Search

Media Internasional Soroti Polemik Bendera ‘One Piece’ yang Jadi Simbol Protes Jelang HUT RI

Kamis, 7 Agustus 2025

Bendera one piece berkibar di bawah Sang Merah putih.

Fenomena pengibaran bendera bajak laut dari serial anime Jepang, One Piece, menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia menarik perhatian publik dan media internasional. Bendera Jolly Roger dari kelompok Straw Hat Pirates dikibarkan oleh sejumlah warga sebagai simbol protes sosial dan politik.

Aksi ini memicu polemik di dalam negeri, dengan beberapa pejabat pemerintah menyuarakan kekhawatiran akan perpecahan nasional.

Pemerintah Sebut Pelanggaran Hukum, Media Asing Lihat Sebagai Protes Kreatif

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Menko Polhukam Budi Gunawan menilai aksi ini bisa dianggap sebagai pelanggaran hukum, terutama jika dikibarkan pada Hari Kemerdekaan.

Budi Gunawan bahkan mengingatkan adanya “konsekuensi pidana” berdasarkan Undang-Undang tahun 2009 tentang penghinaan terhadap simbol negara.

Namun, media asing memiliki pandangan berbeda. The Straits Times dari Singapura menyebut fenomena ini sebagai “ekspresi kritis baru” yang mencerminkan “frustrasi masyarakat terhadap sistem politik”.

Sementara itu, South China Morning Post (SCMP) dari Hong Kong melihatnya sebagai “protes kreatif terhadap ketidakadilan”, mengutip warganet yang menganggap bendera Merah Putih terlalu sakral untuk dikibarkan dalam situasi sosial saat ini.

Penggemar Global Kagum, Nilai Anime Terwujud di Dunia Nyata

Sisi budaya pop dari fenomena ini juga menjadi sorotan. Media olahraga dan pop culture, Sportskeeda, melaporkan bahwa penggemar One Piece di seluruh dunia terkejut dan terinspirasi oleh penggunaan bendera Luffy dalam konteks politik nyata.

Media ini menulis bahwa “Luffy menginspirasi orang-orang bahkan di dunia nyata,” menunjukkan bagaimana fiksi bisa memiliki dampak langsung dalam kehidupan sosial.

Di media sosial, banyak penggemar menyamakan aksi ini dengan cerita dalam anime yang melambangkan perlawanan terhadap tirani dan perjuangan demi kebebasan.

Kekuatan Budaya Pop dalam Narasi Politik Modern

Meski memicu polemik di Indonesia, banyak pihak di luar negeri melihat fenomena ini sebagai cerminan dari kekuatan budaya pop dalam membentuk narasi politik. Aksi ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai dari karakter fiksi, seperti Monkey D. Luffy, dapat beresonansi kuat dengan masyarakat dan menjadi simbol perlawanan di dunia nyata.

Hal ini membuka babak baru dalam diskusi mengenai hubungan antara ekspresi budaya, media sosial, dan dinamika politik global.

Kutipan:

  • The Straits Times 

Media Singapura itu menyebut fenomena ini sebagai “ekspresi kritis baru” yang mencerminkan “frustrasi masyarakat terhadap sistem politik”.

  • South China Morning Post (SCMP)

Sedangkan media asal Hong Kong melihatnya sebagai “protes kreatif terhadap ketidakadilan”.

  • Sportskeeda

Media ini melaporkan bahwa penggemar One Piece di seluruh dunia terkejut dan terinspirasi oleh penggunaan bendera Luffy dalam konteks politik nyata.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan