Menteri Napak Tilas: Kunjungan Bersejarah di PLG Seblat Bengkulu

Senin, 15 Desember 2025

TWA Seblat (Mongabay)

Ada kabar kece dari kawasan konservasi di Sumatera. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni udah turun langsung mengecek kondisi Pusat Latihan Gajah (PLG) Taman Wisata Alam (TWA) Seblat, Bengkulu.

Gak tanggung-tanggung, PLG TWA Seblat ini ngerawat sepuluh individu Gajah Sumatera dengan rentang usia yang lumayan jauh, yaitu antara 15 sampai 48 tahun.

Menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, Himawan Sasongko, kehadiran Raja Juli adalah sejarah baru!

Kenapa? Karena beliau adalah satu-satunya menteri yang udah pernah nyampe dan blusukan ke Bentang Seblat. Kunjungan ini dianggap sebagai support gede-gedean bagi para petugas di lapangan.

Himawan berharap, dukungan ini bikin mereka bisa kerja lebih maksimal dalam merawat gajah jinak dan menjaga kelestarian Landscape Seblat.

Mahout dan Dokter Curhat: Progres Penertiban Ganas

Dalam kunjungan spesial itu, Raja Juli gak cuma nampang doang. Beliau bener-bener dengerin masukan langsung dari para mahout (perawat gajah) yang berjumlah 14 orang dan empat dokter hewan di Seblat.

Mendengar masukan dari grassroot ini penting buat ngebikin kebijakan yang lebih nyambung dengan kondisi lapangan.

Setelah dengerin curhatan para perawat gajah, Raja Juli melanjutkan kegiatan dengan melihat progres operasi bentang Seblat.

Operasi ini krusial banget, lho, karena tujuannya adalah penyelamatan koridor Gajah Sumatera. Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) udah beraksi dengan ganas! Mereka berhasil menguasai kembali sekitar 7.790 Ha dari total luasan area perambahan 8.500 Ha.

Aksi Tegas Pemulihan Hutan: Jembatan Diratain

Tim Operasi Gabungan Merah Putih ini gak main-main. Mereka udah melakukan tindakan tegas buat balikin fungsi hutan.

Beberapa aksi mereka termasuk: memusnahkan sawit sekitar 17.200 batang, merobohkan 113 unit pondok liar, bahkan menghancurkan enam jembatan akses ilegal.

Bukan cuma itu, mereka juga udah masang 80 plang besi larangan biar pelaku gak macem-macem lagi.

Aksi penertiban ini bukan cuma soal merusak bangunan ilegal, tapi juga soal penegakan hukum.

Sebanyak dua alat berat udah diamankan ke Pos Gakkumhut Bengkulu, 12 orang pelaku perambahan udah diamankan, dan tiga orang di antaranya udah ditahan.

Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam ngelindungin habitat Gajah Sumatera dari para perambah liar.

Koridor Gajah Ready: Restorasi Start Januari 2026

Himawan Sasongko ngasih bocoran kalau Menteri Kehutanan emang fokus banget pada penyelamatan habitat Gajah Sumatera.

Intinya, mereka pengin ngebangun Koridor Gajah Sumatera. Koridor ini penting banget karena akan menghubungkan kantong-kantong gajah yang udah terpisah, tujuannya jelas: memperluas pergerakan satwa dan menyelamatkan populasi Gajah Sumatera yang terancam punah.

Kabar baiknya, program restorasi konservasi atau Koridor Gajah ini bakal segera dimulai pada Januari mendatang.

Semoga dengan support menteri dan aksi tegas ini, Gajah Sumatera bisa hidup tenang dan lestari di habitat aslinya.

Statement:

Himawan Sasongko, Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung

“Ini merupakan support bagi kita untuk bisa bekerja lebih bagus lagi, merawat dan memelihara gajah jinak di PLG Seblat dan semoga tetap bisa lestari dan menjadi satu kesatuan dengan Landscape Seblat… Koridor Gajah Sumatera nantinya akan menghubungkan kantong-kantong Gajah.”

3 Poin Penting:

  1. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan kunjungan bersejarah ke PLG TWA Seblat, Bengkulu, untuk mengecek kondisi 10 individu Gajah Sumatera dan mendengarkan masukan dari mahout serta dokter hewan.

  2. Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) telah berhasil menguasai kembali sekitar 7.790 Ha area perambahan dan melakukan penindakan tegas, termasuk menghancurkan jembatan ilegal dan menahan pelaku.

  3. Fokus utama Kementerian Kehutanan adalah segera memulai restorasi dan pembangunan Koridor Gajah Sumatera pada Januari untuk menghubungkan kantong-kantong gajah demi memperluas pergerakan dan menyelamatkan populasi satwa.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir