Memilih Skincare Halal sebagai Bentuk Perlindungan Diri dan Ketenangan Batin

Rabu, 1 Oktober 2025

Ilustrasi skicare (istimewa)

Di tengah maraknya tren kecantikan, kesadaran memilih produk perawatan kulit yang halal dan aman semakin tumbuh subur di Indonesia, sejalan dengan statusnya sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar.

Memilih skincare kini tidak lagi sekadar urusan penampilan luar, melainkan telah berevolusi menjadi sebuah tanggung jawab spiritual dan upaya menjaga diri.

Keputusan ini mencerminkan kebutuhan masyarakat untuk menyeimbangkan keinginan tampil menarik dengan kepatuhan terhadap nilai-nilai keyakinan.

Priyo Wahyudi, Expert of Laboratory LPPOM MUI, menegaskan pentingnya perspektif ini. Ia menekankan bahwa skincare halal memberikan ketenangan batin sekaligus perlindungan nyata.

Produk yang telah terjamin kehalalan dan keamanannya menawarkan perlindungan ganda: dari risiko bahan berbahaya dan dari klaim palsu yang menyesatkan konsumen.

Kritis Memilih dan Mengatasi Risiko

Priyo mengingatkan bahwa konsumen harus semakin kritis dan cerdas dalam menentukan pilihan. Langkah pertama dan utama adalah memeriksa legalitas produk.

Ia menyarankan untuk selalu memastikan skincare memiliki nomor notifikasi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan, yang kini semakin penting, memiliki logo halal resmi BPJPH pada kemasan, sejalan dengan diberlakukannya PP 42/2024.

Selain legalitas, konsumen juga didorong untuk mewaspadai produk impor yang masuk melalui jalur tidak resmi dan menghindari janji instan yang berlebihan.

Priyo menekankan bahwa produk yang genuine dan aman tidak akan mampu mengubah kulit secara ajaib dalam semalam.

Panduan Cerdas Memilih Sumber Terpercaya

Dalam upaya melindungi diri, konsumen perlu menerapkan langkah-langkah praktis. Selain mengenali jenis kulit sendiri dan memilih bahan aktif halal dari sumber nabati (seperti niacinamide atau hyaluronic acid), Priyo juga mengingatkan tentang perlunya membeli dari sumber terpercaya.

Perbedaan harga yang mencolok pada produk premium, misalnya, harus menjadi alarm bahaya adanya produk palsu yang tidak terjamin kehalalan dan keamanannya.

Hal yang tak kalah penting adalah literasi digital dan mencermati komposisi produk. Konsumen didorong untuk aktif membaca ingredient list guna memastikan produk bebas dari bahan berbahaya seperti merkuri atau hidrokuinon berlebihan.

Mengikuti akun resmi BPOM, LPPOM, atau dermatolog terpercaya dapat menjadi cara efektif untuk mendapatkan edukasi yang benar dan membedakan antara tren sesaat dengan informasi yang kredibel.

Bukan Sekadar Tren, Tapi Kebutuhan Nyata

Kesadaran memilih skincare halal kini telah bertransformasi dari sekadar tren menjadi kebutuhan nyata bagi masyarakat Indonesia.

Dengan semakin dekatnya implementasi regulasi wajib halal, konsumen memiliki peran yang lebih besar. Sikap kritis dan aktif melaporkan produk mencurigakan ke BPOM atau BPJPH adalah bentuk kepedulian yang melindungi masyarakat luas.

Memilih halal adalah bentuk perlindungan, keamanan, dan kepatuhan pada nilai-nilai yang diyakini.

Statement:

Priyo Wahyudi, Expert of Laboratory LPPOM MUI

“Memilih skincare hari ini bukan lagi sekadar urusan merawat kulit, tetapi juga bagian dari menjaga keyakinan dan rasa aman. Produk yang halal dan aman memberi ketenangan batin sekaligus perlindungan dari risiko bahan berbahaya atau klaim palsu yang kerap menjerat konsumen.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir