Startup kecerdasan buatan (AI) Mecka AI mengumumkan pendanaan Seri B senilai USD60 juta atau sekitar Rp1 triliun.
Putaran pendanaan tersebut dipimpin Sequoia dengan partisipasi Nvidia, M12 yang merupakan dana ventura milik Microsoft, serta sejumlah investor lainnya.
Suntikan modal ini memperkuat posisi Mecka AI sebagai perusahaan yang fokus menyediakan data gerak manusia untuk pengembangan robot humanoid dan berbagai jenis robot lainnya.
Didirikan pada 2024, Mecka AI ingin mengambil peran dalam industri robotika seperti yang dilakukan Scale AI, Mercor, dan Surge di ekosistem model bahasa besar (LLM).
Perusahaan-perusahaan tersebut menyediakan data yang dihasilkan manusia untuk membantu melatih sistem AI.
Sebelumnya, TechCrunch melaporkan Mecka AI tengah mendekati pendanaan baru dengan valuasi yang diperkirakan mencapai USD500 juta.
Rekam Gerakan Manusia untuk Robot
Model bisnis Mecka AI cukup unik karena manusia menjadi sumber utama data yang dikumpulkan. Perusahaan membayar orang untuk merekam aktivitas sehari-hari, mulai dari membuat kopi hingga memperbaiki kendaraan.
Proses perekaman dilakukan menggunakan sensor yang dikenakan pada tubuh dan smartphone, sehingga menghasilkan data mengenai gerakan manusia secara langsung.
Data tersebut kemudian dikumpulkan dan dianalisis untuk membantu melatih robot humanoid maupun robot jenis lainnya.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengembangan robot tidak hanya membutuhkan perangkat keras canggih dan algoritma AI, tetapi juga data dunia nyata yang dapat membantu robot memahami berbagai gerakan dan aktivitas manusia secara lebih akurat.
Persaingan Data Robotika Makin Ramai
Mecka AI masuk ke industri yang mulai dipenuhi pemain baru. Salah satunya adalah XDOF yang juga mengembangkan pengumpulan data dunia nyata untuk pelatihan robot.
TechCrunch sebelumnya melaporkan XDOF tengah dalam pembicaraan untuk menggalang pendanaan Seri B dengan valuasi sekitar USD1,2 miliar.
Platform data manusia yang sebelumnya fokus pada LLM juga mulai melirik pasar robotika, termasuk Scale AI dan Micro1.
Kehadiran Nvidia dan M12 sebagai investor turut menunjukkan besarnya perhatian terhadap data sebagai fondasi pengembangan robot.
Nvidia dikenal sebagai salah satu pemasok utama chip untuk kebutuhan komputasi AI, sementara M12 merupakan dana ventura Microsoft. B
ersama Sequoia sebagai pemimpin putaran, dukungan tersebut memberikan modal sekaligus sinyal kuat mengenai potensi pasar data robotika.
Data Jadi Amunisi Pengembangan Robot
Bagi Mecka AI, pendanaan USD60 juta akan menjadi modal untuk memperluas pengumpulan data gerak manusia.
Kualitas data menjadi faktor penting karena robot yang hanya mengandalkan simulasi atau data sintetis dapat menghadapi tantangan ketika harus berinteraksi dengan kondisi dunia nyata yang jauh lebih beragam.
Mecka AI menempatkan manusia sebagai sumber data utama untuk mengatasi tantangan tersebut.
Persaingan ini juga berlangsung ketika pengembang robot masih menghadapi berbagai persoalan teknis di lapangan. Kemampuan sensor, pemrosesan informasi, dan pemahaman terhadap lingkungan menjadi tantangan yang terus dikembangkan.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa semakin lengkap dan beragam data yang tersedia, semakin besar pula peluang sistem robot untuk dilatih menghadapi situasi nyata.
Regulasi Ikut Menentukan Arah Industri
Selain persoalan teknologi, industri robotika juga menghadapi perkembangan regulasi. Sejumlah wilayah mulai memperketat aturan terkait penggunaan robot, termasuk dalam konteks keselamatan dan interaksi dengan manusia.
Artinya, perusahaan seperti Mecka AI tidak hanya perlu mengejar skala pengumpulan data, tetapi juga harus memperhatikan keamanan serta kepatuhan terhadap aturan di berbagai negara.
Mecka AI sendiri belum mengungkap secara rinci penggunaan dana segar tersebut. Namun, perusahaan memiliki ruang lebih besar untuk memperluas operasional dan pengumpulan data gerak manusia.
Dengan valuasi yang sebelumnya dilaporkan mencapai US$500 juta, Mecka AI kini menjadi salah satu startup yang menarik perhatian di tengah meningkatnya kebutuhan data untuk melatih robot humanoid.
Masa Depan Robot Tidak Cuma Soal Hardware
Pendanaan Mecka AI menunjukkan adanya pergeseran perhatian dalam industri robotika. Jika sebelumnya sorotan lebih banyak tertuju pada desain robot, chip, aktuator, dan algoritma, kini data manusia menjadi bagian penting dari perlombaan tersebut.
Robot yang ingin menjalankan tugas sehari-hari membutuhkan pemahaman terhadap beragam pola gerakan dan situasi dunia nyata.
Dengan modal USD60 juta, Mecka AI memiliki kesempatan untuk memperbesar jaringan perekam, memperkaya variasi data, dan memperluas kerja sama dengan pengembang robot.
Namun, tantangannya juga tidak ringan. Perusahaan harus menjaga kualitas data, memastikan proses pengumpulan dilakukan secara aman, serta menghadapi kompetisi dari XDOF, Scale AI, Micro1, dan pemain lain yang mulai masuk ke pasar serupa.
Kutipan:
Mecka AI
“Pendanaan Seri B senilai USD60 juta menjadi langkah untuk memperluas pengumpulan data gerak manusia bagi pelatihan robot humanoid.”
Laporan TechCrunch
Mecka AI sebelumnya dilaporkan tengah mendekati putaran pendanaan baru dengan valuasi sekitar USD500 juta.”
3 Poin Penting:
- Mecka AI mengantongi pendanaan Seri B US$60 juta atau sekitar Rp1 triliun, dipimpin Sequoia dengan partisipasi Nvidia dan M12.
- Mecka AI mengumpulkan data gerak manusia melalui perekaman aktivitas sehari-hari menggunakan sensor tubuh dan smartphone untuk melatih robot.
- Persaingan data robotika semakin ketat, dengan pemain seperti XDOF, Scale AI, dan Micro1 yang juga mulai menggarap kebutuhan data dunia nyata untuk robot.


![google kena gugatan [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/61076e8a5b359-300x200.jpg)
