Search

Menunduk Main Ponsel Berujung Petaka: Kenali Bahaya Saraf Terjepit yang Mengintai Anak Muda

Rabu, 14 Januari 2026

Menunduk melihat ponsel (ist)

Handphone kini tak lagi sekadar alat komunikasi biasa bagi kita, melainkan bagian dari keseharian yang sangat sulit dilepaskan dari genggaman.

Mulai dari urusan pekerjaan, pendidikan, hingga hiburan, semuanya terpusat pada satu layar kecil yang kita bawa ke mana-mana.

Namun, di balik kemudahan akses informasi melalui layar ponsel maupun laptop, terselip ancaman kesehatan yang kerap luput dari perhatian para pengguna setianya.

Kebiasaan menunduk dalam durasi lama saat menatap layar ternyata bukan perkara sepele yang bisa diabaikan begitu saja.

Posisi leher yang terus-menerus menopang beban kepala saat menunduk memicu ketegangan otot yang ekstrem. Jika dibiarkan terus-menerus, hal ini tidak hanya memunculkan masalah pegal biasa pada area pundak, melainkan menjadi pintu masuk bagi kondisi medis serius yang bisa mengganggu aktivitas harian kamu.

Ancaman Nyata Saraf Terjepit di Balik Layar Gawai

Kondisi medis yang menghantui para pencinta gawai ini dikenal dengan istilah saraf terjepit di leher atau cervical nerve entrapment.

Banyak dari kita mungkin menganggap rasa kebas atau nyeri di area leher adalah hal yang wajar karena kelelahan bekerja.

Padahal, sensasi tersebut bisa jadi merupakan sinyal awal bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada struktur tulang belakang bagian atas akibat postur tubuh yang buruk.

Masalah ini muncul karena adanya penekanan kronis pada saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang di area leher. Tekanan ini biasanya terjadi akibat pergeseran bantalan tulang atau penebalan struktur di sekitarnya yang dipicu oleh posisi menunduk yang statis.

Tanpa penanganan yang tepat, gangguan ini bisa menyebabkan nyeri yang menjalar hingga ke ujung jari tangan dan melemahkan fungsi motorik.

Penjelasan Pakar Mengenai Mekanisme Gangguan Saraf

Pakar Orthopedi dan Traumatologi dari RS Fatmawati, Dr. dr. Didik Librianto, Sp.OT, Subsp. O.T.B (K), memberikan penjelasan mendalam mengenai fenomena ini.

Beliau menekankan bahwa saraf terjepit merupakan istilah umum yang merujuk pada gangguan saraf akibat penekanan dari struktur di sekitarnya.

Hal ini mempertegas bahwa apa yang sering dianggap masyarakat sebagai “salah urat” sering kali merupakan masalah struktural pada anatomi tubuh.

Kelainan pada tulang atau jaringan lunak di sekitar saraf inilah yang menjadi biang keladi munculnya rasa sakit yang luar biasa.

Penekanan tersebut bisa berasal dari berbagai sumber, namun postur tubuh yang salah saat menggunakan gawai menjadi salah satu faktor risiko terbesar di era digital saat ini.

Oleh karena itu, kesadaran akan posisi tubuh saat berselancar di media sosial sangatlah krusial untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Langkah Preventif Demi Kesehatan Leher di Masa Depan

Untuk menghindari risiko kesehatan ini, sangat disarankan bagi para pengguna gawai untuk mulai memperhatikan ergonomi saat beraktivitas.

Cobalah untuk mengangkat ponsel sejajar dengan mata agar leher tetap dalam posisi tegak dan rileks.

Melakukan peregangan singkat atau stretching setiap 30 menit sekali juga sangat efektif untuk melemaskan otot-otot leher yang kaku akibat terlalu lama menatap layar.

Selain itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika mulai merasakan gejala nyeri yang tidak kunjung hilang atau menjalar.

Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati, terutama untuk urusan saraf yang sangat vital bagi mobilitas tubuh kita.

Tetap produktif dengan gawai kesayangan boleh saja, asalkan kesehatan postur tubuh tetap menjadi prioritas utama agar masa muda kamu bebas dari gangguan saraf terjepit.

Statement:

dr. Didik Librianto

“Jadi, saraf terjepit itu istilah umum untuk yang beredar di masyarakat Indonesia atau bahasa Inggrisnya, nerve entrapment. Ada gangguan saraf karena penekanan dari daerah sekitarnya. Biasanya karena kelainan di tulang atau di daerah struktur sekitarnya.”

3 Poin Penting:

  • Dampak Negatif Gawai: Kebiasaan menunduk terlalu lama saat menggunakan ponsel atau laptop memicu ketegangan otot leher yang serius.

  • Risiko Medis: Kondisi ini dapat berkembang menjadi cervical nerve entrapment atau saraf terjepit yang menyebabkan nyeri menjalar dan kebas.

  • Penyebab Struktural: Gangguan saraf ini terjadi akibat penekanan dari struktur sekitar, seperti kelainan tulang atau jaringan lunak yang terbebani posisi tubuh salah.

[gas/man]

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan