Klaim Sakti Bisa Gampar Malaikat, Kontroversi Mama Ghufron Kembali Bikin Netizen Geleng Kepala

Minggu, 11 Januari 2026

Mama Gufron (Facebook/Abuya Mama Ghufron Al Bantani)

Dunia maya kembali dihebohkan oleh aksi panggung sosok kontroversial yang akrab disapa Mama Ghufron alias Iyus Sugiman, asal malang, Jawa Timur.

Belum usai perdebatan soal pernyataan-pernyataan sebelumnya, kini ia kembali mengeluarkan klaim yang dinilai sangat nyeleneh dan jauh dari nalar sehat.

Dalam sebuah potongan video ceramah yang viral, ia dengan percaya diri mengaku memiliki kemampuan untuk mengintervensi tugas para malaikat, mulai dari Malaikat Munkar dan Nakir hingga Malaikat Maut sekalipun.

Pernyataan ini sontak memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, terutama para pengguna media sosial yang menganggap narasi tersebut sudah masuk kategori halusinasi tingkat tinggi.

Tidak tanggung-tanggung, Mama Ghufron sesumbar akan bersikap kasar alias “menggampar” Malaikat Maut jika sang pencabut nyawa tersebut berani bertindak kasar saat menjalankan tugasnya.

Bukannya membawa kesejukan, isi ceramah ini justru dianggap sebagai bentuk kesombongan yang dibalut narasi agama tanpa landasan dalil yang jelas.

Aroma Komersialisasi di Balik Klaim Kesaktian Nyeleneh

Hal yang paling membuat publik merasa ironis adalah kelanjutan dari pamer kesaktian tersebut. Setelah membangun narasi seolah dirinya adalah pelindung jenazah di alam kubur, Mama Ghufron justru mulai menyinggung soal imbalan materi.

Ia secara terang-terangan memberikan isyarat kepada pihak keluarga jenazah agar memberikan imbalan tertentu sebagai bentuk “ucapan terima kasih” atas jasa intervensi spiritual yang ia klaim bisa dilakukan di hadapan para malaikat.

Banyak pihak menilai bahwa pola ini merupakan strategi lama untuk memanfaatkan rasa duka dan ketakutan keluarga yang baru saja kehilangan anggota keluarganya.

Dengan menjanjikan perlindungan dari pemeriksaan di alam kubur, sosok ini diduga kuat sedang melakukan praktik komersialisasi agama.

Para pakar komunikasi dan pemuka agama pun mulai bersuara agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh janji-janji instan yang tidak masuk akal dan cenderung menyesatkan secara akidah.

@timmedia.nu.garis.lurus

proses penemuan makam NYI Roro kidul oleh mama Ghufron. #mamaghufron #mamagufron #makamwali #fypシ゚

♬ suara asli – NU GARIS LURUS – BUKAN NU MAMA GUFRON GURU IMAD

Pentingnya Literasi Agama Biar Enggak Gampang Kena Prank

Fenomena Mama Ghufron ini menjadi pengingat bagi generasi muda untuk lebih kritis dalam menyerap konten keagamaan di media sosial.

Di tengah banjir informasi digital, sangat mudah bagi narasi yang tidak berdasar untuk viral dan mendapatkan pengikut.

Para ahli memperingatkan bahwa isi ceramah yang hanya menonjolkan aspek “keakuan” dan kekuatan personal sang penceramah tanpa merujuk pada teks suci yang sahih adalah indikasi kuat adanya ajaran yang menyimpang.

Masyarakat diminta untuk lebih waspada dan kembali memvalidasi setiap informasi kepada ulama atau lembaga yang memiliki otoritas resmi.

Logika sederhana seharusnya sudah cukup untuk menyaring pernyataan yang mengklaim bisa mengintervensi tugas malaikat, karena secara teologis tugas-tugas tersebut bersifat sakral dan hanya tunduk pada perintah Tuhan.

Kesadaran untuk melakukan riset mandiri sebelum membagikan konten menjadi kunci utama agar kita tidak menjadi jembatan bagi penyebaran hoaks religi.

Dampak Sosial dan Respons Publik yang Makin Kritis

Meskipun masih ada segelintir orang yang mempercayai narasi tersebut, mayoritas netizen justru menjadikan klaim Mama Ghufron sebagai bahan edukasi tentang pentingnya akal sehat dalam beragama.

Kritik pedas mengalir deras di kolom komentar berbagai platform video pendek, di mana banyak anak muda yang dengan cerdas membedah keganjilan logika dalam ceramahnya.

Respons kritis ini menunjukkan bahwa masyarakat kita mulai memiliki imunitas terhadap gaya ceramah yang sensasional namun kosong isi.

Investigasi lebih lanjut terkait latar belakang dan motivasi di balik pernyataan-pernyataan berani ini dirasa perlu dilakukan oleh pihak berwenang di bidang keagamaan.

Hal ini demi mencegah keresahan sosial yang lebih luas dan menjaga kemurnian ajaran agama dari praktik-praktik yang merugikan masyarakat secara finansial maupun spiritual.

Ke depannya, diharapkan platform digital bisa lebih ketat dalam memoderasi konten yang mengandung narasi menyesatkan dan berpotensi memicu penipuan berkedok agama.

3 Poin Penting:

  1. Mama Ghufron mengklaim memiliki kesaktian untuk mengintervensi tugas Malaikat Munkar, Nakir, hingga Malaikat Maut.

  2. Terdapat indikasi komersialisasi agama karena adanya permintaan imbalan materi kepada keluarga jenazah setelah pamer klaim spiritual.

  3. Publik dan tokoh agama mendesak peningkatan literasi digital agar masyarakat tidak mudah tertipu oleh narasi religi yang tidak logis dan tanpa dalil sahih.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir