Search

Libur Nataru Jadi Melilit! Wisatawan Curhat Tarif Gazebo Pantai Drini Mahal

Selasa, 30 Desember 2025

Pantai Drini Yogyakarta (Wikipedia)

Siapa sih yang gak suka main ke pantai pas libur panjang Nataru? Gunungkidul emang selalu jadi pilihan utama buat healing bareng keluarga.

Tapi, pengalaman Andika Krisna, wisatawan asal Sragen, malah jadi sedikit pahit pas lagi seru-seruan di Pantai Drini.

Berniat pengen kasih kenyamanan buat orang tuanya yang sudah lansia, Andika malah dikejutkan dengan sistem paket penyewaan gazebo yang harganya dianggap kurang bersahabat buat kantong turis lokal.

Keluhan ini muncul karena adanya pembatasan durasi penggunaan fasilitas publik tersebut. Bayangkan saja, untuk sekadar duduk santai di gazebo pinggir pantai, wisatawan harus merogoh kocek Rp50.000 hanya untuk durasi maksimal dua jam.

Sistem paket ini dirasa cukup memberatkan, apalagi bagi mereka yang datang dengan rombongan besar dan ingin menikmati suasana pantai lebih lama tanpa harus dikejar waktu.

Skema Paket Sewa yang Bikin Dahi Berkerut

Andika sempat kaget pas disodorkan beberapa pilihan paket sewa yang cukup bervariasi. Ada Paket Lengkap seharga Rp130.000 yang sudah termasuk fasilitas gazebo, tikar, dan kano.

Buat yang mau hemat, ada Paket Gazebo Pinggir Pantai seharga Rp50.000 buat dua jam. Bahkan, ada pilihan “gratis” tapi dengan syarat yang bikin geleng-geleng, yaitu harus jajan minimal Rp300.000 di warung tersebut.

Meski sempat melontarkan komplain karena merasa fasilitas publik tidak seharusnya dikomersialkan dengan sistem paket yang kaku, Andika akhirnya terpaksa membayar. Demi kenyamanan orang tuanya agar bisa istirahat sambil melihat laut, uang Rp50.000 pun melayang.

Kejadian ini langsung viral dan memicu perdebatan di kalangan netizen mengenai etika bisnis di kawasan wisata populer Gunungkidul.

Klarifikasi dari Dinas Pariwisata Gunungkidul

Menanggapi kegaduhan ini, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supriyanta, memberikan penjelasan mengenai duduk perkaranya.

Menurutnya, urusan teknis seperti persewaan gazebo di lapangan memang dikelola langsung oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan warga setempat.

Banyak dari gazebo tersebut ternyata dibangun secara mandiri oleh para pedagang, bukan fasilitas yang disediakan langsung oleh pemerintah daerah.

Supriyanta menjelaskan bahwa sistem tarif ini merupakan kesepakatan antara pemilik warung dan pengunjung. Biasanya, jika pengunjung memesan makanan dalam jumlah tertentu, fasilitas gazebo bisa digunakan secara cuma-cuma.

Namun, jika hanya ingin menyewa tempat tanpa jajan, tarif durasi memang diberlakukan. Standar awalnya biasanya dipatok Rp30.000, namun harga tersebut bisa berubah tergantung pada situasi dan durasi penggunaan di lapangan.

Tantangan Standarisasi Tarif di Masa Liburan

Hingga saat ini, pihak Pokdarwis Pantai Drini sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait kenaikan tarif yang dikeluhkan wisatawan tersebut.

Upaya konfirmasi masih terus dilakukan untuk mencari titik tengah agar isu “nuthuk” harga tidak semakin liar. Kasus ini menjadi alarm bagi pengelola wisata di Gunungkidul agar segera melakukan standarisasi tarif supaya citra pariwisata daerah tidak rusak hanya karena urusan gazebo.

Kejadian seperti di Pantai Drini ini diharapkan tidak terulang lagi, terutama di momen high season seperti libur tahun baru.

Wisatawan tentu berharap ada transparansi harga dan fasilitas publik yang tetap terjangkau. Pengelolaan yang profesional dan ramah di kantong bakal bikin turis betah dan pengen balik lagi, yang ujung-ujungnya bakal memutar roda ekonomi warga Banjarejo secara berkelanjutan.

Statement:

Supriyanta, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Gunungkidul

“Beberapa fasilitas memang bisa diberikan secara gratis jika pengunjung memesan makanan dan minuman di warung pemilik. Namun, jika hanya menyewa gazebo, tarifnya memang bergantung pada durasi penggunaan. Hal ini karena gazebo tersebut umumnya dibangun secara mandiri oleh para pedagang di area pantai.”

3 Poin Penting:

  1. Keluhan Tarif: Wisatawan mengeluhkan harga sewa gazebo di Pantai Drini yang mencapai Rp50.000 per dua jam dengan sistem paket yang dianggap mahal.

  2. Status Kepemilikan: Dinas Pariwisata menjelaskan bahwa gazebo tersebut merupakan properti mandiri milik pedagang, sehingga tarif ditentukan berdasarkan kesepakatan pemilik dan pengunjung.

  3. Perlu Standarisasi: Kasus ini menyoroti pentingnya standarisasi harga fasilitas di destinasi wisata Gunungkidul agar tidak merusak citra pariwisata saat masa libur panjang.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan