Search

Pedro Acosta Akui Frustrasi dan Hanya Ingin Menang, Bukan Uang

Minggu, 2 November 2025

Pebalap MotoGP Pedro Acosta (Motorsport Images)

Di usianya yang baru 21 tahun, Pedro Acosta (KTM Racing) telah merasakan sorotan tajam dunia. Dilabeli sebagai “makhluk luar angkasa” penerus kejayaan Marc Marquez dan Valentino Rossi, ia menghadapi musim kedua di kelas utama MotoGP dengan rasa frustrasi yang nyata: belum juga meraih kemenangan, sementara musim hanya menyisakan dua balapan.

Namun, dalam sebuah perbincangan mendalam dengan Motorsport, Acosta mengesampingkan topeng kompetitifnya, menunjukkan sisi yang jauh lebih membumi.

Acosta mengungkapkan bahwa ironisnya, ia justru merasa lebih santai saat berada di atas motor. Baginya, mengendalikan motor adalah bagian yang mudah, di mana ia adalah bosnya dan bisa memutuskan segalanya.

Namun, bagian yang lebih sulit datang setelah balapan: berurusan dengan sponsor, merek, dan segala kewajiban yang menyertai status seorang pembalap sukses.

Kunci Jangka Panjang: Ketenaran Tanpa Berpura-pura

Menghadapi tuntutan branding dan citra publik, Acosta menekankan pentingnya menjadi diri sendiri. Ia meyakini bahwa kunci sukses jangka panjang adalah autentisitas.

Berpura-pura selama 10, 15, atau 20 tahun karier akan sangat melelahkan. Ia tidak ingin menjual citra palsu karena hal itu akan mengganggu tidurnya.

Baginya, yang terpenting adalah berdamai dengan diri sendiri, meskipun itu berarti sebagian orang mungkin kurang menyukainya.

Sikap membumi Acosta juga terlihat dari pandangannya terhadap uang dan kemewahan. Ia sama sekali tidak tertarik pada mobil sport mewah; kesenangan terbesarnya sebagai pembalap MotoGP justru adalah mobil van-nya.

Uang Adalah Nomor Dua: Prioritas Kemenangan di Atas Segalanya

Acosta mengakui bahwa uang adalah hal yang paling tidak penting dalam hidupnya saat ini.

Ia memilih untuk tetap tinggal di rumah bersama ibunya dan berkeliling menggunakan mobil van, dikelilingi oleh teman-teman masa kecilnya di Murcia.

Lingkungan yang sangat membumi inilah yang menjaganya tetap sama.

Frustrasinya bukan pada kegagalan finansial, melainkan pada kenyataan bahwa timnya belum mampu benar-benar bersaing di barisan depan. Ia mendefinisikan keberhasilan sebagai pertarungan yang intens, bukan sekadar menyelesaikan balapan.

Pasrah dan Fokus: Menghadapi Keterbatasan Motor

Acosta mengakui bahwa musim ini berjalan lebih sulit dari yang ia bayangkan, bahkan ia sempat meragukan kemampuannya sendiri.

Ia berada dalam kondisi “pasrah” setelah menyadari bahwa ia harus mengubah target yang terlalu tinggi. Namun, titik balik datang ketika ia memahami bahwa ia tidak bisa terus-menerus menyalahkan diri sendiri.

Setelah menyadari bahwa kecelakaan atau performa ban yang buruk bukanlah sepenuhnya salahnya, ia mengubah pola pikirnya: fokus pada apa yang ada dalam jangkauan.

Ia percaya, ini adalah cara hidup sedang mempersiapkannya untuk sesuatu yang lebih baik di masa depan.

Statement:

Pedro Acosta, Pembalap MotoGP

“Saya tidak terlalu peduli. Anda adalah diri Anda sendiri, dan Anda tidak bisa menahannya.”

“Saya lebih santai saat berada di atas motor. Itu adalah bagian yang mudah… Uang adalah hal yang paling tidak penting bagi saya saat ini. Tidak ada yang lebih memuaskan selain datang ke sini dan menang – atau setidaknya bersaing. Saya tidak datang ke sini untuk mencari teman – teman sejati sudah saya miliki di luar.”

“Saat ini, saya dalam kondisi terbaik sebagai pembalap. Saya lebih yakin dari sebelumnya bahwa saya memiliki potensi untuk memenangi balapan – lebih dari satu.”

Bagikan :

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL POPULER

24 Jam

Sepekan