat gotong royong dan kemanusiaan tetap menjadi bahan bakar utama bagi kehidupan.
Statement:
Analis Sosiologi Kota dan Budaya Komunitas
“Aksi kopdar komunitas motor 2-tak di SPBU Shell yang kosong adalah kritik sosial yang dibungkus dengan solidaritas paling elegan. Mereka bukan hanya ngopi dan nongkrong, tetapi mereka secara humanis menopang moral dan finansial para petugas yang terancam PHK akibat kebijakan pasokan BBM. Ini adalah pengingat bagi pihak Shell dan pemerintah bahwa di balik neraca komoditas dan persetujuan impor, ada ratusan kepala keluarga yang bergantung pada operasional SPBU. Komunitas motor telah menunjukkan, bahwa semangat kemanusiaan jauh lebih berharga daripada setetes bensin.”



![camping campervan [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/1_gOdxvR0_GPK4MM6MTl_qNA-min-300x169.jpeg)