Guys, bangga banget! Merek mobil listrik lokal kita, Polytron, nggak cuma puas merakit produknya di Indonesia.
Merek yang basisnya di Kudus, Jawa Tengah, ini punya ambisi gokil untuk membangun ekosistem yang lebih mandiri, salah satunya adalah membuat fasilitas perakitan battery pack secara lokal!
Saat ini, sebagian besar komponen mobil Polytron G3 memang masih diimpor langsung dari China, termasuk baterainya, meskipun sudah dirakit lokal di pabrik Handal.
Namun, Tekno Wibowo, Commercial Director Polytron, memastikan bahwa lokalisasi baterai akan segera diwujudkan.
Ini namanya komitmen totalitas!
Impor Cell, Assembly Sendiri Tahun Depan
Tekno menjelaskan bahwa Polytron sudah bekerja sama dengan Gotion, tetapi untuk saat ini komponennya masih didatangkan dari Tiongkok, baru dirakit (assembly) di Indonesia. Nah, sepertinya Polytron sudah punya rencana besar.
Strateginya adalah Polytron akan mengimpor battery cell saja, sementara proses perakitannya menjadi battery pack akan dilakukan sendiri di dalam negeri.
Tekno juga memberi bocoran bahwa rencana ini sudah termasuk alokasi investasi yang cukup besar dan akan menjadi salah satu dari banyak kejutan, baik produk maupun terobosan, yang akan dihadirkan Polytron di tahun depan.
Penjualan Nanjak Nyaris Lima Kali Lipat!
Kabar baiknya, mobil listrik Polytron ternyata cukup diterima baik oleh konsumen Indonesia, lho. Mobil listrik Polytron perdana mengaspal Mei 2025 dan distribusinya dimulai Juli 2025.
Perkembangannya sangat memikat. Mengutip data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Oktober 2025, Polytron berhasil menjual 103 unit mobil.
Angka ini meningkat signifikan karena pada September, distribusi retailnya hanya mencapai 29 unit. Itu artinya, penjualannya naik nyaris lima kali lipat hanya dalam satu bulan!
Ambisi Laju di Pasar Otomotif
Secara total sejak Juli 2025, Polytron sudah mengirimkan 150 unit mobilnya kepada konsumen di Tanah Air. Tentu saja, angka ini memang masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan pemain raksasa lainnya.
Namun, peningkatan nyaris 500% dalam sebulan adalah sinyal kuat bahwa produk lokal ini memiliki potensi besar.
Peningkatan penjualan ini menjadi modal penting bagi Polytron untuk terus berinovasi dan berinvestasi, termasuk dalam rencana lokalisasi battery pack. Sinyal dari pasar sudah jelas: konsumen Indonesia menyambut baik produk lokal yang berkualitas.
Kini, tantangannya adalah bagaimana Polytron bisa terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi agar bisa bersaing lebih kuat di pasar otomotif Indonesia.
Statement:
Tekno Wibowo, Commercial Director Polytron
“Yang mau kita lakukan nanti tahun depan kita akan bikin assembly baterainya kemungkinan sendiri. Jadi untuk menjadi battery pack, kita nanti impor battery cell-nya.”
3 Poin Penting
-
Rencana Lokalisasi Battery Pack: Polytron berencana membangun fasilitas perakitan battery pack sendiri di Indonesia mulai tahun depan, hanya mengimpor battery cell sebagai komponen dasarnya.
-
Peningkatan Penjualan Signifikan: Distribusi mobil listrik Polytron G3 meningkat nyaris lima kali lipat pada Oktober 2025 (103 unit), naik dari 29 unit pada September, menunjukkan penerimaan pasar yang baik.
-
Ambisi Ekosistem Mandiri: Keputusan lokalisasi ini menunjukkan komitmen Polytron untuk membangun ekosistem mandiri, berinvestasi besar, dan terus menghadirkan terobosan baru di pasar otomotif lokal.



