Malaysia Berjuang Pertahankan MotoGP di Tengah Kenaikan Biaya

Senin, 3 November 2025

Sirkuit Sepang, malaysia (Driver61)

Sirkuit Internasional Sepang, rumah bagi salah satu putaran balap motor paling ikonik di Asia Tenggara, tengah berjuang di meja negosiasi.

Kontrak penyelenggaraan MotoGP antara Sepang dengan Dorna, promotor kejuaraan, akan berakhir setelah musim 2026.

Untuk mempertahankan tradisi yang telah dimulai sejak awal 1990-an (melalui Shah Alam dan Johar Bahru, sebelum pindah ke Sepang pada 1999), pihak Sepang menargetkan penyelesaian negosiasi perpanjangan kontrak pada awal tahun depan.

Tantangan yang dihadapi Sepang cukup signifikan. Media lokal melaporkan bahwa sirkuit ini berpotensi menghadapi kenaikan biaya penyelenggaraan hingga 20%.

Chief Executive Sepang, Azhan Shafriman Hanif, mengakui bahwa meskipun pembicaraan dengan Dorna sejauh ini berjalan positif, langkah selanjutnya yang krusial adalah mengajukan proposal kepada pemerintah Malaysia untuk mendapatkan persetujuan dan dukungan finansial.

Keuntungan Ekonomi dan Popularitas yang Harus Terbayar

Meskipun popularitas MotoGP di kawasan Asia Tenggara melonjak tajam—dibuktikan dengan rekor 190.997 penggemar yang menghadiri Grand Prix Malaysia 2025 akhir pekan lalu—Shafriman menekankan bahwa acara ini harus mampu menawarkan pengembalian investasi yang memadai demi dukungan berkelanjutan dari pemerintah.

Biaya royalti menjadi salah satu pertimbangan utama yang harus dinegosiasikan dengan hati-hati.

Shafriman mengatakan bahwa ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Salah satunya adalah biaya royalti dan tentu saja,manfaat yang akan diberikan kepada Malaysia.

Ia menambahkan, pihaknya perlu memastikan benefit dari segi tiket, perjalanan, dan peningkatan sektor pariwisata benar-benar terwujud.

Keputusan ini bukan hanya soal olahraga, tetapi soal dampak ekonomi nasional yang harus terukur.

Strategi Promosi: Memanfaatkan Peluncuran Musim $\text{2026}$ di Kuala Lumpur

Sebagai bagian dari upaya meyakinkan pemerintah, Malaysia akan memiliki peran yang diperluas di kalender MotoGP 2026.

Kuala Lumpur akan menjadi tuan rumah acara peluncuran sirkuit resmi menjelang Grand Prix pertama tahun depan. Shafriman berharap acara ini akan menjadi katalis untuk semakin meningkatkan kehadiran MotoGP di Malaysia.

Strategi ini dirancang untuk menunjukkan kepada pemerintah bahwa MotoGP adalah kendaraan yang efektif untuk menarik wisatawan.

Peluncuran musim pada 6 dan 7 Februari 2026 mendatang diharapkan dapat membuka pasar yang lebih besar.

Tekad Kuat: Sepang Berharap Kontrak Ditandatangani Awal Tahun

Tekad Sepang untuk mempertahankan MotoGP terlihat jelas. Balap motor kelas dunia ini sudah menjadi bagian dari identitas olahraga Malaysia dan telah menjadi daya tarik turis mancanegara selama lebih dari dua dekade.

Negosiasi yang intens ini merefleksikan pentingnya event tersebut bagi Malaysia, baik dari segi prestige maupun ekonomi.

Shafriman berharap proses birokrasi dan negosiasi dengan Dorna dapat berjalan mulus. Ia menekankan pentingnya kerja sama semua pihak, termasuk pemerintah, untuk mempromosikan MotoGP dengan lebih baik.

Penandatanganan kontrak di awal tahun depan akan menjadi berita lega bagi jutaan penggemar balap di Malaysia dan Asia Tenggara.

Statement:

Azhan Shafriman Hanif, Chief Executive Sirkuit Internasional Sepang

“Saat ini, kami masih dalam pembicaraan dengan Dorna. Saya berharap MotoGP bisa terus berlanjut di Malaysia, tetapi tentu saja, ada banyak pertimbangan yang harus dilakukan sebelum kami bisa mencapai kesepakatan tentang pembaruan. Saya harap awal tahun depan kami bisa menandatangani kontrak tersebut.”

“Salah satu pertimbangan utama adalah kami harus memastikan bahwa kursi-kursi tersebut penuh, sehingga pemerintah melihat ini sebagai peluang untuk membawa lebih banyak wisatawan ke Malaysia.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir