Nggak Mau Naik Tarif! Ojol Nolak Rencana Kemenhub: Deal Dulu Skema Bagi Hasil 90:10

Sabtu, 13 Desember 2025

Ilustrasi demo ojol (istimewa)

Guys, rencana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) buat naikin tarif ojek online (ojol) emang lagi panas banget! Eits, tapi nggak semua pihak setuju lho.

Asosiasi Garda Indonesia malah ngebanting setir dengan menolak keras rencana kenaikan tarif tersebut. Menurut mereka, ada tuntutan yang jauh lebih penting dan mendesak buat diselesaikan pemerintah sebelum naikin harga layanan.

Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, negesin sikap resmi mereka: pemerintah nggak boleh naikin tarif ojol dalam bentuk apa pun.

Syaratnya cuma satu: Perpres tentang skema bagi hasil 90% untuk pengemudi dan 10% untuk aplikator harus diterbitkan secara resmi dulu!

Tuh, kan, tuntutan driver ini udah nggak fokus ke tarif, tapi ke bagi hasil yang lebih adil dan manusiawi.

Tiga Tuntutan Krussial Para Driver

Di luar urusan tarif, Garda Indonesia ngaku bawa tiga tuntutan utama yang emang udah jadi unek-unek jutaan driver ojol.

Tuntutan pertama udah jelas: skema bagi hasil 90% untuk pengemudi sebagai pelaku utama di lapangan, dan cuma 10% untuk perusahaan aplikator.

Garda nganggap komposisi ini yang paling adil dan manusiawi.

Tuntutan kedua nggak kalah penting: Garda minta agar Perpres Ojol ngatur kontribusi wajib aplikator sebesar 1% sampai 2% kepada negara.

Duit ini bakal dialokasikan sebagai jaminan perlindungan sosial dan jaminan hari tua buat para driver ojol. Jadi, driver nggak cuma nyari duit buat hari ini, tapi juga punya masa depan yang lebih terjamin.

Jangan Ngorbanin Rakyat Demi Iklim Bisnis

Tuntutan ketiga bener-bener nyentuh soal hati nurani. Garda Indonesia minta pemerintah menghentikan narasi ‘menjaga iklim bisnis’ yang menurut mereka malah mengorbankan hak dan keadilan rakyat.

Mereka negesin kalau negara nggak boleh bersembunyi di balik alasan bisnis sambil ngabaikan masa depan jutaan rakyat yang bergantung pada pekerjaan ojol.

Tamparan keras nih buat para pemangku kebijakan!

Di sisi lain, Kemenhub sendiri emang udah ngasih kode kuat soal revisi tarif. Utomo Harmawan, Kasubdit Angkutan Tidak dalam Trayek Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, bilang tarif bakal disesuaikan karena udah empat sampai lima tahun nggak berubah.

Kemenhub sepakat buat nyusun tarif baru dengan mempertimbangkan dua faktor utama: kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) dan harga bahan bakar minyak (BBM).

Kemenhub Sepakat Pertimbangkan UMR dan BBM

Utomo ngaku kalau tarif yang nggak berubah selama ini emang bikin keresahan di kalangan driver dan asosiasi mereka.

Dia negesin kalau Kemenhub udah sepakat ngambil dasar kenaikan harga UMR dan BBM dalam penyusunan tarif baru.

Namun, sikap Garda Indonesia udah jelas: nggak ada kenaikan tarif sampai tuntutan bagi hasil 90:10 jadi Perpres resmi.

Ini bakal jadi PR gede buat pemerintah. Mereka harus nemuin titik temu antara kebutuhan driver akan bagi hasil yang adil, kebutuhan konsumen akan tarif terjangkau, dan kebutuhan aplikator untuk tetep bisa jalanin bisnisnya.

Statement:

Raden Igun Wicaksono, Ketua Umum Garda Indonesia

“Garda Indonesia menegaskan sikap resmi bahwa pemerintah tidak boleh menaikkan tarif ojol dalam bentuk apa pun sebelum Perpres tentang skema bagi hasil 90% untuk pengemudi ojol dan 10% untuk perusahaan aplikator diterbitkan secara resmi.”

3 Poin Penting:

  1. Penolakan Kenaikan Tarif Bersyarat: Garda Indonesia menolak segala bentuk kenaikan tarif ojol sebelum pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur skema bagi hasil driver 90% dan aplikator 10%.

  2. Tuntutan Jaminan Sosial Wajib: Asosiasi menuntut adanya kontribusi wajib dari aplikator sebesar 1%–2% kepada negara, yang dialokasikan khusus sebagai jaminan perlindungan sosial dan jaminan hari tua bagi pengemudi ojol.

  3. Dasar Kemenhub Revisi Tarif: Kemenhub memberikan kode akan menyesuaikan tarif ojol setelah 4–5 tahun tidak berubah, dengan mempertimbangkan kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir