Search
Search
Search

Nakhoda Baru PBNU: Gus Kikin Sosok Santri Bahari Pengasuh Tebuireng Resmi Garap Kursi Ketum

Selasa, 1 September 2026

Gus Kikin (ist)

Dunia jamiah Nahdlatul Ulama resmi memasuki babak baru yang penuh dinamika.

Sosok ulama kharismatik, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 pada Senin (31/8/2026).

Penetapan ini mendadak jadi sorotan hangat netizen dan nahdliyin karena beliau dikenal sebagai figur yang tak hanya memiliki nasab keilmuan kuat, tetapi juga rekam jejak kehidupan yang sangat unik.

Mengemban amanah besar sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Gus Kikin siap melanjutkan tongkat estafet perjuangan almarhum KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah).

Garis keturunannya pun tidak sembarangan; dari jalur ibu, nasabnya tersambung langsung kepada sang pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Sementara dari jalur ayah, beliau merupakan keturunan KH Anwar bin Alwi, pendiri Pesantren Paculgowang, Jombang.

Perjalanan Pendidikan Santri dan Pengalaman Unik Mengelilingi Dunia

Lahir di Pondok Pesantren Sunan Ampel, Jombang, anak kedelapan dari 11 bersaudara ini mengenyam pendidikan dasar di MI Parimono sambil nyantri di Pesantren Seblak, lalu melanjutkan ke SMPN 1 Jombang dan SMAN Jombang.

Namun, alih-alih langsung mendalami studi agama secara formal setelah lulus SMA, Gus Kikin justru mengambil jalur yang terbilang berani dan langka bagi seorang santri dengan menempuh studi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta pada 1975–1979.

Keahliannya di bidang bahari membawa Gus Kikin sempat menjajal pengalaman luar biasa dengan mengelilingi dunia sebanyak empat kali saat praktik pelayaran.

Latar belakang mentereng ini mengantarkannya meniti karier cemerlang di BUMN pelayaran, Djakarta Lloyd.

Bahkan di usia 30 tahun, beliau sudah dipercaya menjabat sebagai Kepala Cabang Cilegon sebelum akhirnya mengundurkan diri pada 1992 demi membangun bisnis mandiri di bidang shipping dan logistik.

Kiprah Wirausaha Media Hingga Pengabdian di Pondok Pesantren Tebuireng

Tak cepat puas dalam belajar, pada 2013 Gus Kikin kembali menempuh pendidikan tingginya di jurusan Komunikasi Universitas Terbuka demi mendukung perintisan bisnis media televisi.

Langkah dan rekam jejaknya di dunia profesional terbukti membentuk karakter kepemimpinan yang adaptif, berwawasan luas, namun tetap membumi dalam memegang teguh nilai-nilai kepesantrenan.

Amanah besarnya di dunia pesantren bermula pada Januari 2016 ketika beliau diminta langsung oleh almarhum Gus Sholah untuk menjadi Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng guna mempersiapkan suksesi.

Penunjukan resmi Gus Kikin sebagai pengasuh utama kemudian disepakati secara bulat lewat musyawarah keluarga besar Bani Hasyim demi menjaga warisan tradisi keilmuan Islam Nusantara.

Komitmen Merawat Warisan Pemikiran Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari

Sebagai nakhoda baru PBNU sekaligus pengasuh pesantren bersejarah, Gus Kikin berkomitmen penuh untuk terus merawat dan menggali lebih dalam pemikiran ulama pendiri Nahdlatul Ulama.

Beliau bertekad untuk menjadikan nilai-nilai perjuangan KH Hasyim Asy’ari, terutama yang tertuang dalam karya monumental seperti kitab Qanun Asasi, sebagai pijakan utama dalam menggerakkan organisasi.

Kombinasi antara pengalaman profesional di kancah maritim, wawasan kepemimpinan modern, serta kedalaman ilmu agama menjadikan terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU periode 2026–2031 membawa angin segar.

Publik dan warga nahdliyin menaruh harapan besar agar beliau sanggup membawa Nahdlatul Ulama semakin mandiri, berkemajuan, serta solid dalam menjawab tantangan zaman.

Statement:

KH Abdul Hakim Mahfudz/Gus Kikin, Ketua Umum PBNU & Pengasuh Pesantren Tebuireng

“Mengemban amanah ini, saya berkomitmen untuk terus merawat dan menggali lebih dalam warisan pemikiran Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari, terutama dalam memahami dan mengamalkan karya-karya monumental beliau seperti kitab Qanun Asasi sebagai pijakan perjuangan kita bersama.”

3 Poin Penting:

  • Penetapan Ketum PBNU Baru: KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 pada Senin (31/8/2026).

  • Latar Belakang Pelayaran dan BUMN: Gus Kikin memiliki latar belakang unik sebagai alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta, pernah mengelilingi dunia 4 kali, dan sukses berkarier di BUMN Djakarta Lloyd sebelum menjadi wirausahawan.

  • Penerus Perjuangan Tebuireng: Sebagai cucu buyut Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan penerus Gus Sholah di Pesantren Tebuireng, Gus Kikin bertekad menguatkan organisasi berbasis pemikiran kitab Qanun Asasi.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

Rame 24 Jam

Rame Sepekan