Search

Panen Minyak Melimpah! Sumur Baru PHE ONWJ Sukses Lampaui Target Hingga Empat Kali Lipat

Selasa, 30 Juni 2026

Kilang PHE (PHE)

Kabar gokil dan super menggembirakan baru saja datang dari sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui aset lepas pantai PHE ONWJ sukses mencatatkan torehan prestasi yang sangat positif.

Melalui pengeboran sumur pengembangan terbaru berkode LLA-5 di Platform Lima, kolaborasi ini berhasil mengamankan pasokan energi baru yang siap memperkuat ketahanan energi dalam negeri.

Kepala SKK Migas melaporkan bahwa sumur LLA-5 tersebut secara resmi telah mulai mengalirkan produksinya (Production on Production) sejak tanggal 26 Juni 2026 lalu.

Gak main-main, capaian awal dari sumur baru ini langsung menyentuh angka 566 barel minyak per hari (Barrel of Oil Per Day/BOPD).

Angka produksi perdana yang sangat tinggi ini otomatis langsung meroket tajam melampaui target awal dari tim manajemen yang sebelumnya hanya mematok angka moderat di kisaran 300 BOPD.

Perjuangan Taklukkan Hambatan Pipa Tersangkut Lewat Metode Sidetrack Canggih

Proses untuk mendulang emas hitam di lepas pantai ini sejatinya dilewati dengan perjuangan yang tidak mudah oleh para insinyur muda di lapangan.

Pengeboran sumur LLA-5 sendiri telah dimulai sejak 27 April 2026 dan berhasil diselesaikan sepenuhnya pada 22 Juni 2026 dengan memanfaatkan keandalan Rig PV-Drilling II selama total 67 hari kerja.

Di tengah proses pengerjaan, tim teknis sempat dihadang kendala berupa peralatan pengeboran yang tersangkut di dalam sumur (stuck pipe).

Namun, berkat respons cepat dan keahlian tinggi, tim lapangan langsung melakukan pengangkatan alat serta menerapkan strategi pengeboran cabang (sidetrack) untuk melanjutkan operasi ke titik aman.

Sumur yang dibor dengan metode berarah (directional drilling) ini menyasar target lapisan LL-30 pada interval kedalaman 4.745 hingga 4.752 feet Measured Depth (ftMD).

Hasil akhir dari manuver taktis tersebut justru berbuah manis karena sumur menunjukkan performa reservoir yang sangat solid dan menjanjikan.

Optimasi Teknologi Gas Lift dan Keberhasilan Menjaga Catatan Zero Accident

Saat ini, pihak PHE ONWJ masih terus melakukan proses pembersihan sumur (clean-up) secara berkala guna mengoptimalkan aliran produksi minyak mentah.

Setelah tahapan krusial itu selesai, volume produksi dari sumur LLA-5 ini diproyeksikan bisa melonjak drastis hingga menyentuh angka 1.200 BOPD.

Jumlah fantastis tersebut hampir setara dengan empat kali lipat dari target awal, dengan tingkat kandungan air yang sangat minim, yaitu hanya berada di kisaran 4 persen saja berkat optimasi metode gas lift.

Hebatnya lagi, proyek berskala besar ini tidak hanya sukses dari segi teknis operasional, melainkan juga sangat efisien dari sisi pengelolaan anggaran korporasi.

Total realisasi pengeluaran tercatat hemat karena hanya menghabiskan sekitar 95 persen dari nilai otorisasi pengeluaran dana atau Authorization for Expenditure (AFE) yang disetujui sebesar USD13,37 juta.

Selain itu, seluruh rangkaian operasi pengeboran berisiko tinggi ini berhasil diselesaikan dengan catatan tanpa kecelakaan kerja (zero accident).

Amunisi Baru Guna Menopang Target Lifting Minyak Nasional di Lapangan Tua

Keberhasilan luar biasa dari proyek sumur LLA-5 di Platform Lima ini menjadi angin segar sekaligus sinyal positif bagi upaya peningkatan angka lifting minyak bumi secara nasional.

Tantangan penurunan produksi secara alamiah (natural decline) yang selama ini membayangi banyak lapangan migas tua di Indonesia kini bisa sedikit teratasi dengan temuan baru ini.

Tambahan pasokan dari wilayah kerja ONWJ diharapkan mampu menjadi tulang punggung yang ikut menopang target pemenuhan energi nasional 2026.

Semangat juang dan inovasi teknologi yang ditunjukkan oleh para perwira PHE ONWJ bersama pengawasan ketat dari SKK Migas menjadi contoh nyata sinergi yang progresif.

Di tengah tren transisi energi, pemenuhan kebutuhan minyak bumi domestik yang efisien dan aman tetap menjadi agenda krusial bagi stabilitas ekonomi negara.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan penerapan strategi yang tepat dan eksekusi yang disiplin, potensi tersembunyi dari blok migas matang masih bisa dimaksimalkan dengan optimal.

3 Poin Penting:

  • Produksi Melampaui Target: Sumur pengembangan LLA-5 milik PHE ONWJ resmi berproduksi dengan capaian awal 566 BOPD dan berpotensi melonjak hingga 1.200 BOPD, jauh di atas target awal sebesar 300 BOPD.

  • Efisiensi dan Keamanan Tinggi: Proyek pengeboran lepas pantai ini berhasil menghemat anggaran hingga 95 persen dari nilai AFE USD13,37 juta serta sukses mempertahankan catatan zero accident di lapangan.

  • Solusi Lapangan Tua: Keberhasilan sumur baru ini menjadi solusi taktis di tengah tantangan penurunan alamiah (natural decline) pada lapangan migas tua demi menggenjot lifting minyak nasional tahun 2026.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan