Search
Search
Search

Kobaran Api Makin Meluas, Akses Wisata Gunung Bromo Resmi Ditutup Total

Senin, 14 September 2026

Wisata Bromo (dok. kompas.com)

Kabar kurang menyenangkan datang buat kamu yang sudah merencanakan liburan ke destinasi favorit di Jawa Timur.

Kawasan wisata Gunung Bromo yang berada di bawah naungan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi ditutup total bagi seluruh aktivitas wisatawan mulai Sabtu, 12 September 2026.

Langkah tegas ini terpaksa diambil oleh pihak pengelola demi menjamin keselamatan para pengunjung seiring titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang makin meluas di perbukitan.

Keputusan penutupan kawasan tersebut tertuang secara mengikat dalam pengumuman resmi Balai Besar TNBTS bernomor PG.23/T.8/TU/HMS.01.07/B/09/2026 yang dirilis langsung di Malang.

Bahaya Vegetasi Kering dan Embusan Angin Kencang

Kondisi cuaca musim kemarau yang ekstrem menyebabkan seluruh vegetasi serta hamparan rerumputan di kawasan sabana Bromo mengering secara drastis.

Hal ini membuat material alam tersebut sangat rentan terbakar dan memicu munculnya titik api baru dalam hitungan detik.

Situasi di lapangan makin mengkhawatirkan akibat embusan angin kencang khas dataran tinggi yang berembus tidak menentu.

Terjangan angin cepat tersebut mempercepat penyebaran kobaran api hingga merambat ke area perbukitan lain yang medannya cukup sulit dijangkau.

Karhutla bromo (dok. Arsip Balai Besar TNBTS)

Ancaman Kabut Asap Pekat dan Penutupan Seluruh Pintu Masuk

Selain amukan api, dampak buruk yang ditimbulkan adalah kepulan kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah terdampak.

Asap pekat ini tidak hanya mengganggu jarak pandang mobilitas, tetapi juga berpotensi tinggi memicu masalah kesehatan pernapasan bagi siapa pun di lokasi.

Menghindari risiko bahaya yang makin besar, seluruh akses pintu masuk menuju destinasi wisata Gunung Bromo dipasangi portal penutupan rapat-rapat.

Pihak pengelola menegaskan belum bisa memastikan batas waktu hingga kapan penutupan total ini bakal diberlakukan.

Fokus Efektivitas Pemadaman dan Keselamatan Wisatawan

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyampaikan bahwa penghentian seluruh aktivitas pariwisata dilakukan agar pergerakan tim pemadam gabungan di lapangan bisa berjalan jauh lebih optimal.

Tanpa lalu lalang kendaraan pengunjung, penyisiran titik api dapat dieksekusi secara cepat.

Kebijakan ini juga menjadi langkah antisipasi awal agar tidak ada wisatawan yang terjebak di tengah kepungan asap atau situasi darurat akibat kebakaran hutan yang tidak terprediksi.

Imbauan Pihak Pengelola dan Ketentuan Penanganan Lanjutan

Pihak Balai Besar TNBTS mengimbau para calon wisatawan yang sudah memesan tiket secara daring untuk tetap bersabar dan memantau pembaruan informasi tepercaya.

Skenario penanganan serta pemadaman sisa titik api terus digencarkan bersama tim gabungan.

Koordinasi lintas instansi terus dimaksimalkan agar seluruh titik kebakaran dapat dipadamkan secara menyeluruh sebelum area keindahan alam Gunung Bromo aman untuk dibuka kembali bagi publik.

Statement:

Rudijanta Tjahja Nugraha, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

“Dalam rangka efektivitas upaya penanganan dan pemadaman kebakaran, serta memperhatikan keamanan dan keselamatan pengunjung, kunjungan wisata Gunung Bromo dari seluruh pintu masuk ditutup total untuk kunjungan wisata.”

3 Poin Penting:

  • Penutupan Total Kawasan Bromo: Akses wisata Gunung Bromo ditutup penuh dari seluruh pintu masuk mulai Sabtu, 12 September 2026 akibat karhutla yang meluas.

  • Faktor Cuaca dan Kebakaran Meluas: Musim kemarau yang mengeringkan vegetasi, potensi angin kencang, serta ancaman asap pekat menjadi alasan utama penghentian aktivitas wisata.

  • Fokus Pemadaman dan Keselamatan: Penutupan dilakukan untuk memberi ruang gerak maksimal bagi tim pemadam gabungan sekaligus melindungi keselamatan para wisatawan.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan