Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengumumkan bahwa perilisan buku hasil penulisan ulang sejarah Indonesia akan mundur dari rencana awal yang bertepatan dengan HUT ke-80 RI pada 17 Agustus 2025.
Fadli memperkirakan buku tersebut baru akan diluncurkan pada Oktober atau November tahun ini, bahkan mungkin bertepatan dengan Hari Pahlawan pada 10 November.
Menurut Fadli, penundaan ini diperlukan karena Kementerian masih terus melakukan serangkaian uji publik dan seminar.
Kegiatan ini bertujuan untuk menampung berbagai sudut pandang dan masukan dari masyarakat serta sejarawan.
Uji Publik di 4 Universitas
Uji publik telah diselenggarakan di empat perguruan tinggi, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Negeri Padang, Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Negeri Makassar.
Proyek penulisan ulang sejarah ini melibatkan 112 sejarawan dari 34 universitas di seluruh Indonesia. Meskipun demikian, proyek ini telah menuai kontroversi dan kritik dari berbagai kalangan masyarakat sipil dan sejarawan.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, sebelumnya juga telah mengisyaratkan kemungkinan mundurnya peluncuran buku ini dari jadwal semula.
Statement:
Menteri Kebudayaan Fadli Zon
“Kalau mengenai penulisan sejarah waktu itu kan target yang saya canangkan pribadi kepada para penulis, dan memang rencana kami bukan tanggal 17.”
“Kami sudah ada uji publik lalu sekarang ini sedang kami lakukan reading, mungkin ada dua sampai tiga kali lagi seminar.”
“Rencana kami pada tahun ini, mudah-mudahan kita harapkan pada bulan Oktober atau November, Hari Pahlawan. Tapi memang dalam rangka satu rangkaian 80 tahun Indonesia merdeka.”
“Kami ini melibatkan 112 sejarawan dari dari 34 perguruan tinggi. Dan mereka ini sejarawan yang memang ahli di bidang masing-masing.”

![Ketua Ombudsman RI [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/PENANGKAPAN-KEJAGUNG-Ketua-Ombudsman-RI-Hery-Susanto-ditangkap-860x484-1-300x169.webp)

![Satpol PP [dok. web]](https://genlink.co.id/wp-content/uploads/28082024121157_0-300x200.jpeg)