Hasil uji performa awal dari laptop terbaru Apple, MacBook Neo, mulai muncul ke permukaan dan sukses menunjukkan hasil yang cukup positif.
Perangkat yang sebelumnya sempat diragukan karena menggunakan chip dari lini iPhone ini ternyata mampu memberikan performa yang dinilai sangat kompetitif untuk laptop kelas pemula.
Banyak pihak yang awalnya skeptis, kini mulai melirik MacBook Neo sebagai opsi menarik bagi mereka yang ingin masuk ke ekosistem Apple tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Dikutip dari Phandroid, MacBook Neo merupakan laptop baru dari Apple yang diperkenalkan sebagai perangkat Mac paling terjangkau sejauh ini.
Laptop ini mengandalkan chip A18 Pro, prosesor yang sama dengan yang tertanam pada iPhone generasi terbaru.
Penggunaan chip dari ponsel memang sempat menimbulkan keraguan besar mengenai kemampuan perangkat tersebut saat dipaksa bekerja dalam skenario komputasi laptop yang lebih kompleks.
Skor Benchmark Geekbench yang Mendekati Performa Chip M1
Namun, hasil benchmark awal menunjukkan bahwa performa MacBook Neo tidak seburuk yang diperkirakan oleh para pengamat teknologi.
Dalam pengujian menggunakan perangkat lunak Geekbench, laptop ini mencatat skor sekitar 3.461 untuk pengujian single-core dan sekitar 8.668 untuk pengujian multi-core.
Angka yang cukup fantastis ini menempatkan performa MacBook Neo cukup dekat dengan laptop yang menggunakan chip M1 pada generasi Mac sebelumnya, yang hingga kini masih dianggap sangat mumpuni.
Untuk pengujian grafis, skor Metal yang dicapai MacBook Neo berada di kisaran 31.000 poin. Nilai ini memang sedikit lebih rendah dibandingkan ponsel yang menggunakan chip yang sama karena laptop tersebut memiliki satu inti GPU lebih sedikit.
Meski begitu, performa grafisnya masih dianggap sangat cukup untuk berbagai aktivitas komputasi sehari-hari seperti pengeditan foto ringan, streaming video berkualitas tinggi, hingga tugas produktivitas kantoran.
Spek Entry-Level dengan Layar Liquid Retina yang Manjakan Mata
Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan chip A18 Pro pada laptop tidak menjadi hambatan besar bagi kinerja perangkat secara keseluruhan.
Bahkan untuk beberapa jenis pekerjaan, performa single-core MacBook Neo dinilai cukup tinggi dan mampu bersaing ketat dengan chip M1.
Apple sepertinya memang sengaja meracik MacBook Neo sebagai laptop entry-level yang solid bagi pelajar, mahasiswa, maupun pekerja kreatif pemula yang membutuhkan efisiensi daya maksimal.
Perangkat ini hadir dengan layar Liquid Retina berukuran 13 inci yang jernih, memori 8GB, serta pilihan penyimpanan internal sebesar 256GB atau 512GB.
Laptop ini juga sudah dilengkapi kamera 1080p untuk kualitas video call yang tajam, sistem speaker dengan dukungan spatial audio, serta dua port USB-C. Spesifikasi ini tergolong mewah untuk sebuah perangkat yang dibanderol dengan harga yang sangat miring di kelasnya.
Strategi Harga Paling Murah dalam Sejarah Mac
Apple memasarkan MacBook Neo dengan harga mulai dari sekitar USD599, menjadikannya laptop Mac paling murah yang pernah dirilis oleh perusahaan pimpinan Tim Cook tersebut.
Strategi ini diperkirakan bertujuan untuk menarik pengguna baru sekaligus memperluas pangsa pasar Mac, terutama di segmen pendidikan.
Dengan harga kurang lebih Rp10 juta (jika dikonversi), MacBook Neo siap menjadi ancaman serius bagi laptop Windows di kelas menengah.
Meski menawarkan harga yang lebih terjangkau, MacBook Neo tetap memiliki beberapa keterbatasan dibandingkan model MacBook Air atau Pro yang lebih mahal.
Perangkat ini tidak dilengkapi dukungan MagSafe maupun Thunderbolt, serta memiliki opsi peningkatan perangkat keras yang lebih terbatas.
Namun bagi pengguna yang membutuhkan laptop untuk pekerjaan ringan seperti menulis, menjelajah internet, dan menikmati konten multimedia, MacBook Neo dinilai sudah sangat memadai dan worth it untuk dimiliki.
3 Poin Penting:
-
MacBook Neo menggunakan chip A18 Pro (iPhone) dengan performa single-core yang mampu menyaingi kehebatan chip M1 pada generasi sebelumnya.
-
Dibanderol mulai US$ 599, laptop ini menjadi Mac paling terjangkau sepanjang sejarah yang menyasar segmen pelajar dan pengguna kebutuhan dasar.
-
Meskipun minim fitur MagSafe dan Thunderbolt, spesifikasi layar Liquid Retina dan kamera 1080p membuatnya sangat unggul di kelas laptop entry-level.



