Aktris multitalenta Prilly Latuconsina mendadak jadi buah bibir di jagat maya, khususnya bagi para penghuni platform profesional LinkedIn. Pasalnya, penggunaan fitur “Open to Work” pada profil pribadinya sempat memicu pro dan kontra hingga kritik pedas dari publik.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Prilly akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat yang merasa terganggu dengan aksinya tersebut.
Langkah ini diambil Prilly untuk meredam spekulasi negatif yang telanjur berkembang liar di media sosial. Ia menyadari bahwa sebagai figur publik dengan karier yang sudah mapan, penggunaan fitur yang biasanya identik dengan para pencari kerja aktif itu bisa menimbulkan salah paham.
Namun, Prilly menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat sedikit pun untuk meremehkan perjuangan para job seeker yang sedang berjuang mencari nafkah di tengah sulitnya lapangan kerja saat ini.
Misi Kolaborasi di Balik Status Open to Work
Prilly menjelaskan bahwa niat awal menyalakan fitur tersebut adalah untuk membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya, bukan berarti ia sedang menganggur. Baginya, LinkedIn adalah ruang dinamis untuk pengembangan diri dan membangun jejaring bisnis yang lebih fresh.
Ia ingin menunjukkan bahwa seorang seniman pun perlu bersikap progresif dalam mencari tantangan baru di luar industri hiburan, seperti proyek sosial maupun kemitraan strategis lainnya.
Meskipun tujuannya positif, Prilly mengakui bahwa dirinya kurang mempertimbangkan aspek empati terhadap kondisi sosial para pejuang loker.
Ia memahami bahwa bagi banyak orang, fitur “Open to Work” adalah simbol harapan besar untuk menyambung hidup, sehingga kehadirannya di sana dianggap kurang peka.
Klarifikasi ini diharapkan dapat memberikan sudut pandang baru bahwa semangat yang ia bawa murni untuk produktivitas dan ekspansi profesional.

Lonjakan Aktivitas Hingga Akun LinkedIn Sempat Eror
Drama tak berhenti sampai di situ, saking viralnya polemik ini, akun LinkedIn milik Prilly Latuconsina sempat mengalami kendala teknis. Ia membagikan informasi bahwa akunnya tidak dapat diakses untuk sementara waktu akibat adanya lonjakan aktivitas yang luar biasa dari para netizen.
Fenomena ini membuktikan betapa besarnya pengaruh seorang Prilly di platform digital, meski kali ini konteksnya sempat menuai respons yang cukup sengit.
Setelah melalui masa “istirahat” paksa karena akun yang down, Prilly kini sudah bisa kembali memantau profilnya. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga baginya dalam berinteraksi di platform profesional.
Ia berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan fitur-fitur digital agar pesan yang ingin disampaikan tidak terdistorsi menjadi narasi yang dianggap menyakiti perasaan pihak lain.
Fokus Pada Karya dan Dampak Positif Bagi Masyarakat
Menutup klarifikasinya, Prilly berjanji untuk tetap fokus pada karya-karya terbarunya dan kegiatan yang mampu memberikan dampak positif bagi banyak orang. Ia tidak ingin larut dalam polemik yang berkepanjangan dan memilih untuk menjadikannya sebagai bahan evaluasi diri.
Baginya, kritik publik adalah bagian dari perjalanan karier yang harus dihadapi dengan kepala dingin dan sikap dewasa sebagai seorang profesional.
Prilly juga mengajak para pengikutnya untuk kembali fokus pada hal-hal produktif daripada terus memperdebatkan kesalahan teknis di masa lalu.
Dengan semangat baru, ia terus mengukir prestasi di berbagai bidang, mulai dari perfilman hingga bisnis, sambil tetap menjaga hubungan baik dengan para penggemar dan rekan profesional.
Kini, polemik tersebut dianggap selesai dengan adanya sikap rendah hati dari sang aktris.
Statement:
Prilly Latuconsina
“Saya memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi terkait fitur tersebut. Saya sama sekali tidak bermaksud bersikap tidak empati terhadap kondisi rekan-rekan pencari kerja. Penggunaan fitur itu awalnya saya tujukan untuk membuka peluang kolaborasi dan pengembangan diri di berbagai bidang. Ke depan, saya akan lebih fokus pada karya dan kegiatan yang berdampak positif bagi semua.”
3 Poin Penting:
-
Prilly Latuconsina meminta maaf secara terbuka atas kegaduhan yang dipicu oleh penggunaan fitur “Open to Work” di akun LinkedIn pribadinya.
-
Niat awal penggunaan fitur tersebut adalah untuk membuka jejaring kolaborasi profesional dan pengembangan diri, bukan bermaksud menyindir pencari kerja.
-
Akun LinkedIn Prilly sempat tidak bisa diakses akibat lonjakan trafik publik, dan kini ia berkomitmen untuk lebih fokus pada aksi yang berdampak positif.


![kebakaran binus [dok. kompas]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Kebakaran-di-universitas-binus.jpg-300x169.webp)
![beasiswa ocha LCC [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/e1u207RAJBeV5gQ9Xj7nQJc84WgBb4V1H6u9wich-300x169.webp)