Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi tegas unggahan yang dibuat oleh Lisa Mariana (LM) di media sosial.
Lisa, yang merupakan saksi dalam kasus dugaan korupsi Bank BJB, sebelumnya meminta KPK untuk memeriksa sejumlah wanita lain yang ia klaim terkait dengan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), dalam kasus tersebut.
KPK mengingatkan bahwa informasi penting seharusnya disampaikan secara langsung kepada penyidik saat pemeriksaan, bukan disebarluaskan di ranah publik.
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan bahwa Lisa sudah diberikan kesempatan luas untuk memaparkan seluruh informasi yang ia miliki saat menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK.
Sikap KPK ini mencerminkan pentingnya menjaga prosedur hukum dan memastikan informasi krusial didapat melalui jalur resmi.
Meskipun demikian, KPK memastikan akan mendalami setiap informasi, termasuk yang disampaikan Lisa melalui media sosial, demi menuntaskan kasus yang merugikan negara hingga miliaran rupiah ini.
Peluang Sudah Diberikan, Fokus pada Prosedur Hukum
Asep Guntur menjelaskan bahwa KPK telah memberikan ruang bagi Lisa untuk menyampaikan semua informasi terkait kasus BJB saat diperiksa pada Jumat (22/8) lalu.
Namun, informasi yang tiba-tiba muncul di luar proses pemeriksaan, terutama melalui media sosial, dianggap kurang tepat.
Prosedur ini penting untuk menjaga integritas penyelidikan dan mencegah informasi menjadi liar di publik sebelum dikonfirmasi kebenarannya.
Meskipun menyayangkan cara penyampaian informasi tersebut, Asep Guntur memastikan bahwa setiap petunjuk baru yang muncul tetap akan ditindaklanjuti.
KPK berpegang pada prinsip pendalaman bukti bahwa informasi mengenai aliran dana kepada pihak lain “sedang didalami” oleh penyidik.
Kerugian Negara Ratusan Miliar dan Lima Tersangka
Kasus Bank BJB yang melibatkan dugaan dana non-bujeter ini merupakan salah satu kasus besar yang sedang ditangani KPK, dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp222 miliar.
Hingga kini, KPK telah menetapkan lima tersangka, termasuk mantan Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi, dan sejumlah pihak swasta yang diduga terlibat.
Sebelumnya, Lisa Mariana sendiri mengaku telah menerima aliran dana terkait kasus BJB, yang ia sebut digunakan untuk keperluan anaknya.
Namun, saat pemeriksaan, Lisa belum mau menyebutkan nominal pasti uang yang ia terima.
Penyelidikan KPK terus berlanjut untuk mengungkap ke mana saja aliran dana ratusan miliar ini mengalir, memastikan semua pihak yang terlibat bertanggung jawab di mata hukum.
Statement:
Asep Guntur Rahayu, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK
“Ya kalau ini kan tiba-tiba di luar seperti itu. Yang bersangkutan kan sudah dikasih kesempatan, dijelaskan.”
“Harusnya, harusnya ya, harusnya LM menyampaikan itu pada saat diperiksa di sini, tidak (di media sosial).”
![kebakaran binus [dok. kompas]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Kebakaran-di-universitas-binus.jpg-300x169.webp)
![beasiswa ocha LCC [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/e1u207RAJBeV5gQ9Xj7nQJc84WgBb4V1H6u9wich-300x169.webp)

