Parah Banget! Baut Jembatan Bailey Bireuen Dicuri, Mualem dan KSAD Langsung Geram

Rabu, 31 Desember 2025

Jembatan bailey, Bireun, Aceh (ist)

Kabar mengejutkan datang dari Bumi Serambi Mekkah, tepatnya di Teupin Mane, Bireuen. Di tengah perjuangan warga menghadapi situasi pascabencana, ada oknum tidak bertanggung jawab yang tega mencuri baut-baut jembatan bailey.

Jembatan darurat yang sangat krusial ini malah jadi sasaran empuk tangan panjang, padahal fungsinya sangat vital untuk menyambung akses logistik dan mobilitas masyarakat yang sedang dalam kondisi sulit.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya mendengar aksi biadab ini.

Menurutnya, tindakan tersebut benar-benar di luar nalar karena dilakukan saat masyarakat sedang berduka dan butuh bantuan.

Ia menegaskan bahwa jembatan ini dibangun untuk kepentingan orang banyak, terutama untuk memastikan pasokan sembako tidak terhambat akibat rusaknya infrastruktur utama.

Sabotase di Tengah Bencana dan Reaksi Keras KSAD

Kekecewaan senada juga datang dari pucuk pimpinan Angkatan Darat. KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak mengaku geram dan menyebut aksi pencurian baut tersebut sebagai bentuk sabotase.

Maruli menunjukkan bukti foto jembatan di Kecamatan Juli, Bireuen, yang bautnya sudah dicopot dan berpindah tempat.

Ia tak menyangka ada oknum yang tega mencari keuntungan pribadi dengan menjual “besi buruk” dari fasilitas publik yang sangat dibutuhkan warga.

Maruli menilai tindakan ini sangat biadab karena mengancam nyawa orang lain yang melintas. Jika baut-baut penopang jembatan hilang, risiko jembatan ambruk menjadi sangat tinggi.

Hal ini tentu sangat ironis mengingat personel TNI dan berbagai pihak sedang bahu-membahu bekerja keras membangun kembali Aceh yang baru saja dilanda musibah banjir dan longsor di akhir tahun 2025 ini.

Baut Sudah Dipasang Kembali dan Jembatan Kembali Normal

Beruntung, aksi pencurian ini segera terdeteksi oleh petugas di lapangan sebelum jatuh korban.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Kolonel Inf Donny Pramono, memberikan kabar terbaru bahwa situasi kini sudah terkendali.

Personel TNI di lapangan telah bergerak cepat memasang kembali baut-baut yang hilang sehingga struktur jembatan kembali kokoh dan aman untuk dilalui kendaraan.

Pihak TNI memastikan jembatan bailey di Teupin Mane kini sudah berfungsi normal 100%.

Meskipun demikian, pengawasan di area-area infrastruktur vital akan semakin diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Masyarakat juga diminta ikut berperan aktif menjaga aset publik yang sudah dibangun dengan susah payah demi kepentingan bersama dalam masa pemulihan daerah.

Seruan untuk Sadar dan Jaga Infrastruktur Bersama

Mualem secara tegas mengimbau kepada siapa pun pelakunya agar segera sadar dan berhenti melakukan perbuatan kriminal tersebut.

Menjual baut jembatan hanya untuk mendapatkan uang recehan dari pengepul besi bekas adalah tindakan yang merugikan jutaan orang.

Jika jembatan tersebut sampai roboh, seluruh komunitas akan terisolasi, dan proses pemulihan ekonomi Aceh pascabencana bakal terhambat total.

Infrastruktur yang dibangun pemerintah dan TNI adalah milik masyarakat, sehingga sudah sepantasnya dijaga bareng-bareng, Sobat!

Kejadian ini menjadi pengingat pahit bahwa rasa empati dan kesadaran hukum masih perlu ditingkatkan.

Jangan sampai hanya karena keuntungan sesaat, kita membahayakan keselamatan orang lain dan merusak semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan bangsa Indonesia dalam menghadapi bencana.

Statement:

Muzakir Manaf, Gubernur Aceh

“Orang tidak bertanggung jawab, masa keadaan seperti ini cari kesempatan jual besi buruk. Kan kurang ajar itu namanya. Kita imbau supaya sadarlah. Kalau dibangun infrastruktur itu untuk kepentingan masyarakat kita juga. Kalau jembatan ambruk gimana dipasok sembako? Kami juga tidak menyangka ada orang sebiadab ini ya, baut-bautnya dibongkar di tengah masyarakat sedang bencana.”

3 Poin Penting:

  1. Aksi Kriminal di Area Bencana: Terjadi pencurian baut pada jembatan bailey di Teupin Mane, Bireuen, yang dianggap sebagai tindakan biadab dan sabotase terhadap infrastruktur publik.

  2. Respons Tegas Pimpinan: Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak mengecam keras pelaku yang memanfaatkan situasi bencana untuk keuntungan pribadi melalui penjualan besi bekas.

  3. Kondisi Terkini: Personel TNI telah memasang kembali baut yang hilang, dan saat ini jembatan sudah kembali berfungsi normal serta aman dilalui oleh masyarakat.

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam Terakhir

Sepekan Terakhir