Mobil Anak Bangsa (MAB) bikin berita besar yang nggak cuma soal mobilnya, tapi juga tentang kesiapan infrastruktur industri di Indonesia.
Setelah resmi meneken kerja sama dengan Solarky Mobility Technologies (HK) Ltd dan PT Fortuna Ventura Investindo, MAB udah siap menjadikan pabriknya di Demak, Jawa Tengah, sebagai pusat produksi mobil listrik penumpang berukuran kecil.
Keputusan MAB untuk memproduksi mobil listrik berbasis Solarky ini di Demak ngasih angin segar buat pengembangan industri di Jawa Tengah.
Nggak cuma nyerap tenaga kerja, tapi juga ngedorong transfer teknologi dan peningkatan kualitas manufaktur lokal.
Yang bikin bangga, mobil ini akan pake penamaan MAB sebagai identitas produksi dalam negeri, menegaskan bahwa ini adalah produk yang lahir dari pabrik anak bangsa.
Kesiapan Produksi di Tengah Target Ambisius
Direktur Utama PT MAB, Kelik Irwantono, nggak khawatir soal lonjakan permintaan. Meskipun pembelian awal di tahun pertama ditetapin 2.000 unit, potensi peningkatan volume hingga 10.000 unit per tahun udah tertulis jelas dalam perjanjian.
Kelik menegaskan bahwa MAB sudah siap secara manufaktur untuk nge-handle kenaikan produksi ini.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa MAB memiliki kapabilitas dan fleksibilitas lini produksi untuk menyesuaikan diri dengan dinamika pasar.
Ini adalah modal penting buat ngejar target peluncuran pada kuartal kedua 2026 (sekitar Mei–Juni).
Peningkatan Bertahap dan Fokus Domestik
Rencana produksi MAB dirancang secara bertahap dan terukur. Setelah nge-gas 2.000 unit di tahun pertama, perjanjian menyebutkan peningkatan menjadi 5.000 unit di tahun berikutnya, dan bisa mencapai 10.000 unit atau lebih di tahun ketiga dan seterusnya.
Strategi ini memungkinkan MAB untuk melakukan ramp-up produksi dengan hati-hati sambil terus menjaga kualitas.
Fokus MAB dan distributor adalah pasar Indonesia. Prioritas pada pasar domestik ini menunjukkan bahwa MAB ingin nguasain pasar dalam negeri dulu sebelum mungkin merambah ke pasar regional.
Peran MAB dalam Industri Kendaraan Listrik Nasional
Langkah MAB memproduksi mobil listrik penumpang kecil ini melengkapi portofolio mereka yang sebelumnya udah dikenal lewat bus listrik.
Dengan nyentuh segmen mobil penumpang, MAB nggak cuma ngedukung ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) secara keseluruhan, tetapi juga ngasih pilihan yang lebih banyak buat konsumen yang pengen beralih ke EV.
Ini adalah kontribusi nyata MAB sebagai brand lokal dalam transisi energi di sektor transportasi.
Statement:
Kelik Irwantono, Direktur Utama PT Mobil Anak Bangsa
“Pabrik kami di Demak dirancang untuk memiliki fleksibilitas dan kapasitas untuk mendukung ambisi jangka panjang ini. Komitmen pembelian awal 2.000 unit dan potensi peningkatan hingga 10.000 unit per tahun memberikan visibility yang sangat baik bagi perencanaan produksi kami. MAB siap menjadi backbone manufaktur untuk mobil listrik penumpang kecil di Indonesia.”
3 Poin Penting:
-
Pabrik Demak Siap Produksi: PT MAB akan menggunakan fasilitas manufaktur di Demak, Jawa Tengah, sebagai pusat produksi mobil listrik penumpang kecil, menegaskan kesiapan industri di wilayah tersebut.
-
Kesiapan Ramp-up Produksi: MAB memastikan kesiapan manufaktur untuk mengakomodasi peningkatan volume dari pembelian awal 2.000 unit hingga target 10.000 unit per tahun, menunjukkan fleksibilitas lini produksi.
-
Dampak Ekonomi Regional: Produksi di Demak tidak hanya memperkuat identitas MAB sebagai produsen lokal tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif pada penyerapan tenaga kerja dan pengembangan industri di Jawa Tengah.



