Seorang mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) berinisial MF (23) meninggal dunia setelah tertemper kereta rel listrik (KRL) di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (8/10/2026), ketika korban sedang membuat video untuk memenuhi tugas kuliah bersama rekan-rekannya. Insiden tersebut menjadi pengingat pentingnya keselamatan saat beraktivitas di sekitar jalur kereta api.
Kronologi Mahasiswa Tertemper KRL di Ciputat
Salah seorang saksi mata bernama Uus (55), yang sehari-hari menjaga warung di sekitar lokasi, menyebut kejadian berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB, setelah Magrib.
Ia mengaku melihat topi dan bagian kamera milik korban terjatuh di titik awal kejadian. Menurut kesaksiannya, MF kemudian terseret hingga sekitar 200 meter dari lokasi pertama kali tertemper kereta.
Uus menceritakan bahwa sejumlah anak yang baru pulang mengaji sempat memperingatkan korban ketika kereta lain mendekat.
Namun, peringatan tersebut diduga tidak sempat direspons oleh MF. “Bang, ada kereta, ada kereta,” demikian peringatan yang menurut Uus disampaikan anak-anak di sekitar lokasi sebelum insiden terjadi.
Situasi itu berlangsung ketika korban tengah merekam kereta yang melintas di jalur menuju Jakarta.
Saksi Sebut Korban Sedang Mengambil Gambar Kereta
Berdasarkan keterangan Uus, MF dan teman-temannya telah berada di sekitar lokasi sejak Rabu (7/10/2026) untuk melakukan pengambilan gambar.
Ketika kejadian berlangsung, korban disebut berdiri di sekitar rel yang mengarah ke Jakarta dan sedang merekam kereta yang datang dari arah Sudimara. Pada saat bersamaan, kereta dari arah Serpong melintas sehingga korban tertemper.
Uus juga menjelaskan bahwa setelah kejadian, warga mengetahui korban berada di bagian depan kereta sebelum akhirnya terjatuh. Kereta kemudian berhenti dan petugas datang untuk menangani peristiwa tersebut.
Polisi selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengetahui secara lebih jelas kronologi kecelakaan yang merenggut nyawa mahasiswa tersebut.
Kampus Benarkan Korban Sedang Mengerjakan Tugas Video
Kepala Humas Universitas Pamulang, Muhyiddin Fanda, membenarkan bahwa MF merupakan mahasiswa semester 5 Program Studi Ilmu Komunikasi.
Ia menegaskan bahwa kegiatan pembuatan video tersebut merupakan tugas kelompok untuk salah satu mata kuliah, bukan tugas akhir. Pihak kampus turut menyampaikan dukacita atas meninggalnya MF.
Sementara itu, Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan korban tertemper kereta ketika sedang membuat konten untuk kepentingan tugas kuliah.
Polisi turut menyita sejumlah barang bukti, termasuk telepon genggam dan kamera digital yang diduga digunakan dalam proses pengambilan video.
Petugas juga telah melakukan pemeriksaan saksi dan olah TKP untuk mendalami kejadian tersebut. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengambilan gambar di sekitar rel harus mengutamakan keselamatan dan tidak dilakukan di area berbahaya.
Statement:
Muhyiddin Fanda, Kepala Humas Universitas Pamulang
“Almarhum memang sedang mengerjakan tugas produksi video untuk salah satu mata kuliah, yang dikerjakan secara berkelompok.”
3 Poin Penting:
- Kronologi kejadian: Mahasiswa Unpam berinisial MF (23) tewas setelah tertemper KRL di Ciputat, Tangerang Selatan, pada Kamis (8/10/2026), saat membuat video tugas kuliah.
- Peringatan sebelum insiden: Saksi Uus menyebut sejumlah anak sempat memperingatkan korban tentang kereta yang mendekat. Korban dilaporkan terseret sekitar 200 meter.
- Penyelidikan polisi: Polisi memeriksa saksi, melakukan olah TKP, serta menyita telepon genggam dan kamera digital yang diduga digunakan korban.



