Di tengah gempuran smartphone canggih, HMD kembali menunjukkan keberaniannya dengan meluncurkan dua ponsel fitur baru di Indonesia: Nokia 130 Music dan Nokia 150 Music.
Mengusung desain klasik candy-bar yang penuh nostalgia, kedua perangkat ini tidak hanya menawarkan fungsi dasar, tetapi juga fitur audio modern yang lebih bertenaga.
Dengan harga yang ramah di kantong, Nokia mencoba menyasar segmen pasar yang mencari kepraktisan, daya tahan, dan yang terpenting, pengalaman mendengarkan musik yang sederhana dan bebas distraksi.
Ponsel “Digital Detox” dengan Baterai Tahan Lama
Nokia menyadari ada segmen pengguna yang memilih perangkat sederhana, baik sebagai ponsel cadangan maupun untuk kebutuhan “digital detox” dari hiruk-pikuk media sosial.
Untuk menjawab kebutuhan ini, Nokia 130 Music dan 150 Music dirancang dengan daya tahan baterai luar biasa yang diklaim mampu bertahan hingga sebulan dalam mode siaga.
Speaker yang lebih lantang juga menjadi nilai jual, memungkinkan pengguna berbagi musik tanpa harus menggunakan earphone.
Fitur Audio Modern dalam Balutan Klasik
Nokia 130 Music hadir dengan layar QVGA 2,4 inci, speaker 2W, dan tombol musik khusus. Perangkat ini mendukung pemutaran musik melalui jack audio 3,5mm, radio FM, dan koneksi Bluetooth 5.0.
Dengan memori internal 8MB yang dapat diperluas hingga 32GB dengan microSD, pengguna bisa menyimpan ribuan lagu.
Sementara itu, Nokia 150 Music memiliki spesifikasi serupa, namun dengan tambahan kamera QVGA yang memungkinkan pengguna mengabadikan momen sederhana.
Sistem Operasi Ringan untuk Kemudahan Penggunaan
Kedua ponsel ini menjalankan sistem operasi S30+ (RTOS) yang dikenal ringan dan sangat mudah digunakan.
Bobotnya yang ringkas dan bingkai yang kokoh menjadikannya ideal untuk mereka yang mengutamakan kepraktisan.
Kehadiran tombol musik khusus juga membedakan kedua ponsel ini, memberikan kemudahan navigasi playlist tanpa perlu masuk ke menu yang rumit.
Platform Dumbphone dan Harga yang Kompetitif
Nokia juga memperkenalkan platform “dumbphone” yang mengandalkan file lokal, radio FM, dan Bluetooth 5.0 sebagai cara pengguna menikmati musik.
Dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp400.000 untuk Nokia 130 Music dan Rp475.000 untuk Nokia 150 Music, kedua ponsel ini diposisikan sebagai perangkat entry-level yang kompetitif.
Nostalgia yang Relevan di Tengah Dominasi Smartphone
Keberanian Nokia untuk kembali ke pasar ponsel fitur menunjukkan keyakinan mereka bahwa masih ada celah pasar.
Pertanyaannya, apakah nilai nostalgia dan fokus pada fitur audio akan relevan bagi konsumen di tengah dominasi smartphone murah yang sudah sangat canggih?
Jawaban dari pertanyaan itu akan sangat bergantung pada seberapa jauh kebutuhan “digital detox” menjadi tren yang kuat di masyarakat.
Memberikan Alternatif untuk Kebutuhan Sederhana
Pada akhirnya, Nokia 130 Music dan 150 Music adalah sebuah tawaran alternatif yang menarik.
Mereka menawarkan solusi sederhana bagi pengguna yang hanya ingin mendengarkan musik, menelepon, dan mengirim SMS tanpa harus terbebani oleh notifikasi dan kompleksitas smartphone.
Ini adalah tentang memberikan pilihan, dan Nokia berharap pilihan ini akan disambut baik oleh pasar.
Statement:
Petri Hayrynen, Global Head of Product Marketing HMD
“Kami ingin memberikan kombinasi audio dinamis, desain klasik, dan kinerja tahan lama.”



