Dunia internasional lagi dihebohkan sama kabar dari tanduk Afrika nih, Sobat! Setelah puluhan tahun berdiri tanpa pengakuan resmi, Somaliland akhirnya “pecah telor” juga. Pada Jumat, 26 Desember 2025, Israel resmi jadi negara pertama di dunia yang mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Somaliland.
Nggak tanggung-tanggung, keduanya bahkan sudah menandatangani deklarasi bersama buat menjalin hubungan diplomatik penuh.
Langkah berani Israel ini otomatis bikin peta politik dunia makin dinamis di akhir tahun ini.
Tapi, kabar gembira buat warga Somaliland ini ternyata memicu reaksi keras dari negara-negara tetangga. Somalia, Mesir, Turkiye, hingga Uni Afrika langsung melayangkan kecaman pedas atas langkah Israel tersebut.
Somalia, yang menganggap Somaliland masih bagian dari wilayahnya, merasa kedaulatannya sedang diusik.
Meski begitu, bagi Somaliland yang beribu kota di Hargeisa, momen ini adalah penantian panjang sejak mereka pertama kali memisahkan diri puluhan tahun yang lalu.
Intip Sejarah: Kenapa Somaliland Pengen Pisah?
Mungkin banyak dari kamu yang bingung, apa sih bedanya Somaliland sama Somalia? Secara sejarah, Somaliland itu awalnya adalah wilayah protektorat Inggris, beda sama Somalia yang dulu dipengaruhi Italia.
Mereka sempat bersatu di tahun 1960, tapi sayangnya “pernikahan” ini nggak berjalan mulus. Penduduk Somaliland merasa dianaktirikan karena kekuasaan terlalu terpusat di wilayah selatan (Mogadishu).
Alhasil, muncul deh gerakan pemberontak bernama Somali National Movement (SNM) di tahun 80-an buat melawan rezim militer Siad Barre.
Konfliknya nggak main-main, Sobat. Pasukan rezim saat itu menghancurkan infrastruktur dan memakan banyak korban jiwa di Somaliland.
Setelah Siad Barre tumbang pada 1991, SNM nggak mau ikut campur lagi sama pemerintahan sementara di selatan. Mereka memilih buat deklarasi kemerdekaan sendiri pada Mei 1991.
Sejak saat itu, Somaliland pelan-pelan membangun rumah tangganya sendiri, mulai dari bikin konstitusi sampai beralih ke sistem demokrasi multipartai yang dipuji banyak pengamat internasional.
Negara Mandiri yang “Tak Kasat Mata”
Meski selama ini nggak diakui anggota PBB mana pun, Somaliland itu sebenarnya negara yang sudah “jadi”.
Mereka punya sistem politik yang berfungsi stabil, lembaga pemerintahan yang rapi, kepolisian sendiri, bahkan mata uang sendiri, lho!
Kondisinya jauh lebih adem dan stabil kalau dibandingin sama Somalia yang sering dilanda kekacauan.
Di bawah kepemimpinan Presiden Abdirahman Mohamed Abdullahi alias Abdirahman Cirro, Somaliland terus berusaha membuktikan kalau mereka layak berdiri sejajar dengan negara lain.
Secara geografis, lokasi Somaliland itu sangat strategis, yaitu di sepanjang Teluk Aden dekat pintu masuk Selat Bab al-Mandeb.
Jalur laut ini super penting karena dilewati hampir sepertiga pelayaran dunia. Dengan luas wilayah sekitar 177.000 kilometer persegi dan populasi 5,7 juta jiwa, Somaliland berbatasan langsung sama Ethiopia dan Djibouti.
Jadi, nggak heran kalau banyak negara besar sebenarnya melirik wilayah ini karena posisi “premium”-nya di jalur perdagangan global.
Antara Stabilitas dan Sengketa Wilayah
Walaupun terlihat stabil, Somaliland tetap punya PR besar. Di wilayah timur mereka, masih ada sengketa dengan kelompok masyarakat yang nggak setuju sama program separatis dari Hargeisa.
Selain itu, statusnya sebagai wilayah semi-gurun bikin tantangan alamnya lumayan berat.
Tapi tetap saja, keberhasilan mereka bertransisi dari pembagian kekuasaan antar-klan menuju sistem demokrasi yang damai adalah prestasi yang nggak bisa dianggap remeh oleh mata dunia.
Kini, dengan adanya pengakuan resmi dari Israel, babak baru diplomasi Somaliland dimulai.
Apakah negara-negara lain bakal menyusul jejak Israel atau justru kecaman dari Uni Afrika bakal bikin posisi Somaliland makin terjepit? Yang jelas, pengakuan ini jadi game changer di kawasan Teluk Aden.
Sebagai generasi yang melek informasi, kita perlu memantau terus gimana perkembangan negara “baru tapi lama” ini di panggung internasional ke depannya.
3 Poin Penting:
-
Pengakuan Pertama Dunia: Israel menjadi negara anggota PBB pertama yang mengakui kedaulatan Somaliland pada Desember 2025.
-
Sejarah Perpisahan: Somaliland memisahkan diri dari Somalia pada 1991 setelah konflik panjang dengan rezim militer dan menolak sentralisasi kekuasaan.
-
Kemandirian De Facto: Meski lama tak diakui, Somaliland memiliki pemerintahan, mata uang, dan stabilitas politik yang lebih baik dibanding wilayah Somalia selatan.



