Kabar gembira datang dari industri energi negeri jiran yang sukses bikin para pengendara di sana bernapas lega. Pemerintah Malaysia secara resmi mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi untuk periode pekan ini.
Kebijakan pemangkasan harga yang dieksekusi secara cepat oleh otoritas keuangan tersebut langsung menjadi bahan perbincangan hangat bagi para pencinta otomotif, terutama kalangan generasi muda yang sangat sensitif terhadap pengeluaran operasional kendaraan harian mereka.
Sistem penetapan harga BBM di Malaysia tergolong sangat dinamis karena diperbarui setiap seminggu sekali oleh Kementerian Keuangan setempat.
Skema harga berkala tersebut berlaku mulai dari hari Kamis hingga hari Rabu pada pekan berikutnya.
Langkah responsif dalam mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia ini dinilai sangat efektif untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan kepastian tarif yang transparan bagi para pelaku usaha transportasi di sana.
Bensin Kualitas Tinggi RON 95 Turun Harga Jadi Cuma Lima Belas Ribuan
Berdasarkan data infografis yang dirilis oleh media lokal Malaysia, Paultan, penurunan tarif kali ini mencakup beberapa komoditas BBM nonsubsidi unggulan.
Untuk jenis bensin berkadar oktan RON 95 nonsubsidi, harganya terpangkas sebesar 25 sen menjadi 3,47 ringgit per liter. Jika dikonversi ke dalam mata uang Garuda, nilai tersebut setara dengan Rp15.121 per liter.
Menariknya, harga bensin premium nonsubsidi ini justru jauh lebih murah jika dibandingkan dengan tarif Pertamax (RON 92) di Indonesia saat ini yang nangkring di angka Rp16.250 per liter.
Nggak cuma RON 95 yang mengalami pemangkasan, bensin dengan kualitas di atasnya yakni RON 97 juga ikut turun sebesar 25 sen.
Varian bensin kasta tinggi tersebut kini dibanderol sebesar 4,10 ringgit atau setara dengan Rp17.866 per liter untuk konsumsi kendaraan premium.
Penyesuaian harga komoditas energi yang cenderung menurun ini tentu memberikan dampak psikologis yang positif bagi iklim ekonomi makro domestik di kawasan semenanjung.
Aturan Ketat Kuota Bulanan Skema Subsidi Budi Madani untuk Warga Lokal
Sementara itu, untuk sektor bahan bakar penunjang hajat hidup orang banyak, harga bensin RON 95 bersubsidi di bawah skema Budi Madani RON 95 (Budi95) dilaporkan tetap stabil.
Harganya bertahan kokoh di angka 1,99 ringgit per liter atau setara dengan Rp8.671 per liter. P
emerintah menetapkan regulasi yang sangat ketat bahwa fasilitas subsidi energi ini hanya berhak dinikmati oleh warga negara Malaysia asli yang mengantongi dokumen Surat Izin Mengemudi (SIM) aktif.
Demi mencegah potensi penimbunan atau kebocoran pasokan, pemerintah juga memberlakukan pembatasan berupa kuota bulanan maksimal 200 liter per bulan untuk setiap pengendara yang memenuhi syarat.
Di sisi lain, bahan bakar jenis diesel atau solar nonsubsidi secara umum ikut merosot 30 sen menjadi 4,07 ringgit per liter (Rp17.735).
Sedangkan untuk varian bahan bakar mesin ramah lingkungan seperti solar Euro 5 B7, harganya disesuaikan menjadi 4,27 ringgit per liter (Rp18.607).
Skema Penurunan Harga Baru Sektor Diesel Siap Berlaku Awal Juli
Bagi wilayah administrasi khusus seperti Sabah, Sarawak, dan Labuan, harga eceran bahan bakar jenis solar dipastikan bertahan aman di angka 2,15 ringgit per liter (Rp9.368) hingga penutupan akhir bulan ini.
Keberhasilan menjaga stabilitas pasokan di daerah terpencil ini menjadi bukti komitmen integrasi logistik yang matang dari pemerintah setempat.
Selanjutnya, per tanggal 1 Juli mendatang, pemerintah juga sudah bersiap meluncurkan skema baru untuk menurunkan harga bahan bakar diesel campuran.
Harga eceran solar varian campuran B10 dan B15 khusus warga lokal akan disesuaikan menjadi 2,10 ringgit per liter (Rp9.151) yang berlaku merata di seluruh kawasan Semenanjung Malaysia, Sabah, serta Sarawak.
Persyaratan untuk mendapatkan insentif ini tetap mengacu secara ketat pada aturan skema subsidi Budi95 yang transparan.
Adapun penyesuaian harga mingguan yang berlaku dari 25 Juni hingga 30 Juni 2026 ini tercatat sebagai momentum penetapan harga berkala ke-27 sepanjang tahun ini.
3 Poin Penting:
-
Penurunan Harga BBM: Pemerintah Malaysia resmi menurunkan harga BBM nonsubsidi jenis RON 95 menjadi Rp15.121 per liter dan bensin RON 97 menjadi Rp17.866 per liter per 25 Juni 2026.
-
Perbandingan dengan Pertamax: Harga bensin dengan oktan tinggi RON 95 nonsubsidi di Malaysia saat ini tercatat lebih murah ketimbang harga produk Pertamax RON 92 di Indonesia yang dipatok Rp16.250 per liter.
-
Subsidi Ketat Skema Budi95: Untuk varian bensin bersubsidi RON 95 (Budi95), harganya tetap stabil di angka Rp8.671 per liter dengan pembatasan kuota ketat 200 liter per bulan khusus warga lokal ber-SIM aktif.



