Dalam sebuah pidato yang menggugah semangat (dan mungkin sedikit mengagetkan beberapa yang masih mencoba mengingat tanggal Sumpah Pemuda), Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyerukan kepada seluruh pemuda dan pemudi bangsa untuk berani bermimpi besar.
Tentu saja, ini bukan mimpi biasa, melainkan mimpi yang harus dibarengi dengan keberanian super untuk tidak takut gagal.
Mengingat sebagian besar pemuda saat ini bermimpi untuk bisa tidur lebih lama di pagi hari, seruan ini tentu saja menjadi tantangan epik yang patut dinantikan hasilnya.
Pidato yang disampaikan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025 ini, seolah menjadi pengingat lembut (atau mungkin sedikit menampar) bahwa semangat tahun 1928, di mana para pemuda dengan gagah berani meneguhkan persatuan bangsa, harus diteruskan.
Sebuah pernyataan yang begitu inspiratif, sampai-sampai beberapa pemuda langsung terbangun dari lamunan tentang notifikasi e-commerce terbaru mereka.
Mimpi Besar dan Realitas: Antara TikTok dan Kontribusi Nasional
Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa semangat para pemuda 1928 yang heroik itu kini harus diisi dengan hal-hal yang lebih substansial, seperti ilmu, kejujuran, disiplin, dan kerja keras.
Tentu saja, ini adalah daftar tugas yang cukup panjang untuk generasi yang mungkin sedang sibuk menguasai tarian TikTok terbaru atau membuat konten prank yang viral.
Dalam sebuah unggahan video, Selasa (28/10/2025), Beliau juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam membawa Indonesia menuju kemajuan, kemandirian, dan kesejahteraan bersama.
Sebuah visi yang mulia, meskipun seringkali tantangan terbesar bagi sebagian pemuda adalah memutuskan akan makan apa hari ini.
Mendengar ini, para pemuda tentu saja mengangguk-angguk setuju, sambil bertanya-tanya, apakah perjuangan mengisi kemerdekaan juga termasuk perjuangan mendapatkan sinyal internet yang stabil di pelosok negeri, atau perjuangan membayar tagihan listrik yang terus naik?
Pertanyaan-pertanyaan vital yang mungkin perlu dijawab dalam pidato Sumpah Pemuda ke-98.
Cinta Tanah Air: Bukan Sekadar Slogan, Tapi Kode Wifi
Dalam puncak pidatonya yang penuh semangat, Bapak Presiden Prabowo menegaskan bahwa cinta tanah air bukan hanya sekadar slogan yang bagus untuk poster kampanye, melainkan harus dibuktikan melalui tindakan nyata dan pengabdian kepada rakyat.
Sebuah konsep yang mungkin sedikit asing bagi sebagian pemuda yang menganggap “pengabdian” adalah mengunggah foto selfie dengan latar belakang merah putih.
Sebuah definisi yang komprehensif, seolah memberikan checklist bagi para pemuda. Jadi, mulailah dengan membersihkan kamar Anda sendiri, sebelum mencoba membersihkan lautan.
Dan yang terpenting, jangan lupa, bahwa cinta tanah air juga berarti tidak membocorkan kode wifi nasional ke negara tetangga.
Statement:
Prabowo Subianto, Presiden RI
“Hai pemuda, jangan takut bermimpi besar. Jangan takut gagal. Bangsa besar lahir dari pemuda yang berani, yang mencintai bangsanya, yang rela berkorban untuk rakyatnya.”
“Kita harus isi kemerdekaan kita. Kita harus membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju, bangsa yang modern, bangsa yang sejahtera. Perjuangan ini belum selesai.”
“Cinta Tanah Air bukan hanya diucapkan, tapi harus dibuktikan dengan kerja keras, disiplin, rela berkorban demi negara dan bangsa, keberanian membela kebenaran, dan ketulusan melayani rakyat seluruhnya.”

![Ketua Ombudsman RI [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/PENANGKAPAN-KEJAGUNG-Ketua-Ombudsman-RI-Hery-Susanto-ditangkap-860x484-1-300x169.webp)

![Satpol PP [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/28082024121157_0-300x200.jpeg)