Niat hati ingin melipir sebentar dari rutinitas harian untuk cari spot kemping asyik, seorang astronom amatir bernama Joel Lapointe justru mengalami kejadian yang luar biasa.
Saat sedang asyik menelusuri aplikasi Google Maps pada tahun 2025 untuk area Côte-Nord di Quebec, Kanada, matanya tak sengaja menangkap penampakan cekungan yang cukup asing.
Bukannya menemukan tempat mendirikan tenda yang ideal, ia justru menemukan struktur geologi misterius yang memicu rasa penasaran mendalam.
Dilansir dari Metro, Joel menyadari bahwa lubang yang ditemukannya lewat layar ponselnya itu bukanlah cekungan tanah biasa.
Rasa penasarannya terbayar tuntas setelah diteliti lebih lanjut, ternyata lingkaran raksasa tersebut merupakan kawah meteorit berusia 390 juta tahun yang sebelumnya belum pernah teridentifikasi oleh siapapun.
Penemuan yang berawal dari keisengan ini mendadak menjadi perhatian komunitas sains internasional.
Penampakan Lubang Kosmik dan Konfirmasi Ahli
Struktur unik yang tersembunyi di wilayah terpencil ini memiliki bentuk melingkar yang cukup berbeda jika dibandingkan dengan topografi sekitarnya.
Joel melihat adanya pola visual unik yang tidak cocok dengan bentang alam alami pada umumnya, sehingga ia memutuskan untuk melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwenang dan peneliti guna mendapatkan kepastian.
Gordon Osinski, seorang profesor geologi planet di Western University, langsung menindaklanjuti kabar tersebut dengan membuka peta digital untuk mencocokkan data.
Setelah melakukan verifikasi awal dan membandingkannya dengan data satelit terkini, Osinski mengonfirmasi bahwa belum ada catatan resmi terkait keberadaan kawah tersebut.
Penemuan ini langsung dijadwalkan untuk dipresentasikan dalam pertemuan tahunan kelompok riset Meteoritical Society.
Ekspedisi Lapangan dan Pembuktian Geologis
Dengan lebar mencapai sekitar 15 mil, Kawah Meteor Joël-Lapointe tercatat sebagai salah satu kawah terbesar yang berhasil ditemukan dalam beberapa tahun terakhir.
Meskipun ukurannya tergolong sangat besar, para ilmuwan tetap memerlukan pembuktian ilmiah di lapangan untuk memastikan bahwa cekungan tersebut benar-benar terbentuk akibat dampak benturan benda langit, salah satunya dengan melacak keberadaan batuan lelehan dampak.
Demi mendapatkan data yang valid, Osinski bersama tim peneliti melakukan ekspedisi langsung ke wilayah terpencil tersebut pada bulan Oktober 2025.
Setibanya di lokasi, tim menemukan tebing di sekitar area yang dipantau Joel memang terdiri dari batuan lelehan akibat tumbukan eksplosif.
Mereka bahkan menemukan kerucut pecah (shatter cones), yaitu struktur alur bergelombang khas yang terukir akibat tekanan luar biasa dari tabrakan meteorit.
Penghormatan Budaya dan Nama Lokal Uhaachatik
Setelah keberadaan kawah purba ini terverifikasi secara ilmiah, para peneliti tidak lupa untuk merangkul masyarakat lokal.
Tim ilmuwan berdiskusi dan berkolaborasi dengan perwakilan suku Innus dari Ekuanitshit, yakni penduduk asli yang mendiami wilayah tersebut, guna memberikan penamaan resmi yang menghormati kearifan lokal.
Kini, lokasi fenomenal tersebut juga terdaftar dengan nama ‘Kawah Meteor Joël-Lapointe’ di platform Google Maps dan mendapat predikat sebagai salah satu objek wisata bintang lima.
Penemuan tak sengaja ini membuktikan bahwa teknologi pemetaan digital yang kita gunakan sehari-hari ternyata menyimpan potensi besar untuk membongkar rahasia sejarah bumi jutaan tahun lalu.
Statement:
Joel Lapointe
“Bekas lubang kosmik di wilayah Côte-Nord yang terpencil di Quebec itu tampak ‘agak pudar dan bulat, seperti semacam lubang.”
Gordon Osinski, tim peneliti
“Mereka memilih nama ‘Uhaachatik’, yang secara kasar diterjemahkan dalam bahasa Innu-aimun sebagai ‘terkenal karena rusa hutan.”
3 Poin Penting:
-
Penemuan Tidak Disengaja: Joel Lapointe menemukan kawah meteorit purba berusia 390 juta tahun saat mencari spot kemping di Côte-Nord, Kanada, menggunakan Google Maps.
-
Bukti Geologis Kuat: Ekspedisi peneliti Western University berhasil menemukan bukti fisik berupa batuan lelehan dampak dan kerucut pecah (shatter cones) berdiameter 15 mil.
-
Kolaborasi Penamaan: Kawah ini mendapatkan nama resmi lokal “Uhaachatik” dari suku Innus Ekuanitshit dan terdaftar sebagai Kawah Meteor Joël-Lapointe di peta digital.



