Search
Search
Search

Mega Proyek Babah Alun: Tol Layang Tertinggi di Jakarta Siap Anti Gempa 1.000 Tahun

Minggu, 6 September 2026

Tol Layang Tertinggi (ist)

Dunia infrastruktur tanah air kembali dibuat geger oleh aksi korporasi pengusaha jalan tol kenamaan, Mohammad Jusuf Hamka atau yang akrab disapa Babah Alun.

Melalui entitas usahanya, PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk, sosok dermawan ini tengah mendongkrak pengerjaan proyek tol layang (elevated) tertinggi di Jakarta.

Proyek ambisius yang diberi nama Jalan Tol Harbour Road II Ruas Ancol Timur–Pluit ini digadang-gadang bakal menjadi ikon baru konektivitas Ibu Kota.

Jalan tol spektakuler ini dibangun megah tepat di atas tol yang sudah eksis sebelumnya, yaitu Tol Sedyatmo.

Mengusung konsep struktur bertingkat (double-decker) setinggi 38 meter di atas permukaan tanah, proyek ini dirancang khusus untuk mengurai benang kusut kemacetan di kawasan utara Jakarta.

Pengerjaannya pun terbilang cukup ngebut dengan progres fisik konstruksi yang sudah mencapai puluhan persen.

Progres Konstruksi Mulus dan Nilai Investasi Triliunan Rupiah

Hingga awal September 2026, pengerjaan fisik proyek tol ini terus menunjukkan tren positif.

Direktur Utama PT CMNP Tbk, Arief Budhy Hardono, membeberkan bahwa progres pembangunan proyek Jalan Tol Harbour Road II saat ini telah menembus angka 44,12%.

Selain itu, pembebasan lahan melalui ganti rugi area juga telah berjalan efektif sehingga siap dieksekusi penuh oleh para kontraktor di lapangan.

Tak main-main, mega proyek Tol Harbour Road II sepanjang 9,7 kilometer ini menelan nilai investasi fantastis mencapai Rp15,08 triliun.

Menghubungkan Ancol Timur hingga Pluit, tol ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2028 mendatang.

Kehadirannya diproyeksikan bakal memangkas beban logistik dari Pelabuhan Tanjung Priok serta memperlancar arus kendaraan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Karya Anak Bangsa Tanpa APBN dan Ketahanan Gempa 1.000 Tahun

Keunikan utama dari Jalan Tol Harbour Road II tidak hanya terletak pada strukturnya yang menjulang tinggi, melainkan juga pada teknologi konstruksinya.

Dewan Penasehat PT CMNP Tbk, Jusuf Hamka, menegaskan bahwa seluruh proses rancang bangun tol ini 100% mengandalkan inovasi serta tenaga ahli anak bangsa.

Menariknya lagi, proyek infrastruktur raksasa ini murni dibiayai tanpa menggunakan dana APBN sedikit pun.

Dari segi keamanan dan ketahanan, tol layang ini dirancang menggunakan standar kejuruteraan mutakhir.

Konstruksi tol dipasangi sistem khusus yang membuatnya diklaim sanggup bertahan dari ancaman guncangan bencana gempa bumi hingga durasi fantastis 1.000 tahun.

Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas karya engineer lokal mampu bersaing di kancah internasional.

Ekspansi Tol Sawangan-Salabenda Hingga Tantangan Tol Tambang

Tak puas hanya menggebrak Jakarta, kepak sayap bisnis infrastruktur Babah Alun juga merambah ke kawasan penyangga Jawa Barat. Pihaknya siap melanjutkan penanganan konstruksi Jalan Tol Sawangan–Bojonggede–Salabenda pada tahun ini.

Ruas sepanjang 27,9 kilometer ini nantinya akan menyambung dengan Tol Depok–Antasari (Desari), terhubung ke Bogor Outer Ring Road (BORR), hingga tembus ke wilayah Caringin.

Bahkan, usai menggelar pertemuan strategis dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, Babah Alun mendapatkan tantangan baru untuk membangun Tol Tambang sepanjang 12 kilometer.

Tol khusus angkutan armada tambang ini direncanakan membelah tiga kecamatan utama yaitu Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang. Jika seluruh proses berjalan lancar, jaringan tol penyambung Bogor ini diproyeksikan mulai beroperasi resmi pada 2028.

Statement:

Direktur Utama PT CMNP Tbk

“Progres kami ini 44,12% dengan availability dari tanah yang sudah UGK infonya sudah 77%. Ini adalah progres baru sebetulnya walaupun UGK sudah sampai 77% availability area yang bisa dikerjakan oleh rekan-rekan kontraktor adalah 81,55%.”

Jusuf Hamka

“Jalan Harbour Road II ini buat saya merupakan cita-cita yang sejak lama karena ini elevated di atas yang sudah ada. Jadi kalau boleh bilang kalau dulu single-decker sekarang double decker.”

“Dan bapak-ibu saya perlu laporkan ini dibangun oleh anak bangsa sendiri tanpa ada orang-orang luar negeri dan pak dirjen mungkin perlu ketahui ini juga tidak menggunakan APBN… insyaallah jalan kita ini kekuatan anti gempanya bukan 100 tahun lagi ya, 1.000 tahun pak sekarang.”

3 Poin Penting:

  • Proyek Tol Layang Tertinggi: PT CMNP Tbk menggeber pembangunan Tol Harbour Road II Ancol Timur–Pluit setinggi 38 meter (double-decker) dengan nilai investasi Rp15,08 triliun dan target selesai pada 2028.

  • Karya Lokal & Anti Gempa: Tol dibangun 100% oleh tenaga ahli dalam negeri tanpa dana APBN, serta memiliki ketahanan struktur anti gempa hingga 1.000 tahun.

  • Ekspansi Tol Bogor & Tambang: Babah Alun siap memulai konstruksi Tol Sawangan–Salabenda tahun ini yang bakal tembus ke Caringin, serta menerima tantangan membangun Tol Tambang di Kabupaten Bogor.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan