Search

Mentan Amran Sulaiman ‘Spill’ Rahasia Makan Bergizi Gratis di Depan Mahasiswa BEM se-Indonesia

Sabtu, 9 Mei 2026

Mentan Amran Sulaiman (ist)

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman baru saja menggelar sesi dialog seru bareng ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari seluruh pelosok Indonesia.

Forum ini bukan sekadar kumpul biasa, melainkan wadah buat membedah tuntas berbagai isu strategis nasional yang lagi hangat diperbincangkan.

Mulai dari urusan hilirisasi sektor pertanian, kesejahteraan para pahlawan pangan alias petani, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ini sering masuk radar obrolan anak muda di media sosial.

Dalam suasana diskusi yang dinamis dan penuh energi khas mahasiswa, Mentan Amran memberikan perspektif baru yang cukup mengejutkan banyak pihak.

Beliau menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis sebenarnya tidak memberikan keuntungan instan secara elektoral atau dunia politik bagi pemerintah.

Namun, ada misi yang jauh lebih besar di baliknya, yakni investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sebagai penerus bangsa sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi di wilayah perdesaan yang sangat nyata.

MBG Bukan Gimmick Politik Tapi Penyelamat Ekonomi Desa

Mentan Amran secara blak-blakan menanggapi kritik pedas yang selama ini menerpa program Makan Bergizi Gratis.

Menurutnya, program ini jangan hanya dilihat dari satu sisi sebagai pemberian makanan semata, melainkan harus dipandang sebagai sebuah ekosistem ekonomi yang saling terintegrasi.

MBG dirancang untuk menjadi penampung atau off-taker bagi hasil produksi pertanian lokal, sehingga para petani di desa memiliki kepastian pasar yang jelas dan tidak lagi dipermainkan oleh tengkulak saat masa panen tiba.

Fokus utama dari kebijakan ini adalah memberdayakan sekitar 160 juta petani Indonesia agar produk mereka terserap secara maksimal ke dalam program nasional.

Dengan begitu, sirkulasi uang tidak hanya berputar di kota-kota besar, tetapi juga mengalir deras ke kantong-kantong petani di desa.

Hal ini secara otomatis bakal memicu pertumbuhan ekonomi dari pinggiran, sesuai dengan visi pemerintah untuk menciptakan kemandirian pangan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

Mahasiswa Sebagai Pengawal Isu Strategis dan Hilirisasi Pertanian

Dialog ini juga menjadi momentum bagi Mentan Amran untuk mengajak para mahasiswa agar lebih kritis namun tetap solutif dalam melihat isu hilirisasi pertanian.

Hilirisasi bukan cuma istilah keren di atas kertas, tapi tentang bagaimana mengubah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi agar petani makin sejahtera.

Mahasiswa diharapkan menjadi jembatan antara teknologi modern dan para petani tradisional agar produktivitas nasional bisa melonjak drastis demi menghadapi tantangan krisis pangan global di masa depan.

Para anggota BEM yang hadir tampak antusias menanggapi tantangan tersebut dengan berbagai pertanyaan kritis mengenai nasib regenerasi petani milenial.

Mentan menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya membuat sektor pertanian menjadi lebih sexy di mata anak muda, salah satunya melalui modernisasi alat mesin pertanian (alsintan) dan kemudahan akses permodalan.

Inovasi dari tangan mahasiswa sangat dibutuhkan agar sektor agraris kita tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan menjadi pilar utama kekuatan ekonomi Indonesia yang mandiri.

Masa Depan Gizi Anak Bangsa dan Kesejahteraan Petani Indonesia

Menutup dialog tersebut, Mentan kembali mengingatkan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) sangat bergantung pada asupan gizi yang diterima sejak dini.

Program MBG adalah langkah konkret untuk memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang kekurangan gizi hanya karena masalah akses pangan.

Dengan gizi yang cukup, daya saing bangsa di kancah internasional akan meningkat, dan ini adalah investasi yang jauh lebih berharga daripada sekadar mencari popularitas politik sesaat di mata masyarakat luas.

Visi besar ini tentu membutuhkan dukungan dari semua elemen, terutama kaum intelektual muda yang memiliki idealisme tinggi.

Kolaborasi antara pemerintah yang menyediakan kebijakan dan mahasiswa yang mengawal implementasi di lapangan menjadi kunci keberhasilan transformasi pertanian nasional.

Mentan Amran optimis bahwa dengan sinergi yang kuat, cita-cita Indonesia menjadi lumbung pangan dunia sekaligus negara dengan SDM unggul bukan lagi sekadar mimpi siang bolong, melainkan kenyataan yang sedang kita bangun bersama-sama.

Statement:

Mentan Amran Sulaiman (dikutip dari akun YouTube Kementerian Pertanian)

“Terus MBG dikritik. Tahu enggak kalau MBG secara politik tidak menguntungkan pemerintah? Jangan lihat dia berdiri sendiri. Dia penggerak ekonomi off-taker-nya, perhatikan baik-baik, off-taker-nya 160 juta petani Indonesia.”

3 Poin Penting:

  1. Fungsi Ekonomi MBG: Program Makan Bergizi Gratis berfungsi sebagai penampung (off-taker) hasil produksi 160 juta petani Indonesia, yang bertujuan menggerakkan roda ekonomi di wilayah perdesaan.

  2. Bukan Kepentingan Politik: Mentan menegaskan program MBG murni untuk perbaikan gizi nasional dan kedaulatan pangan, bukan untuk mencari keuntungan politik jangka pendek bagi pemerintah.

  3. Dialog Mahasiswa: Pemerintah mengajak mahasiswa dan BEM seluruh Indonesia untuk mengawal isu hilirisasi pertanian dan kesejahteraan petani demi ketahanan pangan nasional.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan