Dunia seni dan politik baru saja dikejutkan oleh momen epik dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang digelar Partai Demokrat di Djakarta Theater.
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), membuktikan bahwa sisi senimannya bukan kaleng-kaleng dengan melelang sebuah lukisan istimewa bertajuk “Kuat Laksana Kuda Api“.
Lukisan yang didominasi nuansa warna biru khas SBY ini menampilkan sosok kuda gelap yang tengah berlari kencang dengan aksen sisa-sisa api yang dramatis di sekujur badannya.
Atmosfer pelelangan langsung memanas saat Kepala BPOKK Demokrat, Ossy Dermawan, bertindak sebagai pemandu lelang atau afslager. Dibuka dengan harga awal Rp200 juta, angka tersebut langsung melesat hanya dalam hitungan menit.
Persaingan tidak hanya datang dari kalangan politisi seperti Syarief Hasan, tetapi juga melibatkan deretan pengusaha kelas kakap tanah air yang rela merogoh kocek dalam-dalam demi mendapatkan karya tangan dingin sang jenderal tersebut.
Duel Sengit Para Konglomerat dan Pesohor Indonesia
Ketegangan makin memuncak saat nama-nama besar seperti Deddy Corbuzier, yang kini menjabat sebagai Stafsus Menhan, ikut masuk ke dalam pusaran lelang dengan tawaran fantastis senilai Rp1 miliar. Namun, angka tersebut belum cukup untuk mengunci kemenangan.
Para “naga” ekonomi Indonesia, mulai dari Hermanto Tanoko hingga sang Ratu Batubara Dewi Kam, terlihat saling adu penawaran dalam persaingan yang sangat intens hingga menembus angka miliaran rupiah.
Aksi tawar-menawar ini menjadi bukti nyata bahwa nilai seni SBY memiliki daya tarik tinggi di mata para kolektor dan investor. Hermanto Tanoko sempat memberikan perlawanan sengit dengan angka tawaran terakhir di angka Rp6 miliar.
Meskipun angka tersebut sudah sangat luar biasa bagi sebuah karya seni kontemporer lokal, nyatanya masih ada kejutan lain yang menanti di penghujung acara sebelum ketuk palu terakhir dibunyikan oleh sang pemandu lelang.
Kemenangan Dato Low Tuck Kwong dan Misi Kemanusiaan
Pelelangan akhirnya mencapai klimaks saat pengusaha kondang sekaligus bos Bayan Resources, Dato Low Tuck Kwong, mengeluarkan tawaran pamungkas senilai Rp6,5 miliar.
Angka fantastis ini tidak mampu lagi dikejar oleh peserta lelang lainnya, sehingga lukisan Kuda Api resmi jatuh ke tangan Dato Low.
Kemenangan ini pun disambut riuh tepuk tangan hadirin yang terkesima dengan nilai apresiasi seni yang begitu tinggi dalam acara malam itu.
Hal yang paling menyentuh dari pelelangan ini adalah tujuan di balik dana yang terkumpul.
Ossy Dermawan menegaskan bahwa seluruh hasil lelang senilai miliaran rupiah tersebut tidak akan masuk ke kantong pribadi, melainkan dialokasikan sepenuhnya untuk misi kemanusiaan.
Dana ini bakal digunakan untuk membantu masyarakat prasejahtera, dengan fokus utama pada komunitas Tionghoa yang membutuhkan, menjadikan perayaan Imlek 2026 ini bukan sekadar pesta, tapi juga ajang berbagi kasih.
3 Poin Penting:
-
Rekor Harga Lukisan: Lukisan “Kuat Laksana Kuda Api” karya SBY sukses terjual dengan harga fantastis mencapai Rp6,5 miliar dalam perayaan Imlek 2026.
-
Persaingan Pengusaha Kakap: Pelelangan melibatkan tokoh-tokoh besar seperti Dato Low Tuck Kwong, Hermanto Tanoko, Dewi Kam, hingga Deddy Corbuzier.
-
Tujuan Filantropi: Seluruh hasil dana lelang akan didonasikan untuk bantuan kemanusiaan bagi warga prasejahtera, khususnya masyarakat Tionghoa yang membutuhkan.


![merakit lego [dok. lego]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/02_Sidekick_XL-e1771398631893-300x173.jpg)
![memanah dan berkuda [dok. bbc]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/hq720-2-e1771237067656-300x134.jpg)