Search

Nggak Main-main! RI-Rusia Gaspol Kerja Sama Industri: MoU Asbes Ngebut, Deal Kapal Nyusul

Minggu, 14 Desember 2025

Ilustrasi galangan kapal (ist)

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia makin kece dan strategis! Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, ngumumin bahwa kerja sama industri kedua negara tuh udah bergerak pesat.

Nggak cuma ngobrol biasa, lho, Kemenperin sampe ngadain Indonesia Russia Business Matching di Moskow awal Desember 2025 buat nge-gas deal-deal penting.

Saat ini, Indonesia dan Rusia lagi ngebut nyelesaiin dua dokumen penting kerja sama industri. Salah satunya, MoU on Cooperation in the Field of Scientific Research on the Safe Use of Chrysotile Asbestos udah ditandatangani Agus Gumiwang bareng Menteri Perindustrian Rusia Anton Alikhanov (8/12/2025).

Dokumen penting lainnya, yaitu MoU on Cooperation in the Field of Shipbuilding (Kerja Sama Perkapalan), diharapin bisa nyusul ditandatanganin secepatnya.

Investasi Rusia Konsisten dan Perdagangan Nanjak

Kerja sama ini bukan cuma di atas kertas. Agus ngungkapin kalau perkembangan ekonomi kedua negara super positif. Total perdagangan bilateral nonmigas udah nembus USD3,9 miliar di 2024, dengan tren peningkatan gokil sebesar 18,69% sejak 2020.

Bahkan, hingga Oktober 2025, nilai perdagangan udah naik lagi jadi USD4,04 miliar!

Nggak cuma perdagangan, investasi Rusia di Indonesia juga konsisten naik. Total investasi nyentuh USD262,7 juta di 2024, dan hingga September 2025 udah masuk USD147,2 juta. Ini sinyal kuat kalau investor Rusia percaya banget sama pasar Indonesia.

Logistik Jadi Tantangan, Rantai Pasok Halal Jadi Fokus

Meskipun hubungan lagi mesra, tetep aja ada tantangan yang harus diberesin. Salah satu hambatan utama adalah biaya logistik yang mahal banget akibat jarak geografis yang jauh.

Untungnya, kedua negara udah ngadain dialog intensif, termasuk dalam Working Group on Trade, Investment and Industry ke-6 (Maret 2025).

Forum itu udah ngasilin banyak kesepakatan teknis, termasuk soal penguatan rantai pasok halal, perdagangan, logistik, standardisasi, sertifikasi, hingga sektor finansial.

Ini nunjukin kalau penyelesaian hambatan dilakuin secara komprehensif. Selain itu, Indonesia juga ngasih dukungan penuh buat percepatan IEAEU FTA (Indonesia Eurasian Economic Union Free Trade Agreement) demi ngebuka akses pasar lebih luas lagi.

Business Matching: Dari Kawasan Industri Sampai Alih Teknologi

Rangkaian agenda ini dipuncaki dengan Indonesia Russia Business Matching, yang ngasilin capaian konkret. Ada penandatanganan MoU antara Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia dengan dua lembaga Rusia: Foreign Trade Center (FTC) dan Association of Industrial Parks (AIP).

Deal ini bakal mempermudah investor Rusia masuk ke kawasan industri Indonesia dan ngedorong joint manufacturing serta alih teknologi. Wih, optimis banget buat masa depan industri kedua negara!

Statement:

Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian

“Angka-angka tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari pelaku industri Rusia terhadap stabilitas ekonomi dan potensi pengembangan industri di Indonesia. Kami berharap, MoU lainnya [Perkapalan] dapat segera diselesaikan sehingga memberikan kejelasan kerangka kolaborasi bagi industri besar maupun IKM kedua negara.”

3 Poin Penting:

  1. Dua Dokumen Kerja Sama Strategis: Indonesia dan Rusia sedang ngebut menyelesaikan dua MoU krusial, yaitu Kerja Sama di Bidang Perkapalan dan Kerja Sama Riset Penggunaan Asbes Krisotil (yang sudah ditandatangani).

  2. Pertumbuhan Ekonomi dan Kepercayaan Investasi: Total perdagangan nonmigas telah mencapai US$ 4,04 miliar (hingga Okt 2025), dan investasi Rusia di Indonesia menunjukkan angka konsisten, menandakan tingkat kepercayaan tinggi pelaku industri Rusia.

  3. Langkah Konkret Business Matching: Kegiatan Business Matching menghasilkan penandatanganan MoU antara HKI dengan FTC dan AIP Rusia, yang bertujuan memfasilitasi investasi Rusia di kawasan industri dan mendorong alih teknologi.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan