Search

Musisi Ikang Fawzi Soroti Kelemahan LMK dalam Pengelolaan Royalti

Minggu, 31 Agustus 2025

Musisi Ikang Fawzi (ANTARA)

Musisi senior Ikang Fawzi mengutarakan kritik tajam terhadap kelemahan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam penanganan royalti musik di Indonesia.

Ia mendesak agar LMK dapat beroperasi secara profesional, transparan, dan siap diaudit kapan saja, guna memastikan pembagian royalti yang adil bagi para musisi.

Menurut Ikang, seperti dikabarkan Antara, sistem pembagian royalti saat ini terlalu menguntungkan LMK, sehingga dianggap tidak adil bagi para pencipta lagu.

Berharap Lembaga yang Kredibel

Ia berharap LMK di Indonesia tidak terlalu banyak dan hanya ada satu lembaga yang kredibel. Kekhawatiran ini muncul karena mudahnya pendirian LMK, yang membuka celah bagi praktik tidak transparan.

Ikang juga menyoroti investasi digitalisasi yang besar, yang menurutnya sulit dipenuhi oleh banyak LMK.

Kondisi ini membuat celah bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan pribadi, sehingga distribusi royalti menjadi tidak tepat sasaran.

Masalah royalti ini kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan musisi, yang merasa sistem kolektif yang diatur Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta tidak memuaskan.

Statement:

Ikang Fawzi, Musisi

“Misalnya kalau dari sisi LMK-nya, organisasinya sudah menerapkan digitalisasi, profesional, transparan harus kapan aja diaudit.”

“Belum, karena memang belum bisa (pembagian distribusi royalti) mencapai ke situ. Jadi memang aku sih berharap LMK jangan banyak-banyak, kalau bisa satu, benar-benar kredibel.”

“Digitalisasi itu investasinya besar banget, enggak semua LMK bisa membiayai itu. Jadi kalau makin banyak, makin orang yang jadi oportunis aja untuk cari-cari persennya jadi pembagiannya tidak transparan tidak tepat sasaran.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan