Komdigi Kena Semprot DPR: Jangan Sampai Kalah Viral Sama Relawan di Bencana Sumatra

Rabu, 10 Desember 2025

Menteri Komdigi, Meutya Hafid (istimewa)

Guys, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dapet kritikan pedas dari Komisi I DPR! Anggota Komisi I, Endipat Wijaya, minta Komdigi lebih aktif menyebarkan informasi kerja pemerintah terkait penanganan bencana Sumatra.

Pasalnya, kerja negara dianggap kalah viral dibandingin teman-teman relawan.

Dalam rapat bersama Komdigi, Senin (8/12/2025), Endipat nyatakan concern kalau publik gak tahu kinerja pemerintah yang udah hadir dari awal bencana.

Komdigi Diminta Ambil Peran Lebih

Endipat minta Kementerian Komdigi mengerti isu sensitif nasional dan membantu pemerintah memberitahukan dan mengamplifikasi informasi.

Ini penting banget supaya persepsi keliru gak muncul di media sosial.

Endipat nyindir pihak yang baru datang sekali, bikin satu posko, tapi ngomong pemerintah gak ada. Padahal, pemerintah udah bikin ratusan posko dan ngerahin anggaran triliunan rupiah.

Gak Ada Niat Mengecilkan Relawan

Endipat udah ngasih klarifikasi kalau pernyataannya tuh bukan buat mengecilkan peran relawan. Malah, beliau bilang relawan tuh energi kemanusiaan yang selalu bergerak tanpa pamrih.

Konflik Clear, Fokus Kebutuhan Lapangan

Di sisi lain, Ferry Irwandi udah menerima maaf Endipat secara personal. Malah, Ferry udah menyampaikan kebutuhan masyarakat di lapangan kepada Endipat.

Ini nunjukin kalau meski ada kritik, tetap ada sinergi buat ngebantu korban.

Statement:

Endipat Wijaya, Anggota Komisi I DPR RI

“Fokus nanti, ke depan Kementerian Komdigi ini mengerti dan tahu persis isu sensitif nasional dan membantu pemerintah memberitahukan dan mengamplifikasi informasi, sehingga enggak kalah viral dibandingkan dengan teman-teman yang sekarang ini…”

3 Poin Penting:

  1. Kritik Kinerja Komdigi: Anggota DPR Endipat Wijaya mengkritik Kementerian Komdigi karena lemahnya komunikasi publik dan minta mereka lebih aktif mengamplifikasi informasi kerja besar pemerintah agar tidak kalah viral dari relawan.

  2. Isu Keliru Publik: Kritik dipicu oleh persepsi keliru di publik yang muncul karena ketimpangan informasi, seolah-olah negara tidak hadir, padahal sudah mengerahkan anggaran triliunan rupiah dan ratusan posko.

  3. Permintaan Maaf dan Sinergi: Endipat telah meminta maaf kepada Ferry Irwandi secara personal. Diharapkan sinergi antara negara dan relawan kembali menjadi fokus utama penanganan bencana Sumatra.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir