Produsen ban terkemuka, Michelin, menyatakan tidak menemukan adanya masalah pada ban belakang yang digunakan pembalap Ducati, Francesco Bagnaia, dalam balapan sprint di Red Bull Ring, Austria.
Pernyataan ini dikeluarkan setelah Bagnaia mengeluhkan adanya anomali pada motornya yang membuatnya kehilangan performa dan terperosok ke posisi terakhir.
Keluhan tersebut muncul karena putaran roda yang tidak normal saat start dan berlanjut sepanjang balapan.
Investigasi Michelin
Menanggapi keluhan Bagnaia, pihak Michelin segera melakukan investigasi mendalam terhadap ban yang digunakannya.
Perusahaan asal Prancis itu merilis pernyataan resmi yang memastikan bahwa ban tersebut diproduksi pada waktu yang sama, dengan mesin yang identik, serta menggunakan bahan baku dan produk setengah jadi yang sama seperti ban lain.
Dari hasil analisis awal, tidak ditemukan adanya anomali pada ban tersebut.
Tim teknis Michelin juga menganalisis data balapan secara bersama-sama dengan tim Ducati. Hasilnya menunjukkan bahwa suhu, cengkeraman, dan tingkat putaran roda ban Bagnaia identik dengan motor Ducati lainnya selama empat putaran pertama.
Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa masalah yang dialami oleh Bagnaia mungkin tidak berasal dari ban, melainkan dari sisi motornya sendiri, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari Ducati.
Komitmen Michelin
Meskipun demikian, Michelin tetap berkomitmen untuk mencari jawaban atas insiden tersebut. Mereka menyatakan akan melanjutkan analisis lebih lanjut di markas mereka untuk mengidentifikasi penyebab osilasi yang dialami Bagnaia, baik itu bersumber dari ban maupun dari motor.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa keamanan dan performa ban mereka tetap terjaga di ajang balap sekelas MotoGP.
Kesialan Bagnaia berlanjut di balapan utama MotoGP Austria yang digelar keesokan harinya. Pembalap asal Turin itu kembali kesulitan untuk bersaing di barisan depan dan harus puas finis di posisi kedelapan.
Sementara itu, rekan satu timnya, Marc Marquez, tampil gemilang dan berhasil meraih kemenangan, meninggalkan Bagnaia dan misteri masalah motornya di belakang.
Statement:
Francesco Bagnaia:
“Saya hanya menunggu para teknisi untuk menjelaskan apa yang terjadi.”
Pernyataan Resmi Michelin:
“Ban Bagnaia diproduksi dua bulan lalu, pada waktu yang sama dengan yang lain, dengan mesin yang sama dan menggunakan bahan baku dan produk setengah jadi yang sama. Tidak ada anomali yang terdeteksi.”
“Kami menganalisis data dengan tim dan, terutama selama empat lap pertama, tingkat suhu, cengkeraman, dan putaran roda identik dengan motor Ducati lainnya.”
“Kami akan melanjutkan analisis setelah kami kembali ke markas untuk mengidentifikasi asal muasal osilasi, baik dari sisi motor maupun dari sisi ban.”



![moto junior [motogp]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/EZ9_3218.jpg-300x169.webp)