Search

Misteri Terkuak: Ilmuwan Nemu Daratan Hijau Purba Seukuran Belgia di Bawah Es Antarktika

Rabu, 17 Desember 2025

Benua Antarktika (ist)

Antarktika emang dikenal sebagai benua paling dingin dan terisolasi, tertutup lapisan es raksasa yang menyimpan cadangan air tawar dunia.

Bagi orang awam, wilayah ini kayak hamparan putih yang statis. Padahal, secara geologis, Antarktika itu arsip sejarah iklim yang kompleks banget!

Makanya, menguak apa yang tersembunyi di dasar es itu penting buat memprediksi kenaikan muka air laut di masa depan.

Baru-baru ini, ada penelitian ilmiah yang berhasil menyingkap rahasia besar terkubur di pedalaman benua itu.

Ilmuwan dari Durham University, Inggris, berhasil mengidentifikasi keberadaan lanskap purba yang luas di bawah Lapisan Es Antarktika Timur (EAIS)!

Gak tanggung-tanggung, ukurannya setara dengan luas negara Belgia!

Lanskap ini terdiri dari lembah-lembah, punggung bukit, dan bekas sistem aliran sungai yang masih utuh di kedalaman dua kilometer di bawah es.

Kapsul Waktu 34 Juta Tahun: Daratan Hijau yang Diawetkan

Temuan ini, yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications, ngasih bukti fisik bahwa Antarktika dulu tidak selalu beku kayak sekarang.

Lanskap ini adalah sisa-sisa dari zaman ketika benua ini masih berupa daratan hijau bervegetasi dan dialiri sungai, sebelum akhirnya tertutup es sekitar 34 juta tahun yang lalu.

Ini dia yang jadi petunjuk vital soal bagaimana lapisan es purba terbentuk dan seberapa tahan dia menghadapi perubahan iklim ekstrem di masa lalu.

Lanskap ini bisa utuh selama jutaan tahun karena anomali geologis bernama cold-based ice, di mana suhu di dasar es jauh di bawah titik beku, sehingga es hanya duduk diam dan tidak menggerus batuan dasar (bedrock).

Luar biasa!

Radar Tembus Es: Teknologi Canggih Ungkap Topografi Purba

Gimana cara mereka bisa melihat di kedalaman dua kilometer tanpa mengebor? Mereka menggunakan kombinasi teknologi penginderaan jauh!

Metode utamanya adalah radio-echo sounding, di mana pesawat memancarkan gelombang radio yang menembus es dan memantul kembali saat mengenai batuan dasar.

Waktu pantulannya dihitung buat memetakan bentuk topografi yang tersembunyi.

Selain itu, mereka juga pake data altimetri satelit buat memindai permukaan es. Ternyata, permukaan es Antarktika itu punya undulasi halus yang mengikuti kontur tanah di bawahnya.

Gabungan data ini sukses merekonstruksi peta tiga dimensi yang menunjukkan pola lembah berbentuk “U”, konsisten dengan erosi akibat aliran sungai, bukan gletser.

Pemanasan Bikin Klimaks: Ancaman Air Laut Naik Mengintai

Meski lanskap ini udah bertahan jutaan tahun, risiko dari perubahan iklim saat ini tetap ada lho!

Antarktika Timur menyimpan cadangan air tawar beku terbesar di bumi, dan stabilitas lapisan es di wilayah ini sangat krusial buat tinggi permukaan laut global.

Profesor Neil Ross dari Newcastle University, yang ikut dalam riset, menyoroti bahwa kita lagi menuju kondisi iklim mirip masa Pliosen (sekitar 3 hingga 4,5 juta tahun lalu) yang suhunya 2 hingga 3 derajat Celsius lebih hangat daripada masa pra-industri.

Kalau pemanasan global terus berlanjut, lapisan es bisa mundur sampai ke Cekungan Aurora-Schmidt, mengubah kondisi cold-based ice jadi licin, dan memicu pergerakan es yang lebih cepat menuju lautan.

Dampaknya? Kenaikan muka air laut global secara signifikan!

Statement:

Profesor Neil Ross dari Newcastle University

“Kita sedang menuju kondisi iklim yang mirip dengan masa Pliosen… Jika pemanasan global terus berlanjut tanpa mitigasi, tepi lapisan es Antarktika dapat mundur… Hal ini berpotensi memicu pergerakan es yang lebih cepat menuju lautan.”

3 Poin Penting:

  1. Peneliti Durham University menemukan lanskap purba seluas Belgia yang masih utuh di bawah dua kilometer Lapisan Es Antarktika Timur (EAIS), terdiri dari lembah dan sistem aliran sungai purba.

  2. Lanskap tersebut bertahan selama 34 juta tahun berkat cold-based ice yang mencegah erosi glasial, dideteksi menggunakan radio-echo sounding dan data altimetri satelit.

  3. Penemuan ini krusial untuk memprediksi kenaikan muka air laut, karena pemanasan global dapat mengubah kondisi cold-based ice menjadi air cair dan memicu pergerakan es EAIS yang menyimpan cadangan air tawar terbesar.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan