Search

Nggak Main-Main! GJAW 2025 Jadi Panggung Otomotif RI Pamer Inovasi dan Mobil Listrik!

Minggu, 23 November 2025

GJAW 2025 (istimewa)

Guys, event otomotif tahunan paling ditunggu, GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, resmi digelar di ICE BSD Tangerang, 21-30 November 2025!

Pameran ini bukan sekadar ajang pamer mobil baru, tapi jadi wadah strategis buat industri otomotif nasional unjuk gigi, apalagi soal kendaraan rendah emisi.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Setia Diarta, menegaskan kalau GJAW 2025 ini penting banget buat mempromosikan produk dalam negeri.

Nah, Setia juga berharap event ini bisa memperkuat daya saing sekaligus menarik investasi baru di sektor otomotif Indonesia.

Indonesia Nggak Kalah Jauh: Kapasitas Produksi Gokil!

Pertumbuhan manufaktur Indonesia jelas enggak lepas dari peran industri otomotif. Sampai Triwulan III 2025, subsektor ini nyumbang 1,28 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Angka yang lumayan banget!

Setia Diarta membocorkan data kapasitas produksi kita yang nggak main-main: kita punya 39 pabrikan roda empat dengan kapasitas produksi 2,39 juta unit per tahun, dan 82 pabrikan roda dua/tiga dengan kapasitas 11,2 juta unit per tahun.

Sampai September 2025, ekspor kendaraan roda empat (CBU) kita bahkan hampir mencapai 45% dari total produksi. Ini menunjukkan betapa kuatnya daya saing produk otomotif kita di pasar global.

Target Ambisius di Tengah Tingkat Kepemilikan Rendah

Meskipun kapasitas produksi dan ekspor kita udah gede, Setia melihat pasar domestik masih punya ruang pertumbuhan yang sangat besar.

Kenapa? Karena tingkat kepemilikan mobil (Car Ownership Ratio/COR) Indonesia baru mencapai 99 per 1.000 penduduk. Angka ini jauh banget di bawah negara tetangga kita kayak Malaysia (490) atau Thailand (275).

Peluang pasar domestik kita masih sangat luas!

Fokus utama di GJAW 2025 tentu aja adalah kendaraan listrik. Pemerintah dan pelaku industri serius banget nge-gas di sektor ini.

Total investasi di kendaraan listrik (bus, mobil, roda dua/tiga) sudah mencapai Rp5,76 triliun, dengan kapasitas produksi mobil listrik nasional yang sudah menyentuh 110.660 unit per tahun.

Kerennya lagi, sepanjang 2022 hingga September 2025, produksi kendaraan rendah emisi karbon (LCEV) sudah mencapai 878 ribu unit.

Dukungan Pemerintah dan Komitmen Green Future

Setia Diarta menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pelaku industri yang menghadirkan lini kendaraan elektrifikasi, terutama Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Kehadiran peserta GJAW yang mencapai 80 merek (termasuk 33 merek kendaraan penumpang dan 10 merek roda dua) membuktikan kalau industri Indonesia siap banget bergerak menuju masa depan yang lebih hijau dan rendah emisi karbon.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga all-out mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik ini dengan berbagai kebijakan dan insentif strategis, seperti insentif PPnBM DTP untuk hybrid dan PPN DTP bagi KBLBB.

Langkah-langkah ini makin mempertegas komitmen pemerintah bersama pelaku usaha untuk membangun industri otomotif yang modern dan berkelanjutan. Dukungan penuh ini diharapkan jadi katalis positif buat pertumbuhan ekonomi nasional!

Statement:

Setia Diarta, Dirjen ILMATE

“GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) menjadi wadah strategis untuk menampilkan inovasi industri otomotif nasional, termasuk perluasan penggunaan kendaraan rendah emisi. Kami berharap gelaran ini tidak hanya memperkuat daya saing, tetapi juga menarik investasi baru di sektor otomotif.”

3 Poin Penting

  1. GJAW 2025 sebagai Wadah Strategis: Pameran GJAW 2025 (21-30 November) menjadi platform utama untuk mempromosikan produk otomotif nasional, khususnya inovasi kendaraan rendah emisi, dan diharapkan mampu menarik investasi baru.

  2. Potensi Pasar Domestik Besar: Meskipun Indonesia memiliki kapasitas produksi kendaraan yang tinggi dan ekspor CBU roda empat mencapai hampir 45%, tingkat kepemilikan mobil (COR) Indonesia masih sangat rendah (99 per 1.000 penduduk), menunjukkan ruang pertumbuhan pasar domestik yang luas.

  3. Akselerasi Ekosistem Kendaraan Listrik: Investasi di kendaraan listrik sudah mencapai Rp5,76 triliun, didukung penuh oleh Kemenperin melalui berbagai insentif (seperti PPnBM DTP dan PPN DTP) untuk mempercepat transisi industri otomotif menuju masa depan rendah emisi.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan