Kabar gembira buat kamu yang memantau program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan nggak bakal libur meski bulan puasa tiba.
Badan Gizi Nasional (BGN) sudah menyiapkan strategi khusus agar asupan gizi para siswa tetap terjaga tanpa mengganggu khidmatnya ibadah puasa.
Fokus utama kali ini adalah fleksibilitas waktu penyaluran, terutama untuk teman-teman kita yang berada di lingkungan pendidikan berbasis asrama atau pesantren.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebutkan bahwa mekanisme penyaluran bakal mengalami penyesuaian yang cukup signifikan. Jika biasanya makanan dibagikan siang hari, selama Ramadan jadwalnya akan digeser untuk mendukung kebutuhan nutrisi saat beribadah.
Langkah ini diambil agar program MBG tetap relevan dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan fisik para penerima manfaat meski pola makan mereka berubah sementara.
Strategi Khusus Pesantren: Antara Buka Puasa dan Sahur
Untuk lingkungan pesantren, BGN membuka opsi yang cukup menarik yaitu penyaluran saat waktu sahur.
Opsi ini dipertimbangkan karena para santri tinggal menetap di lokasi yang sama dengan titik distribusi, sehingga memudahkan logistik dibandingkan siswa sekolah umum.
Namun, pihak BGN tetap akan melakukan evaluasi mendalam setelah program berjalan untuk melihat mana yang lebih efektif, apakah dibagikan saat buka puasa atau justru saat sahur.
Dadan menilai bahwa khusus untuk pesantren, peluang penyaluran saat sahur sangat terbuka lebar.
Berbeda dengan siswa sekolah reguler yang umumnya menghabiskan waktu sahur bersama keluarga di rumah masing-masing, santri memiliki ekosistem yang lebih terkonsentrasi.
Hal ini memungkinkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang berada di lingkungan pesantren untuk beroperasi lebih fleksibel sesuai kesepakatan pengelola.
Efektivitas Menu Berbuka Dibandingkan Persiapan Sahur
Meski opsi sahur tersedia, Dadan secara pribadi berpendapat bahwa penyaluran saat berbuka puasa mungkin jauh lebih mudah secara operasional.
Hal ini berkaitan dengan proses memasak atau processing serta keseragaman waktu bangun para penerima manfaat.
Mempersiapkan ribuan porsi makanan untuk sahur membutuhkan manajemen waktu yang ekstra ketat bagi tim dapur agar makanan tetap segar saat disantap di dini hari.
Jika skema buka puasa yang dipilih, maka aktivitas dapur akan dimulai pada siang hari sehingga makanan siap didistribusikan menjelang azan magrib. Skema ini dinilai lebih aman secara teknis demi menjaga kualitas gizi dan kehangatan makanan.
Namun, BGN menegaskan bahwa kenyamanan penerima manfaat adalah prioritas utama, sehingga masukan dari tiap satuan pelayanan akan sangat diperhatikan.
Empat Skema Penyesuaian Agar Ibadah Tetap Lancar
Secara keseluruhan, ada empat mekanisme yang dikembangkan BGN untuk menjamin keberlangsungan program MBG selama bulan suci ini.
Penyesuaian ini dirancang agar tidak ada satu pun penerima manfaat yang terlewat, sekaligus memastikan program tidak berbenturan dengan aturan agama.
Khusus untuk sekolah umum, BGN mempertimbangkan bahwa sahur adalah momen privat keluarga, sehingga distribusi kemungkinan besar tidak akan diarahkan ke jam sekolah di waktu dini hari.
Melalui koordinasi yang intens di Masjid Istiqlal baru-baru ini, Dadan menegaskan bahwa operasional perdana MBG di tahun 2026 ini akan menjadi tonggak sejarah baru dalam pemenuhan gizi nasional.
Dengan adanya dapur mandiri (SPPG) di berbagai titik, pemerintah optimistis tantangan logistik selama Ramadan bisa teratasi dengan baik.
Evaluasi rutin akan terus dilakukan agar setiap porsi makanan yang tersaji benar-benar menjadi energi positif bagi anak-anak bangsa yang sedang berpuasa.
Statement:
Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional
“Mungkin yang terbuka peluang adalah yang di pesantren. Nah, nanti yang di pesantren setelah jalan mungkin bisa melakukan evaluasi apakah sebaiknya sahur atau pada saat buka. Tapi menurut saya sih dari segi kemudahan, pasti berbuka akan lebih mudah dibandingkan sahur karena processing dan juga keseragaman bangun ya.”
3 Poin Penting:
-
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berlanjut selama Ramadan 2026 dengan penyesuaian waktu distribusi di pesantren dan sekolah.
-
BGN mempertimbangkan opsi penyaluran saat sahur khusus untuk lingkungan pesantren karena faktor lokasi yang terkonsentrasi di asrama.
-
Terdapat 4 skema penyaluran yang disiapkan, di mana waktu berbuka dinilai lebih praktis secara operasional dibandingkan waktu sahur.
![Kasus Lab Vape Narkoba [dok. ist]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/mnM45FVCzU.jpeg-300x169.webp)
![Gubernur Jateng Ahmad Luthfi [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/Rembug-Media-scaled-1-300x200.jpeg)
![Menag Nasaruddin Umar [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/image_2025-04-27_232209331-2-300x169.png)
![R.A KARTINI [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/1775906665_69da2f691e2d2_ra_kartini.jpg-300x203.webp)