Anak muda Indonesia kembali menghentak panggung inovasi teknologi tanah air lewat terobosan yang super canggih!
Tim mahasiswa berprestasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil melampaui batasan transaksi modern dengan menciptakan sistem pembayaran digital berbasis sidik jari.
Lewat Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC), inovasi brilian ini resmi diberi nama PolPay atau singkatan dari Jempol Payment.
Kehadiran PolPay memungkinkan siapa saja untuk melakoni transaksi finansial tanpa perlu repot membawa kartu ATM maupun ponsel pintar. Cukup dengan sekali tempel sidik jari, proses autentikasi biometrik akan bekerja secara instan.
Inovasi luar biasa ini dipelopori oleh lima mahasiswa tangguh UGM, yaitu Tiara Ramadhani sebagai ketua tim bersama Al Farabi Obiansyah, Marcelino Budi Prakasya, Muhammad Fakhri Ghonim Setyanda, dan M. Rakhma Aifil Indira, di bawah bimbingan Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng.
Integrasi Sensor Sidik Jari pada Perangkat EDC dan Keamanan Enkripsi AES-256
Secara teknis, PolPay mengintegrasikan sensor biometrik sidik jari yang presisi langsung ke dalam perangkat Electronic Data Capture (EDC).
Pengguna cukup melakukan verifikasi sidik jari di mesin EDC, yang kemudian langsung dicocokkan melalui sistem biometrik terpadu hasil rancangan tim UGM.
Sistem ini memberikan pengalaman bertransaksi yang jauh lebih praktis, cepat, serta bebas ribet.
Guna menjamin keamanan data para pengguna, PolPay memanfaatkan teknologi edge computing canggih untuk memproses seluruh data biometrik di tempat.
Data pribadi tersebut selanjutnya dikirimkan ke server utama dalam bentuk terenkripsi tingkat tinggi menggunakan Advanced Encryption Standard 256-bit (AES-256) serta diamankan secara ketat melalui protokol SSL/TLS.
Solusi Pembayaran Biometrik Terjangkau Tanpa Terikat Ponsel dan Kartu
Di tengah ramainya teknologi pembayaran modern yang membutuhkan biaya infrastruktur tinggi, PolPay hadir sebagai alternatif yang jauh lebih terjangkau.
Sistem ini sengaja dirancang efisien agar dapat diterapkan dengan modal yang rasional tanpa mengurangi standar keamanan sedikit pun. Hal ini menjadikannya sangat prospektif untuk diimplementasikan secara luas di berbagai sektor merchant.
Konsep utama yang diusung oleh tim UGM adalah menciptakan kemandirian transaksi tanpa kepemilikan perangkat fisik.
Pengguna tidak perlu lagi cemas saat dompet tertinggal atau baterai ponsel habis di tengah jalan, karena autentikasi identitas sudah melekat langsung pada sidik jari pengguna.
Arsitektur Privasi Khusus dan Riset Mendalam Berkelanjutan
Salah satu anggota tim PolPay, Marcelino Budi Prakasya, mengungkapkan bahwa timnya terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan selama proses perancangan alat.
Penerapan privacy-preserved architecture serta edge computing architecture menjadi fondasi utama dalam memastikan perlindungan kerahasiaan identitas pengguna secara menyeluruh.
Proses pengembangan sistem ini membutuhkan porsi riset yang mendalam serta memakan waktu yang tidak singkat.
Setiap hari, tim UGM terus mengeksplorasi berbagai potensi pembaruan, mulai dari optimalisasi cara kerja perangkat lunak (software) hingga pemilihan komponen perangkat keras (hardware) yang paling efisien.
Siap Melenggang Gemilang ke Ajang PIMNAS 2026
Kerja keras dan dedikasi tim PolPay telah berbuah manis dengan raihan pendanaan resmi dalam ajang PKM bidang Karsa Cipta.
Dukungan ini menjadi bahan bakar semangat bagi kelima mahasiswa UGM untuk terus mematangkan keandalan sistem PolPay sebelum diuji di panggung kompetisi yang lebih besar.
Kini, tim PolPay tengah bersiap melangkah mantap menuju ajang bergengsi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang bakal digelar pada November 2026 mendatang.
Inovasi PolPay diharapkan tidak sekadar memenangkan kejuaraan, tetapi juga bisa dihilirisasi menjadi produk nyata yang membawa dampak positif bagi ekosistem digital Indonesia.
Statement:
Marcelino Budi Prakasya, Anggota Tim PolPay UGM
“Pengembangan sistem ini membutuhkan riset yang mendalam dan waktu yang cukup panjang. Setiap hari, kami masih menemukan berbagai celah yang dapat diinovasikan, baik melalui pembaruan cara kerja software maupun penggunaan komponen yang lebih optimal. Penerapan privacy-preserved architecture dan edge computing architecture menjadi bagian penting dalam memastikan keamanan pengguna.”
3 Poin Penting:
-
Inovasi PolPay UGM: Mahasiswa UGM menciptakan PolPay (Jempol Payment), sistem pembayaran digital berbasis sidik jari tanpa perlu membawa kartu atau ponsel.
-
Keamanan Enkripsi AES-256: PolPay mengintegrasikan sensor sidik jari pada mesin EDC dengan teknologi edge computing serta enkripsi AES-256 dan protokol SSL/TLS.
-
Persiapan PIMNAS 2026: Setelah lolos pendanaan PKM-KC, tim PolPay UGM kini tengah menyempurnakan sistem untuk berkompetisi di PIMNAS pada November 2026.



