PT Astra Digital Mobil (ADMO) atau yang dikenal dengan OLXmobbi, salah satu entitas dari Grup Astra, mengungkapkan beberapa tantangan signifikan yang dihadapi industri mobil bekas (mobkas) di tengah gempuran pasar mobil listrik berbasis baterai (BEV) impor.
Lesunya daya beli masyarakat dan ketatnya persetujuan kredit menjadi faktor utama yang memengaruhi penjualan, membuat pasar mobkas saat ini berada dalam kondisi yang dinamis dan penuh tantangan.
Stigma Negatif dan Proses yang Dianggap Rumit
Mengutip Bisnis.com, Direktur OLXmobbi, Agung Iskandar, menyoroti tantangan lain yang tak kalah penting, yaitu stigma negatif yang masih melekat pada mobil bekas.
Menurutnya, konsumen sering kali merasa khawatir akan risiko kerusakan atau penipuan, serta menganggap proses jual-beli dan tukar-tambah mobil bekas sangat rumit.
Kampanye untuk Mengikis Keraguan Konsumen
Untuk menjawab tantangan tersebut, OLXmobbi meluncurkan sebuah kampanye yang bertujuan untuk menghilangkan keraguan konsumen.
Kampanye ini dirancang untuk meyakinkan masyarakat bahwa proses jual, beli, dan tukar-tambah mobil bekas bisa dilakukan dengan mudah, transparan, dan terpercaya.
Inisiatif ini diharapkan dapat membangun kembali kepercayaan konsumen dan menghidupkan kembali pasar mobil bekas yang sempat melambat.
Pengaruh Mobil Listrik Impor Berinsentif Pajak
Agung juga tidak menampik bahwa masuknya mobil listrik impor dengan harga kompetitif turut memengaruhi pasar mobil bekas.
Mobil-mobil BEV impor ini menikmati berbagai insentif pajak, yang membuat harganya bahkan mendekati banderol mobil low cost green car (LCGC) baru.
Model Mobil Konvensional dengan Resale Value Kuat
Meskipun demikian, ada kabar baik bagi pasar mobil bekas. Agung menyebutkan bahwa beberapa model mobil konvensional keluaran tahun 2024 masih memiliki nilai jual kembali (resale value) yang kuat.
Model-model tersebut antara lain Toyota Innova Reborn Diesel, Suzuki XL7 Hybrid, Mitsubishi Xpander Ultimate, Toyota Innova Zenix Hybrid, dan Daihatsu Xenia.
Stabilitas harga ini menjadi angin segar di tengah ketidakpastian pasar.
Strategi Ekspansi untuk Genjot Penjualan
Di tengah dinamika pasar yang ada, OLXmobbi terus berinovasi dan menerapkan strategi baru untuk tetap kompetitif.
Sebagai bukti keberhasilan strateginya, OLXmobbi mencatat penjualan sebanyak 15.100 unit mobil bekas pada paruh pertama tahun 2025.
Angka ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 26% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, yang tercatat sebanyak 12.000 unit.
Untuk menggenjot penjualan lebih jauh, OLXmobbi gencar melakukan ekspansi jaringan dealer di seluruh Indonesia, yang saat ini telah mencapai 31 dealer di 10 kota besar.
Statement:
Agung Iskandar, Direktur OLXmobbi
“Di tengah dinamika pasar ini, OLXmobbi terus berinovasi dan menerapkan strategi bisnis baru agar tetap kompetitif. Kami terus berupaya menghilangkan keraguan konsumen dan meyakinkan bahwa proses jual, beli dan tukar-tambah mobil bekas bisa dilakukan dengan mudah dan terpercaya.”



![Astra Grup [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/1592406794752_upload_68461d5a14138280d043ebb6f33ad9b0-300x178.jpg)